Wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh, turut melengkapi jawaban Abu Salman; Sampai saat ini, setahu ana, secara detail tidak ada (belum ada) satu buku lengkap yang memandu konsumen dalam pembahasan kehalalan satu jenis produk. Karena nyatanya, walau banyak produk yang serupa, namun di negara yang berbeda punya kategori yang berbeda pula.
Semisal; Ketidak-halalan beberapa permen atas mark yang dihasilkan di negara Eropa tidak menjadi jaminan permen serupa di Indonesia ikut tidak halal pula. Setahu ana, di Eropa, untuk banyak produk kemasan, masih menggunakan bahan-bahan kimia yang mengandung ekstrak protein hewani (ex. Gelatine). Dan bahan dasar produksi gelatine yang terbilang murah di Eropa rata-rata (lebih dari 70%) berasal dari olahan lemak-daging-kulit-tulang babi. Namun hal ini belum bisa disamakan dengan beberapa produk serupa di negara-negara Asia, karena bisa jadi olahan gelatine di Asia dihasilkan dari ekstrak protein hewan lainnya. Untuk memperjelas kasus ini, silahkan Antum amati pengantar berikut: http://en.wikipedia.org/wiki/Gelatin Image produksi di beberapa negara: http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Gelatin_Market_and_Production_Data.JPG Adapun jurnal dunia yang cukup mengedepankan kehalalan bahan-2 makanan, bisa Antum dapatkan dalam bentuk majalah bulanan Halal Journal. atau beberapa informasi di site-site berikut; (internasional) http://www.halaljournal.com/ (Eropa) http://www.halalcontrol.info/ (Jerman dan sekitarnya) http://halal.de/ (internasional) http://www.eat-halal.com/ (Thailand) http://www.halalscience.org/ (Indonesia) http://www.halalmui.or.id/ > 2. Benarkah bahwa kebanyakan chocolate mengandung zat yang berasal dari hewani (maaf, babi)? Ana cukup kesulitan menjawab pertanyaan tersebut. karena ada banyak sisi yang perlu dipertimbangkan; tempat di mana coklat tersebut diproduksi, bahan dasar, kandungan bahan pembentuk, dan lain sebagainya. Namun secara sepihak, ana akan menjawab; jika Antum memperoleh coklat yang berasal dari Eropa, benar, bahwa rata-rata (=tidak semua) memang mengandung Emulgator lemak hewani yang berasal dari babi dan glycerin (struktur alkohol), namun jika Antum memperoleh coklat tersebut di Indonesia, ana tidak berani menjawabnya. Ana sendiri belum mendapatkan keabsahan informasi ini. Karena sebagian besar produsen produk makanan kemasan di Indonesia (termasuk coklat) tidak adil dan tidak berani dalam menginformasikan ingredients yang terdapat pada produkt mereka secara detail dan gamblang. Entah, karena alasan efektifitas, ataupun kekhawatiran. Jauh berbeda dengan keadaan di Eropa yang rata-rata lebih detail pada produk makanan kemasan, sampai mempublikasikan pada klasifikasi simbol-simbol "E-code", sehingga publik bisa mengetahui kandungan/bahan pewarna/bahan pengawet/Emulgator/bahan pengental/bahan tambahan apa yang ada di balik kemasan tersebut. > 3. Benarkah bahwa kebanyakan collagen yang terdapat pada kosmetika berasal dari hewan tersebut? Dalam dunia kosmetik dan kecantikan, collagen merupakan salah satu perkembangan yang cukup revolusioner. Kandungan hewaniah collagen berasal dari Sapi, Babi ataupun ikan. Rata-rata, di beberapa negara berkembang, memang Sapi masih menempati statistik tertinggi, terutama di negara-negara yang memiliki potensi peternakan yang cukup tinggi, katakan pada Australia dan Eropa. Collagen, dikatakan, mampu memperlambat kulit dalam menunjukkan tanda-tanda penuaan, menjaga kulit dari sinar matahari, melembabkan, menjaga kulit kepala, dan lain sebagainya, hingga kepada menjernihkan pandangan mata. Collagen yang terkadar dari kandungan babi, jelas status keharamannya. Jikapun collagen yang dihasilkan oleh beberapa negara maju/berkembang tersebut berasal dari sapi, yang seharusnya menjadi pertimbangan dan pertanyaan selanjutnya adalah, apakah sapi yang disembelih tidak dalam kaidah keislaman, maka lemaknya, kulitnya, ekstrak protein-nya tiba-tiba menjadi halal? Jawabannya jelas. Lebih-lebih, cukup banyak produk kosmetik di Indonesia didatangkan dari negara-negara tersebut. Wallohu'alam. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Ibnu Haidar --- In [email protected], LevI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh, > 1. Website tentang product halal seluruh dunia sampai saat ini ana belum menemukannya, dan bisa jadi product yang sama namun kandungannya berbeda di masing-masing negara. Seperti ada product makanan, di Inggris beberapa productnya mengandung kandungan haram, namun di Indonesia kandungannya dijamin halal oleh MUI. Untuk mencari produk yang sudah disertifikasi oleh MUI bisa ke http://www.halalguide.info/dir/ masukkan keyword product yang ingin kita cari. > untuk pertanyaan 2 & 3 mohon maaf ana kurang tahu. > > semoga dapat membantu, > wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh, > > Abu Salman Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
