SALAFIYAH BUKAN HIZBIYAH

Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
Bagian Terkahir Dari Dua Tulisan 2/2
http://www.almanhaj.or.id/content/2110/slash/0

PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG INTISAB KEPADA SALAF
[1]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Tidak ada cela bagi orang yang 
menampakkan madzhab Salaf, menisbahkan diri kepadanya, dan membanggakannya, 
bahkan wajib diterima semua itu darinya dengan kesepakatan ulama. Karena 
sesungguhnya madzhab Salaf adalah haq, jika dia sesuai dengan Salaf secara 
lahir dan batin, maka dia seperti seorang mukmin yang di atas kebenaran 
secara lahir dan batin” [Majmu Fatawa 4/149]

[2]. Al-Hafizh Adz-Dzahabi sering menyebutkan nisbah kepada Salaf 
(As-Salafi) ketika menyebutkan biografi para ulama.

Ketika menyebutkan biografi Ya’qub bin Sufyan Al-Fasawi dalam Siyar A’lamin 
Nubala (13/183) berkata : “Aku tidaklah mengetahui Ya’qub Al-Fasawi kecuali 
seorang Salafi”.

Ketika menyebut biografi Muhammad bin Muhammad Al-Bahrani beliau berkata : 
“Dia adalah seorang yang beragama baik dan seorang Salafi” [Mu’jam Syuyuh 
no. 843]

Ketika menyebutkan biografi Al-Imam Daruquthni beliau mengatakan ; “Dia 
tidak pernah masuk sama sekali dalam ilmu kalan dan jadal, bahkan dia adalah 
seorang Salafi” [Siyar 16/457]

Ketika menyebutkan biografi Abu Thahir As-Silafi beliau mengatakan : 
“As-Silafi diambil dari kata As-Salafi yaitui yang berjalan di atas manhaj 
Salaf”. [Siyar 2 1/6]

Ketika menyebutkan biografi Al-Hafizh Ibnu Shalah beliau mengatakan : “Dia 
adalah seorang Salafi, bagus aqidahnya …” [Tadzkiratul Huffazh 4/1431]

[3]. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : “Kami –walhamdulillah- 
selalu ittiba dan tidak melakukan kebid’ahan. Kami mengikuti Kitab dan 
Sunnah dan Salafush Shalih di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah” [Aqidah 
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyah, hal. 220 oleh Syaikh Shalih 
bin Abdullah Al-Abud]

[4]. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata : “Dakwah Syaikh 
Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah madzhab kelima sebagaimana banyak 
dikatakan oleh orang-orang jahil dan para pemfitnah. Sesungguhnya dia adalah 
dakwah kepada aqidah Salafiyah dan memperbaharui yang hilang dari 
syi’ar-syi’ar islam dan Tauhid” [Majmu Fatawa Syaikh Bin Baz 3/1306]

Beliau juga berkata : “Kami berwasiat kepadamu agar masuk ke Universitas 
Islam Madinah karena dia adalah universitas Salafiyah yang mengajarkan 
kepada para mahasiswanya aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” [Majmu fatawa 
Syaikh Bin Baz 1/98]

[5]. Fatwa Lajnah Da’imah No. 1361 ada pertanyaan : Apakah yang dimaksud 
dengan Salafiyah ?”.
Jawab : “Salafiyah adalah nisbah kepada Salaf, dan Salaf adalah para sahabat 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para imam yang di atas petunjuk 
dari tiga generasi terdahulu yang dipersaksikan dengan kebaikan oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya.

“Artinya : Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang datang 
sesudah mereka, kemudian yang datang sesudah mereka. Kemudian datang kaum 
yang persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya 
mendahului persaksiannya” [Muttafaq ‘Alaihi]

Dan Salafiyun adalah bentuk jama dari Salafi, nisbah kepada Salaf. Mereka 
adalah orang-orang yang berjalan di atas manhaj Salaf dalam ittibna’ kepada 
Kitab dan Sunnah, mendakwahkan dan mengamalkan keduanya”.

[6]. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berkata : “Ada orang yang mengaku 
berilmu mengingkari nisbah Salafiyah dengan menyangka bahwa penisbahan ini 
tidak ada landasannya sehingga dia mengatakan : “Tidak boleh seorang muslim 
mengatakan : Saya Salafi”. Seakan-akan dia berkata : “Tidak boleh seorang 
muslim mengatakan : Saya mengikuti Salafush Shalih dalam jalan mereka dalam 
aqidah, ibadah dan Suluk!”.

Tidak diragukan lagi bahwa pengingkaran seperti ini mengharuskan berlepas 
diri dari Islam yang shahih yang ditempuh oleh Salafush Shalih, yang pemuka 
mereka adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diisyaratkan 
oleh hadits yang mutawatir yang diriwayatkan dalam Shahihain dan yang 
lainnya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang datang 
sesudah mereka, kemudian yang datang sesudah mereka”.

Tidak boleh seorang muslim berlepas diri dari intisab kepada Salafush 
Shalih…

Orang yang mengingkari penisbatan ini tidaklah engkau melihat bahwasanya dia 
menisbatkan dirinya kepada suatu madzhab, entah dalam aqidah atau fiqh?!

Maka dia bisa jadi seorang Asy’ari, atau Maturidi, atau termasuk Ahlil 
Hadits, atau Hanafi, atau Syafi’i, atau Maliki, atau Hanbali, dari 
nisbah-nisbah yang terhimpun dalam nama Ahlus Sunnah. Padahal setiap 
menisbahkan diri kepada madzhab imam empat berarti dia menisbahkan diri 
kepada person-person yang tidak ma’shum….

Adapun orang yang menisbahkan kepada Salafush Shalih maka dia telah 
menisbahkan diri kepada kema’shuman –secara umum-. Nabi Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam telah menyebut sebagian tanda dari Firqatun Najiyah bahwasanya 
mereka berpegang teguh dengan jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
dan para sahabat. Barangsiapa yang berpegang teguh dengannya maka dia telah 
berada di atas petunjuk dari Rabbnya dengan yakin … tidak diargukan lagi 
bahwa penamaan yang jelas dan gamblang adalah dengan mengatakan : ‘Saya 
seorang muslim yang mengikuti Kitab dan Sunnah dan manhaj Salafush Shalih ; 
yang dengan ringkas dia mengatakan : “Saya Salafi’ [Majalah Al-Ashalah Edisi 
9 hal. 87]

[7]. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata : “Keliru jika ada orang 
yang mengatakan bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah ada tiga ; Salafiyyun, 
Asy-ariyun dan Maturidiyun ; ini adalah perkataan yang salah. Kami katakana 
: Bagaimana mereka semua dikatakan Ahlus Sunnah dalam keadaan mereka 
berbeda-beda!! Adakah sesudah kebenaran kecuali kesesatan?! Bagaimana mereka 
semua dikatakan Ahlus Sunnah dalam keadaan mereka saling membantah satu 
dengan yang lainnya. Ini tidak mungkin kecuali jika dimungkinkan dikumpulkan 
sesuatu yang kontrakdiksi maka baru pernyataan ini bisa dibenarkan. Kalau 
tidak, maka tidak syak lagi bahwa salah satu dari tiga kelompok ini adalah 
Ahlus Sunnah. Maka siapakah dia, apakah dia adalah Asy’ariyah ? Ataukah 
Maturidiyah ? Ataukah Salafiyah ? Kami katakan : Barangsiapa yang menempati 
Sunnah maka dialah Ahlus Sunnah, dan barangsiapa yang menyelisihi Sunnah 
maka dia bukanlah Ahlus Sunnah. Maka kami katakan : Salaf adalah Ahlus 
Sunnah wal Jama’ah, tidak berlaku sifat ini kepada selain mereka selamanya.

Dan suatu kata diperhatikan dari segi maknanya agar kita melihat bagaimana 
kita namakan orang yang menyelisihi Sunnah dengan Ahlus Sunnah, ini jelas 
tidak mungkin. Bagaimana mungkin kita katakan tiga kelompok yang berselisih 
bersatu dalam satu pemahaman, ini jelas tidak mungkin. Maka Ahlus Sunnah wal 
Jama’ah adalah yang meyakini aqidah Salaf, sampai orang yang datang 
belakangan di hari kiamat jika dia berada di atas jalan Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya maka dia adalah Salaf” 
[Syarah Aqidah Wasithiyah 1/53-54]

[8]. Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata ; “Bagaimana dikatakan bahwa bermadzhab 
dengan Salafiyah adalah bid’ah, sedangkan bid’ah adalah kesesatan ?! Dan 
bagaimana dikatakan bid’ah ittiba kepada Salaf sedangkan ittiba kepada Salaf 
adalah wajib berdasarkan Kitab dan Sunnah, serta haq dan petunjuk?! Alloh 
Subhnahahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) 
di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti 
mereka dengan baik, Alloh ridha kepada mereka” [At-Taubah : 100]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah 
Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku” [Diriwayatkan oleh 
Ahmad dalam Musnadnya 4/126, Tirmidzi dalam Jami’nya 5/44 dan Ibnu Majah 
dalam Sunannya 1/15 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul 
Jannah 26, 34]

Maka bermadzhab dengan madzhab Salaf adalah Sunnah dan bukannlah suatu 
kebid’ahan, yang bid’ah adalah bermadzhab denn selain madzhab mereka” 
[Al-Bayan hal. 156]
Ketika membantah perkataan Al-Buthi : “Sesungguhnya kata Salafiyah tidak 
dimaksudkan kecuali suatu kurun waktu”. Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :

Kami katakan : Penafsiran bahwasanya Salafiyah hanyalah suatu kurun waktu 
dan bukan jama’ah adalah penafsiran yang gharib dan batil, apakah dikatakan 
bahwa kurun waktu adalah Salafiyah ? ini tidak pernah dikatakan oleh seorang 
pun dari menusia. Yang benar bahwasanya istilah Salafiyah ditunjukan pada 
jama’ah orang-orang yang beriman yang hidup di kurun pertama dari masa Islam 
yang mereka berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari orang-orang Muhajirin dan Anshar dan 
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik yang mereka ini disifati oleh 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya.

“Artinya : Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang datang 
sesudah mereka, kemudian yang datang sesudah mereka” [Muttafaq Alaihi]

Ini adalah sifat bagi suatu jama’ah dan bukan sifat bagi suatu kurun waktu. 
Ketika Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tentang perpecahan umat, 
beliau mengatakan sesudahnya sifat semua kelompok ini ‘semuanya di neraka 
kecuali satu’ dan beliau menyifati satu kelompok yang selamat ini adalah 
yang mengikuti manhaj Salaf dan berjalan diatasnya. Beliau bersabda : 
“Mereka adalah yang berada di atas jalan yang aku tempuh hari ini dan para 
sahabatku”. Hal ini menunjukkan bahwa di sana ada jama’ah Salafiyah yang 
terdahulu dan ada jama’ah Salafiyah belakangan yang mengikuti manhaj jama’ah 
Salafiyah yang terdahulu. Dan di lain pihak ada kelompok-kelompok yang 
menyelisihi jama’ah Salafiyah dan diancam dengan neraka” [Al-Bayan hal. 133]

Ketika dilontarkan suatu pertanyaan kepada beliau : “Apakah Salafiyah adalah 
suatu hizb (kelompok) dan apakah menisbahkan diri kepadnya adalah hal yang 
tercela ?” Maka beliau menjawab.

“Salafiyah adalah Firqatun Najiyah (kelompok yang selamat). Mereka adalah 
Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bukan suatu hizb yang dinamakan sekarang sebagai 
kelompok-kelompok atau partai-partai. Sesungguhnya dia adalah suatu jama’ah, 
jama’ah yang berjalan di atas Sunnah …., maka Salafiyah adalah jama’ah yang 
berjalan di atas madzhab Salaf dan di atas jalan Rasulullah Shallallahu 
‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, dan dia bukanlah salah satu kelompok 
dari kelompok-kelompok yang muncul sekarang ini, karena dia adalah jama’ah 
yang terdahulu dari zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terus 
berlanjut terus menerus di atas kebenaran dan nampak hingga hari kiamat 
sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Dari 
kaset yang berjudul At-Tahdzir Minal Bida’]

[9]. Syaikh Muhammad Aman Al-Jami berkata : “Salafiyah telah menjadi istilah 
yang dikenal yang ditujukan kepada jalan generasi yang pertama dan 
orang-orang yang meneladani mereka di dalam pengambilan ilmu, cara 
memahaminya dan metode dakwah kepadanya. Jika demikian maka tidak dibatasi 
pada suatu rentang waktu tertentu, bahkan wajib dipahami bahwa dia adalah 
penamaan yang terus berlanjut seiring dengan berlanjutnya kehidupan, dan 
bahwasanya Firqatun Najiyah berkisar pada para ulama hadits dan Sunnah, 
merekalah para pemilik manhaj ini dan dia terus berlanjut hingga hari kiamat 
sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Tidak henti-hentinya sekelompok dari umatku yang mendapat 
pertolongan (dari Allah) tidak ada yang bisa membahayakan mereka siapapun 
yang menelantarkan mereka hingga tegaknya kiamat’ [Diriwayatkan oleh Ahmad 
dalam Musnadnya 5/34, Tirmidzi dalam Sunnahnya 4/485, Ibnu Majah dalam 
Sunannya 1/5 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu 
Majah 1/6” [Shifat Ilahiyah hal. 64-65]

[Pembahasan ini banyak mengambil faedah dari kitab Tabshirul Khalaf 
Bisyar’iyatil Intisab Ila Salaf oleh Syaikhuna Al-Fadhil Dr Milfi bin Na’im 
Ash-Sha’idi]

KESIMPULAN
Salafiyah adalah nisbah kepada Salaf, dan Salaf adalah para sahabat 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para imam yang di atas petunjuk 
dari tiga generasi yang terdahulu yang dipersaksikan dengan kebaikan.

Jika seorang menjadikan sebuah hizb (kleompok) sebagai standar kebenaran dan 
menjadi dasar bagi wala’ (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan) 
maka inilah hizbiyah yang dicela oleh Alloh dalam kitabNya.

Intisab kepada Salaf bukan hizbiyah karena Salafiyun tidak pernah menjadikan 
wala dan bara kecuali kepada Islam, tidak kepada simbol-simbol tertentu, 
tetapi semata-mata kepada kitab dan Sunnah.

Intisab kepada Salaf adalah syi’ar Ahlus Sunnah dari masa ke masa sehingga 
para ulama Ahlus Sunnah selalu menjadikan ittiba’ kepada Salaf sebagai suatu 
keutamaan bagi seseorang.

Kelompok-kelompok bid’ah sangat menjauhi intisab kepada Salaf, sampai-sampai 
kelompok yang mengaku beraqidah Salaf pun juga menjauhi dan menghindari 
penisbahan kepada Salaf, karena dengan meninggalkan intisab kepada Salaf 
maka mereka dengan leluasa menghukumi segala sesuatu dengan akal mereka, 
perasaaan mereka, dan eksperimen-eksperimen mereka.

Tidak ada cela bagi orang yang menampakkan madzhab Salaf, menisbahkan diri 
kepadanya, dan membanggakannya, bahkan wajib diterima semua itu darinya 
dengan kesepakatan ulama.

Pengingkaran intisab kepada Salaf mengharuskan berlepas diri dari Islam yang 
Shahih yang ditempuh oleh Salafush Shalih.

Penisbahan kepada Salaf merupakan keharusan pada saat ini, seiring dengan 
munculnya berbagai macam pemikiran yang menyeleweng dan kelompok-kelompok 
yang sesat dan menyesatkan.

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun V/Rabi’ul Awal 1427H/April 
2006. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had 
Al-Furqon, Srowo Sidayu, Gresik Jatim]

_________________________________________________________________
Check it out! Windows Live Spaces is here!  
http://spaces.live.com/?mkt=en-id It’s easy to create your own personal Web 
site.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke