>From:"Rio Rizalino" <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: Thu Aug 23, 2007 6:03 pm >Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh >ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. diantara keduanya memang >tidak ada hubungannya, artinya pertanyaan2 tersebut adalah >pertanyaan terpisah. >pertanyaan yang saya maksud adalah: >1. Bagaimana seharusnya umat Islam, terutama salaf, menyikapi >masalah pemanasan global (global warming)? >2. Bagaimana sebenarnya hukum sumpah pocong dalam Islam? >terima kasih. >Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Alhamdulillah, Menyikapi pemanasan global, tidak mengapa bagi manusia menyandarkan sesuatu kepada sebab yang diketahui secara nyata (perasaan) atau syara. Namun setelah terbukti bahwa hal itu adalah sebab sebenarnya. Jika merupakan sebab yang bersifat ilusi atau sebab yang berdasarkan teori yang tidak memiliki dasar, maka tidak boleh berpegang kepadanya. SEBAB DAN AKIBAT FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN IKLIM, LAPISAN OZON Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin http://www.almanhaj.or.id/content/991/slash/0 Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada orang yang menyandarkan panas dan dingin yang luar biasa kepada faktor-faktor iklim atau lapisan ozon, atau perputaran bola bumi, benarkah takwil ini? Jawaban Tidak disangsikan lagi bahwa hawa panas dan dingin yang luar biasa memiliki penyebab alami yang sudah diketahui. Eksistensinya dengan berbagai sebab termasuk kesempurnaan hikmah Allah Subhanahu wa Taala, dan penjelasan bahwa Allah Subhanahu wa Taala menciptakan semua makhluk dalam bentuk paling sempurna. Ada beberapa sebab yang majhul, kita tidak mengetahuinya seperti sabda Rasul Shallallahu alaihi wa sallam. Artinya : Api mengadu kepada Rabbnya, ia berkata, Wahai Rabb, sebagian dari saya memakan yang lain. Dia Subhanahu wa Taala mengizinkan baginya dua nafas, satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Ia melebihi rasa panas yang kamu dapatkan, dan melebihi yang kamu dapatkan dari zamharir [Al-Bukhari dalam Mawaqit Ash-Shalah (537) dan Muslim dalam Al-Masajid (617)] Ini adalah sebab yang tidak diketahui. Tidak diketahui kecuali dengan jalan wahyu. Tidak mengapa bagi manusia menyandarkan sesuatu kepada sebab yang diketahui secara nyata (perasaan) atau syara. Namun setelah terbukti bhawa hal itu adalah sebab sebenarnya. Jika merupakan sebab yang bersifat ilusi atau sebab yang berdasarkan teori yang tidak memiliki dasar, maka tidak boleh berpegang kepadanya. Karena menetapkan realita atau berbagai peristiwa kepada sebab-sebab yang tidak diketahui, tidak melalui jalan syara dan tidak pula melewati jalan nyata termasuk dalam larangan Allah Subhanahu wa Taala dalam firmanNya. Artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya? [Al-Isra : 36] _________________________________________________________________ Share your special parenting moments! http://www.reallivemoms.com?ocid=TXT_TAGHM&loc=us Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
