>From:"V_dee" <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Thu Sep 20, 2007 8:40 am
>Assalaamu'alaykum...
>Rekan2 milis assunnah -semoga Allah merahmati anda semua-.
>Saya punya saudara laki2 yang hingga saat ini belum memiliki anak
>walaupun telah menikah hampir 10 tahun..beliau senantiasa berusaha 
>dan berdo'a untuk hal tersebut..
>Mungkin ada yang memiliki saran mengenai ikhtiar2 apa saja yang bisa
>dilakukan (yang tidak melanggar hukum Allah dan Rasul-Nya)??
>Jazakalloh khoir katsiiron

Alhamdulillah.,
Selain berusaha berobat secara medis dan pengobatan syar'iyah, terus meneruslah 
bersabar dan berdo'a, perbanyak shadaqah dan beramal shalih, berbakti kepada 
kedua orang tua, melakukan ibadah haji dan umrah, dll

Dibawah ini saya ringkaskan salah satu usaha untuk mendapatkan rizki (anak) 
dari situs almanhaj.or.id dan untuk lebih lengkapnya silahkan merujuknya 
langsung.

ISTIGHFAR DAN TAUBAT

Oleh
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi
http://www.almanhaj.or.id/content/932/slash/0

Anak adalah satu rizki dari Allah, diantara sebab terpenting diturunkannya 
rizki adalah itsighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha 
Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan).

Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup 
dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan. "Aku mohon ampun kepada 
Allah dan bertaubat kepada-Nya". Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak 
membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota 
badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan 
orang-orang dusta.

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara', taubat 
adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah 
dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha 
melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah 
terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil 
Qur'an, dari asal kata " tauba" hal. 76]

Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah 
" Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.

"Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun" 
[Nuh : 10]

Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan 
semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon 
ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah 
pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an, dari asal kata 
"ghafara" hal. 362]

Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang 
Berkata Kepada Kaumnya.

"Artinya : Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', 
sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan 
kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan 
untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu 
sungai-sungai". [Nuh : 10-12]

Ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan 
istighfar.

Allah akan membanyakan harta dan anak-anak, Dalam menafsirkan ayat "wayumdid 
kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan 
harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi, 4/398. Lihat pula, Tafsirul 
Khazin, 7/154]

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya, jika kalian 
bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa 
menta'atiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan 
serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, 
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk 
kalian, membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun 
yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan 
sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". [Tafsir Ibnu Katsir, 
4/449]

Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada 
setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, 
sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata :"Ada 
seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan 
(bumi) maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang 
lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, 
'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain lagi berkata kepadanya, 
'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau 
mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Dan yang lain lagi 
mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) 
kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. 
Dalam riwayat lain disebutkan :"Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata kepadanya, 
'Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan 
mereka semua untuk ber-istighfar. [1]. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, 
'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah 
telah berfirman dalam surat Nuh.

"Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha 
Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan 
membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan 
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai". [Nuh : 10-12] [2]

Allahu Akbar ! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar ! Ya 
Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. 
Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. 
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang 
Mahahidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.

_________________________________________________________________
Try it! Live Search: New search found. http://get.live.com/search/overview



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke