From: [email protected] 
Sent: Wednesday, August 08, 2007 2:10 PM
Assalamu'alaikum
Ana mau tanya,
Maaf sebelumnya, ana baru masuk jadi anggota milist ini, dan ana masih awam
dalam masalah agama, tetapi ana sangat ingin sekali memperdalam dalam
masalah ilmu agama islam.

Pertanyaan ana:
Mengapa kita harus berbakti kepada orang tua kita, padahal kita tidak pernah
minta untuk dilahirkan.
Maaf sekali lagi sekiranya pertanyaan ini kurang berkenan, dan ana sangat
mengharapkan jawaban dengan landasan dalil-dalilnya baik dari Al-Quran dan
Hadist.
Atas jawabannya Jazakumulloh
Sarah

Berikut ana kutipkan artikel dari almanhaj.or.id

WAJIBNYA BERBAKTI DAN HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA
http://www.almanhaj.or.id/content/358/slash/0

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Allah memerintahkan dalam Al-Qur'an agar berbakti kepada kedua orang tua.
Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah berfirman di
dalam surat Al-Isra' ayat 23-24.

"Artinya : Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia
beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua
orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau
kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada
keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya" [Al-Isra : 23]

"Artinya : Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan
rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan
katakanlah, "Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya
menyayangiku di waktu kecil" [Al-Isra : 24]

Juga An-Nisa ayat 36.

"Artinya : Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu,
dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat kepada
anak-anak yatim kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat,
tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya"
[An-Nisa : 36]

Juga terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.

"Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada
orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah
lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan
kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali" [Luqman : 14]

"Artinya : Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku
yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti
keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti
jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah
kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan" [Luqman : 15]

Atau seperti yang tercantum dalam surat Al-Ankabut ayat 8, tidak boleh
mematuhi orang tua yang kafir kalau mengajak kepada kekafiran.

"Artinya : Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua
orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu
mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku lah kembalimu, lalu Aku kabarkan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" [Al-Ankabut : 8]

Serta surat Al-Ahqaaf ayat 15-16.

"Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua
orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan
melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya
adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya
sampai empat puluh tahun, ia berdo'a "Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk
menysukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua
orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau
ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak
cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang berserah diri" [Al-Ahqaaf : 15]

"Artinya : Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang
baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka,
bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah
dijanjikan kepada mereka" [Al-Ahqaaf : 16]

Sedangkan tentang anak durhaka kepada kedua orang tuanya terdapat di dalam
surat Al-Ahqaaf ayat 17-20.

"Artinya : Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, 'Cis (ah)' bagi
kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan
dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu
kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan,
"Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar" Lalu dia
berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu" [Al-Ahqaaf :
17]

"Artinya : Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (adzab) atas
mereka, bersama-sama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin
dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi" [Al-Ahqaaf
: 18]

"Artinya : Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah
mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) apa yang
telah mereka kerjakan sedang mereka tidak dirugikan" [Al-Ahqaaf : 19]

"Artinya : Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke
neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah memhabiskan rizkimu dalam
kehidupan duniawi dan kamu telah bersenang-senang dengannya maka pada hari
ini kamu dibalas dengan adzab yang menghinakan. Karena kamu telah
menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak, dan karena kamu telah berbuat
fasik" [Al-Ahqaaf : 20]

Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 215

"Artinya : Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang mereka
infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada
ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu
perbuat sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" [Al-Baqarah : 215]

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang wajibnya
berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan
wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan bersyukur
kepadanya serta disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika
orang tua tersebut mengajak kepada syirik.


[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua
Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam -
Jakarta.]

 
Ibnu Sin Dhanny Kosasih bin Gunawan Kosasih bin Koo Giong Hoa
 

  _____  



 



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke