>From:"melda syl" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Tue Sep 18, 2007 11:23 am
>Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
>Mohon sharing mengenai masalah pengemis yang sering kita temui di 
>dalam bis, di lampu merah, di halaman masjid dan ditempat-tempat 
>lain. Bagaimanakah menyikapi mereka ? Benarkah sikap kita bila 
>selalu memberi kepada mereka dengan melihat bahwa mereka miskin, 
>butuh bantuan, terpaksa dan tidak punya penghasilan atau sulit 
>mendapat pekerjaan ?
>Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Alhamdulillah
Tidak semua orang yang mengulurkan tangannya meminta-minta  adalah orang 
miskin atau orang yang terpaksa karena tidak dapat pekerjaan, karena di 
antara manusia ada orang yang mengulurkan tangannya minta uang, padahal dia 
orang mampu, tapi mereka menjadikan hal ini sebagai profesi (mata 
pencaharian) dan tidak bisa meninggalkannya.

Dibawah ini saya copykan dari almanhaj.or.id nasehat dalam menyikapi mereka.

APAKAH SEMUA ORANG YANG MENGULURKAN TANGAN MEMINTA ZAKAT BERHAK MENERIMA 
ZAKAT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj.or.id/content/1180/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apkah semua orang yang 
mengulurkan tangannya meminta zakat berhak menerima zakat ?

Jawaban.
Tidak semua orang yang mengulurkan tangannya meminta zakat berhak 
menerimanya, karena di antara manusia ada orang yang mengulurkan tangannya 
minta uang, padahal dia orang kaya, orang semacam ini nanti akan datang pada 
hari kiamat dengan wajah yang tak berdaging sepotong pun -kita berlindung 
kepada Allah dari itu- dia datang pada hari kiamat, hari saat berdirinya 
para saksi, sedangkan wajahnya terhapus -kita berlindung kepada Allah 
darinya- Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang minta kepada manusia akan harta mereka untuk 
memperbanyak hartanya maka sebenarnya dia hanyalah meminta bara api, tinggal 
dia menyedikitkannya atau memperbanyaknya" [1]

Dengan dalil ini saya peringatkan mereka orang-orang yang suka meminta-minta 
kepada orang lain dengan merengek-rengek padahal mereka berada di dalam 
gelimang kekayaan. Bahkan saya peringatkan semua orang yang menerima zakat 
padahal sebenarnya dia bukanlah orang yang berhak menerimanya, saya katakan 
kepadanya, 'Sungguh jika kamu mengambil zakat padahal kamu bukan termasuk 
golongan yang berhak menerimanya maka hakikatnya kamu sedang memakan barang 
haram -kita berlindung kepada Allah darinya- wajib atas setiap pribadi untuk 
takut dan bertakwa kepada Allah, sungguh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
telah bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan 
menjaga kehormatannya, barangsiapa merasa cukup, maka Allah akan 
mencukupkannya perwira" [2]

Tetapi apabila mengulurkan tangan kepadamu seseorang yang menurut 
keyakinanmu dia berhak menerima zakat, maka berilah dia karena zakat itu 
menempati tempatnya, dengannya kamu akan berlepas diri dari tanggung 
jawabmu. Kemudian seandainya setelah itu ternyata dia bukanklah orang yang 
berhak menerimanya maka tidak perlu mengulangi zakat. Dalil dari pernyataan 
ini adalah kisah seorang lelaki yang mensedekahkan harta, pada awalnya dia 
bersedekah kepada perempuan pezina (pelacur), orang banyak memperbincangkan 
tindakannya yakni sedekah kepada pelacur, dia berucap Alhamdulillah. Lalu 
dia bersedekah lagi pada malam yang kedua, jatuhlah sedekahnya ke tangan 
seorang pencuri, orang banyak memperbincangkannya lagi, 'sedekah malam ini 
jatuh ke tangan pencuri'. Selanjutnya dia bersedekah lagi pada malam yang 
ketiga kepada orang kaya, lagi-lagi orang banyak mempercakapkannya, 'sedekah 
malam ini jatuh pada orang kaya', dia berucap 'Alhamdulillah, atas pelacur, 
pencuri dan orang kaya' dikatakan kepadanya.

"Sesungguhnya sedekahmu telah dikabulkan, si pelacur itu barangkali dia 
telah menahan diri (tidak melacur lagi) disebabkan oleh sedekahmu kepadanya, 
si pencuri itu barangkali telah merasa cukup lalu menahan dirinya dari 
mencuri lagi, sedangkan si kaya itu barangkali dia mendapat pelajaran 
berharga lalu dia bersedekah pula" [3]

Perhatikanlah, wahai saudaraku, terhadap niat yang benar bagaimana besar 
pengaruhnya, sehingga jika engkau memberi orang yang meminta-minta kepadamu 
lalu tampak jelas bahwa dia sebenarnya adalah seorang kaya padahal engkau 
meyakininya sebagai orang miskin maka kamu tidak perlu mengulang zakatmu.

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa 
Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh 
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1]. Diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Zakat/Bab Dibencinya Meminta-minta 
Kepada Manusia (1041)
[2]. [Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Zakat/Bab Tiada Sedekah Kecuali 
Karena Ketidakkayaan (1427). Muslim : Kitab Zakat/Bab Keutamaan Sikap 
Perwira dan Sabar (1053)
[3]. Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Zakat/Bab Apabila Seseorang 
Bersedekah Kepada Orang Kaya Sedang Dia Tidak Mengetahuinya (1421). Muslim : 
Kitab Zakat/Bab Tetapnya Pahala Orang Yang Bersedekah Meski Sedekahnya Jatuh 
Pada Tangan Orang yang Tidak Berhak (1022).

HUKUM MEMBERI SHADAQAH KEPADA PENGAMEN DAN PENGEMIS

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
http://www.almanhaj.or.id/content/1454/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Syaikh yang terhormat, 
banyak pengamen dan pengemis, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak 
dari berbagai usia dan penampilan, mereka berkelilling di antara manusia di 
pasar-pasar, jalan-jalan, masjid-masjid dan tempat-tempat umum lainnya 
meminta sumbangan dan uluran tangan.

Menghadapi seperti situasi ini, banyak orang yang kebingungan, bagaimana 
menyikapi mereka. Apakah kami harus memberi mereka shadaqah dan zakat ? Kami 
mohon jawaban, semoga anda mendapat pahala dan Allah senantiasa memelihara 
dan menjaga anda.

Jawaban
Dalam hal ini hukumnya berbeda-beda tergantung kondisi dan personil 
masing-masing. Telah diketahui, bahwa banyak di antara para pengamen dan 
pengemis itu yang sebenarnya bukan orang-orang yang membutuhkan bantuan, 
bahkan mereka itu orang-orang kaya yang banyak harta, tapi mereka menjadikan 
hal ini sebagai profesi (mata pencaharian) dan tidak bisa meninggalkannya.

Jika anda melihat pengamen atau pengemis itu laki-laki yang tampak masih 
kuat dan segar, jangan anda beri, karena ia mampu bekerja seperti para 
pekerja lainnya. Sedangkan anak-anak, yang bukan pengamen atau pengemis 
sebenarnya dapat diketahui dari kerapian dan kemantapan penampilan, hal ini 
menunjukkan bahwa ia menjadikan "meminta-minta" sebagai kebiasaan sehingga 
terbiasa, bahkan dengan ucapan yang lancar serta hafal do'a-do'a lengkap 
dengan mimiknya. Adapun wanita, dapat diketahui dari seringnya muncul dan 
banyaknya bolak-balik. Yang jelas, jika diketahui bahwa orang yang melakukan 
itu memang sengaja beroperasi demikian tanpa kebutuhan, maka tangkap dan 
bawa, lalu serahkan ke lembaga yang menangani masalah pengamen. Wallahu 
a'lam.

[Diucapkan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin]

[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, 
Penyusun Khalid Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq]

_________________________________________________________________
Try it now! Live Search: Better results, fast. 
http://get.live.com/search/overview



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke