>From: agung iswahyudi <[EMAIL PROTECTED]> 
>Date:  Mon Jul 2, 2007 3:59 pm
>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
>mohon bantuan pada ikhwah semuanya yang sekiranya tahu tentang  :
>1. Pujian Syaikh Abdullah bin Jibrin terhadap Sayyid Quthub dan 
>Hasan Albana
>2. Isi kitab Hukmu Intima' karya Syaikh Bakr Abu Zaid, mengenai 
>ruju'nya Syaikh Abdullah bin Jibrin dalam hal Sayyid Quthub, Hasan 
>Albana.
>Jazakumullah atas jawabannya.

Alhamdulillah..,
Mudah-mudahan penjelasan dari almanhaj.or.id bermanfaat

Fatwa-Fatwa Para Ulama Tentang Sayyid Quthb
http://www.almanhaj.or.id/content/1099/slash/0

Latar Belakang Pujian Syaikh Ibnu Jibrin Kepada Hasan Al-Banna Dan Sayyid 
Quthb
http://www.almanhaj.or.id/content/1131/slash/0

Penulis buku “Al-Ikhwan Al-Muslimun : Anugrah Allah Yang Terzalimi berkata 
di halam 9 paragraf terakhir.

“Begitupun tuduhan mereka terhadap Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb serta 
pemimpin dan ulama Ikhwan lainnya. Padahal, para imam yang dituduh itu 
adalah tokoh-tokoh kecintaan para ulama masa kini. Hasan Al-Banna dan Sayyid 
Quthub telah dipuji Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin salah seorang 
anggota Hai’ah Kibril Ulama di Arab Saudi.

Jawaban
Saya katakan : Perkataan ini harus didudukkan

Pertama
Harus diketahui latar belakang pujian Syaikh Ibn Jibrin terhadap Sayyid 
Quthb dan Hassan Al-Banna tersebut. Bahwasanya Syaikh Ibn Jibrin ketika 
memuji Sayyid Quthb dan Hassan Al-Banna, beliau masih terpengaruh dengan 
kedekatannya pada tokoh Quthbiyah, Ikhwanul Muslimin kental yakni : Safar 
Hawali dan Salman Audah. Akan tetapi beliau –semoga Allah Ta’ala mengampuni 
kesalahan beliau- telah mendapat balasan dan nasehat dari Syaikh Ahmad bin 
Yahya An-Najmi dan Syaikh Muhammad Al-Madkhali. Hal ini dapat dilihat di 
kitab Radd Al-Jawab ‘Ala Man Thalaba Minna ‘Adama Tab’ul Kitab oleh Syaikh 
Ahmad bin Yahya An-Najmi. Hal seperti ini juga menimpa Syaikh Bakr Abu Zaid 
yang telah ruju’ dalam kitabnya Hukmul Intima’. Ini adalah bantahan saya 
pertama.

Kedua
Bahwasanya dalam dien ini telah lazim diadakan Jarh wa Ta’dil. Sebagaimana 
namanya, Jarh adalah bentuk pencelaan sedangkan Ta’dil adalah bentuk pujian. 
Belum tentu Ta’dil seorang dapat mengangkat kedudukan seorang rawi yang 
telah di Jahr, apalagi Jama’atul Minal Ulama telah menjahr.

Saya berikan contoh yang serupa dengan hal ini : Imam Adz-Dzahabi dalam 
Siyar A’lam An-Nubala [1] mengungkapkan tentang Al-Hasan bin Shalih bin 
Hayyi [2] dengan ungkapan ta’dil. “Dia adalah salah seorang dari Imam Islam 
meskipun diselimuti bid’ah”

Akan tetapi, berkata Sufyan Ats-Tsauri, “Apapun ilmu yang didengar dari 
Al-Hasan bin Shalih maka Al-Jama’ah [3] telah sepakat untuk meninggalkannya” 
[4]

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal, “Kami tidak ridha dengan madzhabnya (Al-Hasan 
bin Shalih), dan Sufyan lebih kami sukai daripadanya” [5]. Dan masih banyak 
lagi perkataan para imam ahli hadits tentang Al-Hasan bin Shalih ini, di 
mana seluruh Ahli Hadits sepakat untuk tidak menerima riwayatnya. [6]

Hal ini dapat dipahami dengan kaidah Al-Jahr wa Ta’dil sebagaimana dikatakan 
oleh Al-Hafidzh Ibn Hajar Al-Asqalany

“Dan jarh lebih didahulukan daripada ta’dil apabila disandarkan pada 
sebab-sebab jarh yang jelas dari orang-orang yang mengetahui (sebab-sebab 
tersebut)” [7]

Maksud dari kaidah ini adalah bahwasanya boleh dilakukan ta’dil terhadap 
seseorang secara mujmal (global), akan tetapi apabila datang jarh secara 
mufasar (terperinci) maka yang lebih didahulukan adalah jarh tersebut.

Berdasarkan hujjah di atas, maka bentuk ta’dil dari Syaikh Ibn Jibrin yang 
masih bersifat mujmal, dan akan berhadapan dengan jahr dari Syaikh Abdul 
Aziz bin Baz, Syaikh Al-Muhadits Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh 
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Syaikh 
Abdullah Al-Ghadyan, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamid Al Abad Al-Badr, Syaikh 
Ahmad bin Yahya An-Najmi, Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, dan masih 
banyak lagi yang kesemuanya diturunkan dengan perincian sebab-sebab jarh 
pada Sayyid Quthb rahimahullah.

Ketiga
Bahwasanya pujian dari Syaikh Ibn Jibrin tetap tidak dapat dijadikan dalil 
untuk kita mengambil perkataan Sayyid Quthb dan menerimanya secara ilmiyah 
diniyah, meskipun pujian itu kita anggap sebagai bentuk tazkiyah 
(pembersihan nama) sekalipun. Hal ini dikarenakan bentuk pujian (tazkiyah) 
tersebut diturunkan dengan bentuk yang mujmal (global). Al-Hafizh Ibn Hajar 
berkata :

“Dapat diterima tazkiyah yang menyebutkan sebab-sebab (tazkiyah) tersebut 
dari orang yang mengetahuinya meskipun ia hanya satu orang” [8]

Kaidah ini tidak berlaku bagi Sayyidh Quthb karena bentuk tazkiyah yang 
diterimanya adalah dalam bentuk yang mujmal (global) tanpa penjelasan 
sebab-sebab tazkiyahnya. Wallahu ‘alam

[Disalin dari buku Menyingkap Syubhat Dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin 
Catatan Dan Bantahan Atas Buku Al-Ikhwan Al-Muslimun : Anugerah Allah Yang 
Terzalimi, Penulis Andy Abu Thalib Al-Atsary, Penerbit Darul Qalam]
_________
Foote Note
[1]. Siyar A’lam an Nubala VII/361, 371
[2]. Al-Hasan bin Shalih bin Hayyi dilahirkan pada tahun 100H dan meninggal 
pada tahun 178H. Ia termasuk salah satu pembesar Syi’ah Zaidiyah, dan ulama 
Zaidiyah. Ia juga menjadi pendiri firqah dalam Syi’ah yakni Al-Butriyah. 
Lihat Al-Farqu Bainal Firaq oleh Al-Baghdady (42)
[3]. Lafal Al-Jama’ah disini bermakna Jama’ah Ahli Hadits
[4] As-Sunnah Lidh Dhalal, 136
[5]. Thabaqah Hanabilah I/58
[6]. Silahkan lihat : Al-Kamal Lii Ibnu Adiy (II/722), Siyar A’lam An-Nubala 
VII/361, Tahdzib Al-Kamal VI/181. Lihat Bara;atul Ulama Al-Ummah, hal 10, 13 
bagi yang menghendaki
[7]. An-Nukat Ala Nuhzatin Nadhar Fii Taudhihil Nuhbatul Fikra, Tahqiq 
Syaikh Ali Hasan, hal 193
[8]. An-Nukat Ala Nuhzatin Nadhar Fii Taudhihil Nuhbatul Fikra, Tahqiq 
Syaikh Ali Hasan, hal 189

_________________________________________________________________
Local listings, incredible imagery, and driving directions - all in one 
place! http://maps.live.com/?wip=69&FORM=MGAC01



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke