>From:"zahra_n" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sat Jul 7, 2007 5:00 pm
>Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh
>Ana punya teman yang suka bergaul/berteman dengan orang2 kafir, 
>mereka saling undang mengundang, dan obrolannya sama sekali tidak 
>untuk mendakwahi orang kafir tsb untuk masuk islam, tapi hanya 
>obrolan2 yang tidak membawa manfa'at.
>ana sudah nasehatkan untuk menjauhi mereka, jika memang tidak 
>berniat/belum bisa untuk mendakwahi mereka kepada islam. tapi dia 
>menolak dengan alasan teman2 beliau yang muslim kebanyakan pada 
>berakhlak jahat dan tidak baik, sedangkan mereka orang2 kafir baik 
>kepada teman ana. dan teman ana belum pernah mendengar larangan 
>berteman dengan orang2 kafir.
>mohon bantuan bagi antum yang mempunyai hujjah2 larangan berkasih 
>sayang dengan orang2 kafir, atau artikel2 yg berhubungan dengan 
>masalah tsb. karena pengetahuan ana yg sedikit ttg itu.
>mohon penjelasannya juga bagaimanakah adab/batasan bergaul dengan 
>tetangga yang kebanyakan kafir?
>Insya Allah semoga dengan mendengar dalil2 larangan yang jelas dan 
>terang, teman ana berubah pikiran dan mendapat hidayah-Nya.
>Jazaakumulloh khoiron khatsiro

Alhamdulillah...,
Mudah-mudahan ringkasan artikel dari almanhaj, dapat menjawab permasalahan 
yang ditanyakan.

Bagaimana Semestinya Anda Bergaul Dengan Tetangga Yang Bukan Muslim, Sunni 
Dan Taat
http://www.almanhaj.or.id/content/1966/slash/0

Dan kalau tetanggamu seorang Yahudi atau Nasharani baik di rumah, di pasar 
atau di kebun, maka bertetanggalah dengan baik [3] dan janganlah kamu 
mengganggunya.

Adapun orang yang kebiasaannya memenuhi undangan mereka, berteman dengan 
mereka dan bersikap toleransi terhadap mereka [4], maka sesungguhnya imannya 
sudah tipis. Karena Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah 
dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang 
Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, 
atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang 
Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka 
dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya" [Al-Mujadilah : 22]

Kalau dia disamping sebagai tetangga juga sebagai kerabatmu, atau 
berhubungan rahim denganmu, maka haknya lebih kuat lagi.

Demikian pula jika salah seorang dari orang tuamu seorang dzimmi (kafir tapi 
tidak memerangi Islam), maka sesungguhnya bagi kedua orang tua dan hubungan 
rahim mempunyai hak yang berada di atas hak-hak tetangga. Maka berilah 
setiap orang yang mempunyai hak sesuai dengan proporsinya.

Begitu pula menjawab salam. Janganlah kamu mendahului salah seorang dari 
mereka [5] dengan mengucapkan salam. Tetapi jika salah seorang dari mereka 
mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah dengan 'Wa 'alaykum' (Dan untuk 
kamu juga) [6].

Adapun ucapan :"Selamat pagi" dan "Selamat sore", maka ini tidak mengapa. 
Asalkan di dalam menjawab tidak berlebihan dan melampui batas.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : ... maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah 
mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya yang bersikap lemah lembut 
terhadap orang-orang yang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang 
kafir" [Al-Maidah : 54]

Maka seorang mukmin harus bersikap tawadhu' terhadap sesama kaum mukminin 
dan merendahkan diri kepada mereka. Keras kepada orang-orang kafir dan tidak 
mengaku-aku dirinya sesat kepada mereka, demi mengagungkan kehormatan Islam 
dan memuliakan agama, tanpa menyakiti mereka. Serta tidak mencintai mereka 
sebagaimana cintanya kepada seorang muslim.

Foote Note
[3]. Dan diperbolehkan menjengungknya tatkala sakit. Adapun tatkala mati 
maka tida boleh berbela sungkawa. berdasarkan hadits Ali radhiyallahu anhu. 
tatkala bapaknya -Abu Thalib- meninggal dunia, maka Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam, bersabda kepadanya : "Artinya : Pergi, dan timbunlah ia". 
Maka Ali tidak berbela sungakawa. (Diriwayatkan oleh Ahmad (807) dan (759), 
Abu Dawud (3214) dan Nasa'i (1/110) dari dua jalan dari Ali dengan sanad 
yang shahih. Lihat Talkhis al-Habir (2/114).
[4]. Seperti mendatangi hari-hari raya mereka dengan mengucapkan selamat 
hari raya kepada mereka. Hal ini tidak diperbolehkan. Karena dalam perbuatan 
tersebut tersirat pengakuan atas perubahan-perubahan yang terjadi pada agama 
mereka. Dan tidak samar lagi bahwa hari-hari raya mereka adalah bagian dari 
agama mereka.
[5]. Yaitu orang Yahudi dan Nashrani
[6]. Lihat Silsilah al-Hadits ash-Shahihah (2/324-330)

Hukum Bergaul Dan Berinteraksi Dengan Orang Kafir Secara Lembut Karena 
Mengharapkan Keislamannya
http://www.almanhaj.or.id/content/1233/slash/0

Tidak diragukan lagi bahwa seorang muslim wajib membenci musuh-musuh Allah 
dan berlepas diri dari mereka, karena inilah jalan para rasul dan para 
pengikutnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada 
Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ; ketika mereka berkata 
kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa 
yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata 
antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai 
kamu beriman kepada Allah saja” [Al-Mumtahanah : 4]

Dalam ayat lain disebutkan.

“Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Alalh 
dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang 
Allah dan RasulNya, sekalipun orang itu bapak-bapakj, atau anak-anak atau 
saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang 
Allah telah menanamkan kaimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang 
datang dari padaNya” [Al-Mujadillah : 22]

Berdasarkan ini, tidak boleh terjadi di dalam hati seorang muslim kecintaan 
terhadap musuh-musuh Allah yang sebenarnya juga musuh-musuh sendiri. Allah 
Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu 
dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka 
(berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang ; padahal sesunguhnya 
mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu” [Al-Mumtahanah : 
1]

Adapun seorang muslim memperlakukan mereka dengan halus dan lembut karena 
mengharapkan Islamnya mereka, maka yang demikian ini tidak apa-apa, karena 
ini merupakan cara mengajak untuk memeluk Islam. Tapi jika mereka tidak bisa 
diharapkan, hendaknya mereka diperlakukan sesuai dengan haknya. Hal ini 
telah dibahas secara gambling di dalam buku-buku para ahli ilmu, terutama 
pada buku Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, karya Ibnul Qayyim rahimahullah.

Hukum Sembelihan Yang Tidak Diketahui Dan Hukum Bergaul Dengan Orang-Orang 
Kafir
http://www.almanhaj.or.id/content/390/slash/0

Adapun pertanyaan mengenai pergaulan dengan orang-orang kafir, kalau dari 
pergaulan itu bisa diharapkan masuk Islam setelah ditawarkan kepadanya, 
dijelaskan keunggulan- keunggulannya dan keutamaannya, maka boleh-boleh saja 
bergaul dengan mereka untuk mengajak mereka masuk Islam. Jika seseorang 
sudah melihat tidak ada harapan dari orang-orang kafir itu untuk masuk 
Islam, maka hendaknya jangan bergaul dengan mereka, karena bergaul dengan 
mereka akan menimbulkan dosa, karena pergaulan itu sendiri menghilangkan 
ghirah (kecemburuan) dan sensitifitas (terhadap agama), bahkan barangkali 
bisa menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang kepada mereka, kaum kuffar. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

“Artinya : Kamu tidak akan mendapat sesuatu kaum yang beriman kepada Allah 
dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang 
Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak 
atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang 
Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka 
dengan pertolongan dariNya” [Al-Mujadilah : 22]

Berkasih sayang kepada musuh-musuh Allah, mencintai dan loyal kepada mereka 
adalah sangat bertentangan dengan apa yang menjadi kewajiban bagi seorang 
Muslim. Sebab Allah subhanahu wa Ta’ala telah melarang akan hal itu, seraya 
berfirman.

“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil 
orang-orang yahudi dan nashrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu) ; sebab 
sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di 
antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu 
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang zhalim” [Al-Maidah : 51]

Dan firmanNya.

“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil 
musuh-musuhKu dan musuh-musuh kami menjadi teman setia(mu) yang kamu 
sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang ; 
padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang 
kepadamu [Al-Mumtahanah : 1]

Dan sudah tidak diragukan lagi bahwa setiap orang kafir adalah musuh Allah 
dan musuh-musuh kaum beriman. Allah telah berfirman.

“Artinya : Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikay-malaikatNya, 
rasul-rsaulNya, Jibril dan Mika’il, maka sesungguhnya Allah adalah 
musuh-musuh orang kafir” [Al-Baqarah : 98]

Maka tidak sepantasnya bagi seorang yang beriman bergaul dengan musuh-musuh 
Allah, berbelas kasih dan mencintai mereka, karena mengandung banyak bahaya 
besar atas agama dan manhajNya.

_________________________________________________________________
Windows Live Spaces is here! http://get.live.com/spaces/overview It’s easy 
to create your own personal Web site.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke