Marisa T.A wrote:
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

> Saya ingin bertanya mengenal permasalahan dalam Rumah Tangga yang selama ini 
> sering saya temui di lingkungan saya (Saya sendiri belum menikah):
> 1. Bakti suami kepada orang tuanya sampai orang tua meninggal, yang saya 
> tanyakan, jika saya menikah bagaimana dengan orang tua si istri?

Yang lebih tepat:
Bakti suami (dan juga istri) kepada orangtuanya terus sampai dia meninggal
artinya, walaupun orang tua sudah meninggal
tetap masih bisa berbakti kepada kedua orang tua
dengan mendoakannya

Istri juga tetap berbakti kepada kedua orang tuanya
namun tentu saja posisi baktinya dibawah bakti terhadap suami
yaitu bakti yang sesuai dengan syariat Islam

> 2. Apakah wajar si istri kecewa jika setiap bulan pemberian suami untuk istri 
> dan anak lebih sedikit dibanding pemberian suami kepada keluarganya? Bukankah 
> setelah menikah, istri dan anak2 harus diutamakan oleh suami?

Jika yang dimaksud adalah orangtuanya
maka posisi orangtua lebih utama bagi suami dibanding anak-istrinya
Tentu saja bukan berarti si suami meninggalkan kewajibannya sebagai suami
dan tidak memenuhi hak-hak istri dan anak-anaknya
Semua tentu ada prioritasnya.

Jika si suami banyak berbakti kepada kedua orang tua, dengan berbakti yang 
sangat banyak
atau bahkan lebih banyak
TANPA meninggalkan kewajiban sebagai suami dan TETAP memenuhi hak-hak istri dan 
anak dalam masalah nafkah lahir bathin
seharusnya si istri merasa bersyukur mempunyai suami yang sangat berbakti
kepada kedua orang tuanya
dan justru harus mensupport suami yang demikian

Salah satu dalil
adalah seorang laki2 yang mendahulukan orang tuanya dari anak-anaknya sendiri
dalam menyuguhkan susu:
===
Hadis riwayat Abdullah bin Umar رضي الله عنه: ia berkata:
Dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم, beliau bersabda:
Ketika tiga orang pemuda sedang berjalan,
tiba-tiba turunlah hujan lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua
yang terdapat di perut gunung.
Sekonyong-konyong jatuhlah sebuah batu besar dari atas gunung
menutupi mulut gua yang akhirnya mengurung mereka.
Kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain:
Ingatlah amal saleh yang pernah kamu lakukan untuk Allah,
lalu mohonlah kepada Allah dengan amal tersebut
agar Allah berkenan menggeser batu besar itu.
Salah seorang dari mereka berdoa:
Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku mempunyai kedua orang tua yang telah
lanjut usia,
seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil
di mana akulah yang memelihara mereka.
Setelah aku mengandangkan hewan-hewan ternakku,
aku segera memerah susunya dan memulai dengan kedua orang tuaku terdahulu
untuk aku minumkan sebelum anak-anakku.
Suatu hari aku terlalu jauh mencari kayu (bakar)
sehingga tidak dapat kembali kecuali pada sore hari
di saat aku menemui kedua orang tuaku sudah lelap tertidur.
Aku pun segera memerah susu seperti biasa
lalu membawa susu perahan tersebut.
Aku berdiri di dekat kepala kedua orang tuaku
karena tidak ingin membangunkan keduanya dari tidur
namun aku pun tidak ingin meminumkan anak-anakku sebelum mereka berdua
padahal mereka menjerit-jerit kelaparan di bawah telapak kakiku.
Dan begitulah keadaanku bersama mereka sampai terbit fajar.
Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridaan-Mu,
maka bukalah sedikit celahan untuk kami agar kami dapat melihat langit.
Lalu Allah menciptakan sebuah celahan sehingga mereka dapat melihat langit.
===
Shahih Muslim
Kitab Zikir, Doa, Tobat Dan Istigfar
Bab 19: Kisah tiga orang penghuni gua dan tawasul dengan amal saleh
Hadits marfu' Nomor: 4926
===

> 3. Apa hukumnya jika suami selalu membanding2kan kekurangan istri dengan 
> kelebihan wanita2 lain (Teman2nya atau istri teman2nya)? Wajarkah jika si 
> istri marah dan kecewa?

Suami harus mempergauli istrinya dengan baik
salah satunya dengan tidak menyakiti hati istrinya
baik dengan perbuatan dan perkataan
maka wajar jika istri tersinggung
jika kekurangannya dibanding-bandingkan dengan wanita lain
Sebagai mana suami pasti tersinggung
jika kekurangannya dibanding-bandingkan dengan lelaki lain

Demikian
Wallahu'alam bishawab

Wassalamu'alaykumw arahmatullahi wabarakatuh
Joy Abu Hazim
nb: saya juga tetap berusaha untuk bisa menjadi suami yang baik semoga Allah 
mudahkan, Aamiin.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke