MENGIKUTI JALAN YANG BERCABANG

Oleh
Syaikh Muhammad bin Musa bin Nasr
http://www.almanhaj.or.id/content/2143/slash/0

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda bahwasanya umat ini 
akan berpecah belah berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan. Dan bahwa 
umat ini akan mengikuti cara-cara umat-umat sebelumnya selangkah demi 
selangkah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Artinya : Kalian benar-benar akan mengikuti tata cara umat-umat sebelum 
kalian, selangkah demi selangkah hingga mereka memasuki lubang biawak kalian 
pasti mengikutinya. “Para sahabat bertanya : Apakah yang engkau maksudkan 
Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab : Kalau bukan (mereka) siapa lagi?” 
[Muttafaqun ‘alaihi]

Dan seandainya engkau kembali kepada pokok-pokok kelompok yang sesat, 
tentulah kalian akan mendapati –pokok kembalinya- tercabang dari Yahudi dan 
Nashara.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan juga bahwasanya 
perselisihan umat ini akan terjadi lebih banyak dari perselisihan yang 
terjadi pada Yahudi dan Nashara. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda.

“Artinya : Yahudi dan Nahsrani terpecah belah menjadi tujuh puluh dua 
kelompok, dan umatku ini akan terpecah-belah menjadi tujuh puluh tiga 
kelompok, semuanya akan masuk neraka kecuali satu saja. Para sahabat 
bertanya : “Siapa mereka itu wahai Rasulullah ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam menjawab : “Mereka itu yang berpemahaman seperti aku dan sahabatku 
pada hari ini” [Dikeluarkan Tirmidzi dan Ath-Thabrani dalam “Ash-Shaghir” 
dan “Al-Uqaikili” dalam “Adh-Dhua’afa” dan hadits ini hasan dengan 
penguatnya]

Hadits ini adalah bagian dari tanda-tanda kenabian Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam, sungguh kita telah melihat perpecahan dan perselisihan. 
Dan kita membakar degan apinya, dan setiap kali datang satu masa, manusia 
akan melihat perselisihan lebih banyak dan perpecahan lebih dahsyat dari 
zaman sebelumnya. Dan inilah yang dimaksud oleh sabda Nabi Shallallahu 
‘alaihi wa sallam dengan sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya siapa saja yang hidup diantara kalian sepeninggalku 
akan melihat perselisihan yang banyak, maka hendaknya kalian berpegang teguh 
kepada sunnahku dan sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin sepeninggalku, gigitlah 
dengan gigi geraham, dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru dalam 
agama, karena setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah ….” [Shahih 
dikeluarkan Tirmidzi dan lainnya]

Para sahabat yang dipanjangkan umurnya mendapatkan awal-awal munculnya 
perselisihan yang banyak, munculnya kelompok Khawarij, Al-Mutazilah, 
Ar-Rafidhah, benih-benih Tasawuf, setiap kelompok ini adalah bukti kebenaran 
hadits ini.

Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan 
penyakit dan memberi sifat obatnya, perslisihan adalah penyakit sedangkan 
obatnya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaful 
Ummah, oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikat 
dengan Sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin, karena sunnah mereka tidak keluar dari 
sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan jalan mereka tidak menyimpang 
dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kebenaran mereka 
tegakkan, dan dengan kebenaran mereka berbicara, dan pada merekalah 
kebenaran berdiri dan berbicara. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih mereka 
untuk menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Allah Subhanahu 
wa Ta’ala meridhai mereka dan merekapun ridha kepadaNya.

Mengada-adakan suatu amalan dalam agama (berbuat bid’ah) adalah dasar 
kerusakan dan pondasinya, oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam memperingatkan darinya dan bersabda.

“Artinya : Hati-hatilah kalian dari perkara-pekara baru dalam agama, karena 
setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah”

Dan sebagian dai menyangka banyaknya jama’ah-jama’ah dalam medan dakwah 
adalah kemunculan yang diridhai, maka kepada mereka ini kami katakan : 
“Sesungguhnya munculnya banyak jama’ah-jama’ah adalah kemuculan yang membawa 
penyakit ; karena munculnya banyak jama’ah-jama’ah ini akan mengakibatkan 
banyaknya perselisihan, dan seluruh perselisihan ini adalah hal yang buruk, 
dan keburukan itu tidak mendatangkan kebaikan, khususnya bahwa sebagian 
jama’ah-jama’ah ini ekornya berujung pada sebagian kelompok-kelompok yang 
membinasakan, seperti perkataan pengkafiran terhadap seseorang yang 
melakukan perbuatan maksiat dan dosa (sebagaimana kelompok khawarij, -pent), 
pengingkaran terhadap hadits ahad (kelompok yang berpemahaman seperti ini 
adalah Hizbut Tahrir, -pent), membantah hadits dan atsar dengan akal dan 
hawa nafsu, menolak sifat-sifat Allah. Maka dalam jama’ah-jama’ah ini 
terdapat kebenaran dan kebatilan. Manakala pada jama’ah-jama’ah itu lebih 
dekat kepada kebenaran maka lebih dekat kepada shirathal mustaqim (jalan 
yang lurus). Dan manakala menjauh dari kebenaran maka lebih dekat kepada 
jalannya mereka yang berpecah belah, yaitu tujuh dua kelompok yang akan 
binasa yang telah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam.

Oleh karena itu wajib (bagi kita) mengetahui kebatilan pengikutnya serta 
manhaj mereka agar terjaga dan dapat berhati-hati dari mereka, sebagaimana 
juga wajib mengetahui jalan orang-orang yang di anugerahi nikmat Allah 
Subhanahu wa Ta’ala, -yaitu jalannya kelompok yang selamat- dan hal ini bisa 
diketahui dengan ilmu yang shahih yang tegak diatas dalil-dalil dan hujjah 
yang jelas, dari Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah.

Dan dasar kita dalam berdiri adalah diatas pemahaman salaf –sebagaimana kami 
telah menyebutkan dan akan kami sebutkan- : karena merekalah manusia yang 
paling mengetahui tentang Allah dan RasulNya, dan merekalah yang telah 
mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan yang nyata ; sebagaimana Allah cintai 
dan ridhai. Dan Rasulullah telah bersaksi terhadap kebaikan mereka 
–sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim- beliau Shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian 
sesudah mereka, kemudian sesudah mereka”

Tidak dikenal pada Salafus Shalih perselisihan dalam masalah aqidah. Dan 
tidak bisa dijadikan alasan/hujjah perselisihan shahabat dalam masalah 
aqidah.

Ibnu Taimiyyah berkata dalam “Majmu Al-Fatawa 6/394”

“Adapun yang akan aku katakan dan menuliskannya … adalah seluruh ayat-ayat 
Al-Qur’an tentang sifat-sifat Allah : tidak ada perselisihan dikalangan 
sahabat tentang takwilnya, sungguh saya telah membaca tafsir-tafsir para 
sahabat, dan hadits-hadits yang diriwayatkan mereka, dan dengan kehendak 
Allah saya telah mengetahui kitab-kitab besar maupun kecil, lebih dari 100 
tafsir. Maka tidak aku dapati hingga saat ini riwayat dari salah seorang 
sahabat yang mentakwilkan ayat-ayat atau hadits-hadits tentang sifat Allah : 
menyelisihi pemahaman yang diketahui kebenarannya, tetapi justru terdapat 
riwayat dari mereka yang menegaskan hal itu dan menetapkannya.

Oleh karena itu, membenahi aqidah-aqidah manusia serta memperbaiki manhaj 
mereka adalah asas dakwah para rasul dan asas setiap dakwah kepada sunnah 
dan dakwah yang benar ; perselisihan itu tertolak dalam seluruh 
perkara-perkara syari’at, terlebih lagi dalam masalah aqidah adalah lebih 
utama, dan tidak mungkin mengumpulkan manusia sebelum membetulkan aqidah 
mereka, karena yang demikian itu maknanya adalah permusuhan, kegagalan dan 
merintangi pertolongan Allah terhadap mereka, karena pertolongan Allah tidak 
akan diturunkan kepada ahli syirik dan khurafat serta para pemuka yang 
sesat, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan Allah benar-benar akan menolong orang yang menolongNya 
sesungguhnya Allah amat kuat lagi perkasa” [Al-Hajj : 40]

Maka didalam mengikuti jalan orang-orang yang beriman dan menjauhi 
jalan-jalan yang Allah dan rasulNya peringatkan darinya terdapat jalan 
keluar dari fenomena jelek yang kita hidup pada masa kita ini, dan ini 
adalah yang dipersaksikan oleh Al-Qur’an dan sunnah serta sejarah, lalu 
apakah kita mengetahuinya ?

[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyah Edisi 13 Th. III Shafar 
1426H/ April 2005M, hal. 32-34. Penerbit Perpustakaan Bahasa Arab Ma’had Ali 
Al-Irsyad Surabaya, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]

_________________________________________________________________
Call friends with PC-to-PC calling – FREE  
http://get.live.com/messenger/overview



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke