SALAFIYAH BUKAN HIZBIYAH

Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Bagian Pertama Dari Dua Tulisan 1/2
http://www.almanhaj.or.id/content/2109/slash/0

Sebagian orang menyangka bahwa Salafiyah adalah kelompok hizbiyah seperti 
halnya Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Quthubiyah Sururiyah dan Jama’ah 
Tabligh, dan bahwasanya seorang salafi seperti halnya seorang ikhwani atau 
tablighi atau quthbi dari segi hukum dan pemahaman.

Mereka menyangka bahwasanya istilah Salafiyah adalah istilah yang baru 
muncul dalam kurun wajtu yang tidak lama. Ucapan ini sering muncul dari 
mulut para pentolan “jama’ah-jama’ah kontemporer” di media massa. Ada juga 
yang mengatakan bahwa pendiri dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin 
Abdul Wahhab –seakan-akan dakwah ini belum pernah dikenal sebelumnya- 
sebagaimana dikatakan oleh penulis kitab Mausu’ah Muyassaroh fil Adyan wal 
Madzahib Muashirah (hal, 273)!

Ada lagi yang meluncurkan syubhat bahwasanya Salafiyah tidak lain hanyalah 
suatu kurun waktu dan bukan suatu madzhab seperti Al-Buthi dalam kitabnya 
Salafiyah Laisat Madzhaban!

Yang sangat disayangkan, ternyata masih ada di antara para da’i yang mengaku 
beraqidah salaf yang sengaja menajuhi penisbahan kepada Salafiyah dalam 
dakwah mereka, seakan-akan nama Salafiyah adalah nama yang tabu atau karena 
nisbah tersebut membuat mereka tidak leluasa bergerak “di arena dakwah” 
mereka.

Padahal tidak ada yang lebih membanggakan seorang muslim dari menisbahkan 
diri kepada salaf. Lafazh Salafiyah atau Salafi tidaklah digunakan oleh para 
ulama Ahlus Sunnah kecuali dalam kebaikan. Lihatlah dalam kitab-kitab para 
ulama terutama dalam kitab-kitab biografi, mereka tidaklah menyebut Salaf 
atau Salafi melainkan sebagai pujian. Begitu sering para ulama menyebutkan 
biografi seseorang dan menyebutkan di antara manaqibnya adalah karena dia 
berjalan di atasn manhaj Salaf!

Maka di dalam pembahasan yang ringkas ini akan kami paparkan sikap yang 
seharusnya ditempuh oleh seorang muslim di dalam masalah ini dan sekaligus 
kami bawakan nukilan dari perkataan-perkataan para ulama dari berbagai 
generasi tentang nisbah kepada Salaf.

PENGERTIAN SALAFIYAH
Salafiyah adalah penisbatan kepada Salaf. Dan Salaf secara bahasa dari sin, 
lam dan fa yang menunjukkan makna yang sudah berlalu dan terdahulu ([Mu’jam 
Maqayis Lughah, Ibnu Faris, 3/95]

Fairuz Abadi berkata : “Salaf adalah orang-orang yang mendahuluimu dari 
nenek moyangmu dan kerabatmu” [Qamusul Muhith 3/153]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah 
Radhiyallahu ‘anha di saat beliau sakit keras menjelang wafat.

“Artinya : Bertaqwalah kepada Alloh dan bersabarlah, maka sesungguhnya 
sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu adalah aku” [Muttafaq ‘Alaihi, Shahih 
Bukhari 5/2317 dan Shahih Muslim 4/1904]

Adapun secara istilah maka madzhab Salaf adalah jalan yang ditempuh oleh 
para sahabat dan orang-orang yang menempuh jalan mereka. Al-Qalsyani berkata 
: “Salafush Shalih adalah generasi pertama yang mendalam keilmuan mereka, 
yang mengikuti jalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu menjaga 
sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Alloh pilih mereka sebagai 
sahabat NabiNya, dan Alloh tugaskan mereka untuk menegakkan agamaNya…” 
[Tahrirul Maqalah min Syarhi Risalah hal. 36]

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata : ‘Jika disebut Salaf atau 
Salafiyun atau Salafiyah, maka dia adalah nisabah kepada Salafush Shalih 
yakni para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan, 
bukan orang-orang yang cenderung kepada hawa nafsu dari generasi sesudah 
sahabat dan menyempal dari jalan para sahabat degan nama atau symbol –mereka 
inilah yang disebut khalafi,nisbah kepada khalaf-. Adapun orang-orang yang 
teguh di atas manhaj kenabian maka mereka menisbahkan diri kepada Salafush 
Shalih sehingga mereka dsiebut Salaf dan Salafiyyun dan nisbah kepada mereka 
adalah Salafi” [Hukmul Intima hal. 90]

SALAFIYYUN ANTI HIZBIYAH
Hizbiyah secara bahasa nisbah kepada hizb yaitu kelompok atau kumpulan 
manusia. [Qamusul Mhith hal.94]

Jika hizb (kelompok) tersebut dijadikan sebagai standar kebenarn dan menjadi 
dasar bagi wala (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan) maka inilah 
hizbiyah yang dicela oleh Alloh dalam KitabNya.

“Artinya : Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, 
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi 
beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada 
golongan mereka” [Ar-Rum : 31-32]

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : Mu’awiyah berkata kepadaku : 
‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata : “Tidak, dan aku 
juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 
1/355]

Lihatlah bagaimana Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma membenci hizbiyah 
meskipun hizbiyah tersebut disandarkan kepada salah seorang Khulafaur 
Rasyidin. Demikianlah, Salafush Shalih sangat membenci hizbiyah kepada 
kelompok apa pun.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ; “Tidak diperbolehkan bagi seorangpun 
untuk mengambil suatu perjanjian atas seseorang agar dia selalu menyetujui 
apa yang dia selalu menyetujui apa yang dia kehendaki, memberikan loyalitas 
kepada siapa saja yang disukai oleh yang dia bai’at, memusuhi siapa saja 
yang memusuhi orang yang dia bai’at. Bahkan orang yang berbaut seperti ini 
adalah seperti model Jengkhis Khan yang menjadikan siapa saja yang cocok 
dengan mereka adalah teman yang loyal, dan siapa saja yang menyelisihinya 
adalah musuh yang harus dibenci” [Majmu Fatawa 28/16]

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata : “Sesungguhnya tangan Alloh 
diatas jama’ah, maka tidak ada pengelompokan dan hizbiyah dalam Islam. Maka 
aku meminta perlindungan Alloh kepadamu agar engkau tidak luluh sehingga 
menjadi rampasan kelompok-kelompok, madzhab-madzhab yang batil dan 
partai-partai yang ghuluw yang menjadikan wala dan bara di atas hizbiyah 
tersebut. Maka jadilah engkau seorang penuntut ilmu yang berjalan di atas 
jalan yang lurus, mengiuti atsar dan sunnah, menyeru kepada Alloh di atas 
bashirah, dan mengakui keutamaan orang-orang yang terdahul, dan bahwasanya 
hizbiyah yang memiliki jalur dan lingkup yang baru yang tidak pernah dikenal 
oleh Salaf, maka semua itu adalah termasu penghalang yang terbesar dari 
mendapatkan ilmu, dan dia memecah belah jama’ah” [Hilyah Thalibil Ilmi hal. 
61-62]

INTISAB KEPADA SALAF BUKAN HIZBIYAH
Intisab kepada Salaf bukan hizbiyah karena Salafiyn tidak pernah menjadikan 
wala’ dan bara kecuali kepad Islam, tidak kepada simbol-simbol tertentu, 
tetapi semata-mata kepada kitab dan Sunnah. Hal ini sangat jauh berbeda 
dengan kelompok-kelompok dan partai-partai yang memiliki nama-nama, 
julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu 
dengan yang lainnya, memberikan loyalitas kepada setiap orang yang loyal 
kepada kelompok mereka dan menisbahkan diri kepada kelompok mereka, di sisi 
lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyeisihi 
kelompok mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka!

Demikian juga nisbah kepada Salaf tidak menjadikan ta’ashub (fanatik) kepada 
seseorang atau kelompok, karena Salafiyun tidak menjadikan suri tauladan 
dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam.

Adapun kelompok-kelompok hizbiyah maka mereka begitu fanatik dengan pendiri 
kelompoknya atau tokoh-tokoh kelompoknya. Bahkan mereka teramat sangat di 
dalam memusuhi setiap orang yang mengkritik atau menyebutkan kesalahan 
pendiri mereka, pemimpin mereka, atau tokoh-tokoh mereka. Bahkan mereka 
menuduh setiap orang yang mengoreksi kesalahan kelompok mereka sebagai 
pemecah-belah dan mengkafirkan umat!.

ITTIBA KEPADA SALAF ADALAH SYI’AR AHLUS SUNNAH
Abu Nu’aim Al-Ashbahani berkata : “Di antara syi’ar Ahlus Sunnah adalah 
ittiba’ mereka kepada Salafush Shalih dan meninggalkan segala sesuatu yang 
bid’ah dan diada-adakan” [Al-Hujjah fi Bayanil Muhajjah 1/364]

Para ulama Ahlus Sunnah selalu menjadikan ittiba kepada Salaf sebagai suatu 
keutamaan ketika mereka menyebut biografi seseorang.

Abu Nu’aim Al-Ashbahani menyebutkan Abu Utsman Al-Warraq dalam Hilyatul 
Auliya (10/313) dan mengatakan : “Jalan yang dia tempuh adalah jalan Salaf”.

Al-Hafizh Adz-Dzahabi di dalam Tadzkiratul Huffazh (3/977) ketika menyebut 
biografi Abu Ahmad Al-Hakim Al-Hafizh, beliau mengatakan tentangnya : 
“Adalah Abu Ahmad termasuk orang-orang shalih yang teguh di atas sunnah 
Salaf”.

Ketika menyebut biografi Al-Imam Abu Ismail Al-Harawi dalam Tadzkiratul 
Huffazh (4/1237) beliau mengatakan tentangnya : “beliau mengikuti sirah 
Salaf”.

Ketika menyebut biografi Al-Imam Abdul Wahhab Al-Anmathi dalam Tadzkiratul 
Huffazh (4/1283) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau berada di atas jalan 
Salaf”.

Ketika menyebut biografi Al-Imam Ahmad bin Muhammad Al-Ashbahani dalam 
Tadzkiratul Huffazh (4/1284) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau shahih 
aqidahnya dan berada di atas jalan Salaf”.

Ketika menyebut biografi Al-Imam Abu Dawud As-Sijistani dalam Siyar A’lamin 
Nubala (13/215) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau mengikuti manhaj 
Salaf dalam ittiba kepada Sunnah, pasrah kepadanya dan tidak berkubang dalam 
ilmu kalam”.

Abu Sa’d As-Sam’ani di dalam Tahbir fi Mu’jamil Kabir (3/977) ketika 
menyebut biografi Abu Ali Husain bin Ali Al-Lamisyi, beliau mengatakan 
tentangnya : “Beliau menempuh jalan Salafush Shalih”.

MENINGGALKAN INTISAB KEPADA SALAF ADALAH SYI’AR AHLI BID’AH
Merupakan hal yang dimaklumi bahwa kelompok-kelompok bid’ah sangat menjauhi 
intisab kepada Salaf. Sampai-sampai kelompok yang mengaku beraqidah Salaf 
pun juga menjauhi dan menghindari penisbahan kepada Salaf. Inilah syi’ar 
ahli bid’ah dari masa ke masa sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah : “Syi’ah ahli bid’ah adalah tidak mau ittiba kepada Salaf” [Majmu 
Fatawa 4/100]

Kelompok-kelompok bid’ah ini mengetahui bahwasanya dengan meninggalkan 
intisab kepada Salaf maka mereka dengan leluasa menghukumi segala sesuatu 
dengan akal mereka, perasaan mereka dan eksperimen-eksperimen mereka!

Inilah realita yang menunjukkan keagungan taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala 
agar nampak jelas dakwah yang haq dari setiap kebatilan yang hendak 
menyerupainya, dan agar dakwah yang haq dan murni dari segala namam kotoran 
yang hendak mencampurinya.

WAJIB BERLEPAS DIRI DARI KELOMPOK-KELOMPOK SESAT
Penisbahan kepada Salaf merupakan keharusan pada saat ini, seiring dengan 
meunculnya berbagai macam pemikiran yang menyeleweng dan kelompok-kelompok 
yang sesat dan menyesatkan. Ahlul haq mengumumkan intisab mereka kepada 
Salaf sebagai bukti berlepas dirinya mereka dari setiap kelompok yang 
menyeleweng dari jalan yang lurus. Alloh telah berfirman kepada NabiNya dan 
orang yang beriman.

“Artinya : Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ; 
“Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada 
Alloh) “ [Ali-Imran : 64]

“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru 
kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata : “Sesungguhnya aku 
termasuk orang-orang yang berserah diri” [Fushshilat : 33]

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun V/Rabi’ul Awal 1427H/April 
2006. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had 
Al-Furqon, Srowo Sidayu, Gresik Jatim]

_________________________________________________________________
Search from any Web page with powerful protection. Get the FREE Windows Live 
Toolbar Today! http://toolbar.live.com/?mkt=en-id



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke