Meneladani Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam Berhari Raya*
Dari Anas radhiyallaHu anHu, Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam pernah
bersabda,
Aku datang kepada kalian sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang
menjadi ajang permainan kalian pada masa Jahiliyyah. Dan sesungguhnya Allah
telah menganti keduanya dengan yang lebih baik, yaitu hari raya Iedul Adh-ha
(An Nahri) dan Iedul Fithri (Al Fithri) (HR. Ahmad III/103, Abu Dawud no.
1134, an Nasai III/179 dan al Baghawi no. 1098)
Ied berarti suatu hari dimana terjadi perkumpulan. Imam Ibnu Abidin
rahimahullaH menjelaskan bahwa disebut Ied, karena pada hari itu Allah Taala
memiliki berbagai macam kebaikan yang diberikan kepada hambahambaNya
diantaranya : berbuka (tidak berpuasa) setelah adanya larangan makan dan minum,
zakat fithri, penyempurnaan haji dengan thawaf, daging kurban dan lainnya. Dan
karena kebiasaan yang berlaku pada hari tersebut adalah kegembiraan,
kebahagiaan, keceriaan dan hubur (kenikmatan) (Haasyiyatu Ibni Abidin II/165)
Beberapa sunnah Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam dalam berhari raya
adalah sebagai berikut :
Makan terlebih dahulu ketika berangkat pada hari raya Iedul Fithri dan
tidak makan ketika berangkat pada hari raya Iedul Adh-ha. Dari Buraidah
radhiyallaHu anHu, ia berkata,
Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam tidak berangkat pada hari raya Iedul
Fithri sampai beliau makan terlebih dahulu dan pada hari raya Iedul Adh-ha
beliau tidak makan sampai pulang, kemudian beliau makan dari daging hewan
hewan kurbannya (HR. at Tirmidzi no. 542, Ibnu Majah no. 1756, ad Darimi I/375
dan Ahmad V/352, hadits ini hasan)
Berhias diri. Imam Ibnul Qayyim rahimahullaH dalam Kitab Zaadul Maaad
(I/441) mengatakan, Nabi biasa berangkat (ke tanah lapang) pada hari raya
Iedul Fithri dan Iedul Adh-ha dengan pakaian yang paling bagus
Di dalam Kitab al Mughni (II/228), Ibnu Qudamah rahimahullaH mengatakan, Dan
itu menunjukan bahwa berhias diri bagi mereka pada kesempatan seperti ini (hari
raya Ied) sudah sangat populer
Mengambil jalan lain ketika berangkat dan pulang dari shalat Ied. Dari
Jabir radhiyallaHu anHu, dia berkata,
Jika hari raya Ied tiba, Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam biasa mengambil
jalan lain (ketika berangkat dan pulang) (HR. al Bukhari no. 986)
Bertakbir pada hari raya Ied ketika berangkat ke tempat pelaksanaan shalat.
Allah Taala berfirman,
Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kalian
bersyukur (QS Al Baqarah 185)
Telah tetap suatu riwayat bahwa Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam biasanya
berangkat menunaikan shalat pada hari raya Ied, lalu beliau bertakbir hingga
sampai di tempat pelaksanaan shalat, bahkan sampai shalat akan dilaksanakan.
Dan jika shalat dilaksanakan, beliau menghentikan bacaan takbir (HR. Ibnu Abi
Syaibah, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam kitab Silsilah Al
Ahaadiits Ash Shahiihah no. 170)
Salah satu ucapan takbir yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah ShallallaHu
alaiHi wa sallam yaitu Abdullah bin Masud radhiyallaHu anHu adalah sebagai
berikut,
Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaHa illallaHu wallaHu Akbar, Allahu Akbar
wa lillaHiil hamdu (HR. Ibnu Abi Syaibah II/168)
Dan ucapan takbir ini dilakukan dengan suara lantang seperti yang dilakukan
oleh sahabat Abdullah bin Umar radhiyallaHu anHu ketika pergi untuk
melaksanakan (HR. ad Daruquthni)
[Hendaknya takbir ini tidak dilakukan secara bersama sama/berjamaah, atau
dibawah 1 komando karena hal tersebut menyelisihi sunnah]
Melaksanakan Shalat Ied. Dari Ibnu Abbas radhiyallaHu anHu, ia berkata,
Bahwasannya Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam mengerjakan shalat dua
rakaat pada hari raya, dan tidak mengerjakan shalat lainnya sebelum maupun
sesudahnya (HR. al Bukhari no. 989, at Tirmidzi no. 537, an Nasai III/193 dan
Ibnu Majah no. 1291)
Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Kitabnya Fathul Baari II/476 mengatakan, Bahwa
shalat Ied itu ditetapkan dengan tidak adanya shalat sebelum maupun sesudahnya
Mendengarkan Khutbah setelah shalat Ied. Dari Ibnu Abdullah bin As Saib,
dia berkata,
Aku pernah menghadiri shalat Ied bersama Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam
dan ketika selesai shalat, beliau berkata,
Sesungguhnya kami akan berkhutbah, barangsiapa ingin duduk untuk
mendengarkan khutbah maka dipersilahkan duduk. Dan barangsiapa yang ingin
pergi , maka dipersilahkan untuk pergi (HR. Abu Dawud no. 1155, an Nasai
III/185, Ibnu Majah no. 1290 dan al Hakim I/295, hadits dishahihkan oleh Syaikh
al Albani dalam al Irwaa III/96-98)
Ibnu Qayyim rahimahullaH mengatakan dalam kitabnya Zaadul Maaad (I/448),
Nabi memberikan keringanan bagi orang yang menghadiri shalat Ied untuk duduk
mendengarkan khutbah atau pergi
Memberikan ucapan selamat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaH
mengatakan dalam kitabnya Majmuu al Fataawaa (XXIV/253), Adapun ucapan
selamat pada hari raya Ied, sebagaimana ucapan mereka terhadap sebagian
lainnya jika bertemu setelah shalat Ied adalah, TaqabbalallaHu minnaa wa
minkum (Semoga Allah Taala menerima amal kami dan kalian)
Tetapi Imam Ahmad mengatakan, Aku tidak pernah memulai untuk mengucapkan
ucapan tersebut kepada seseorang. Dan jika dia (orang tersebut) yang memulai,
maka aku akan menjawabnya (disebutkan oleh al Jalal as Suyuthi dalam kitab al
Haawi lil Fatawaa I/81-82)
*Disarikan dari Buku Meneladani Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam
dalam Berhari Raya, Syaikh Ali Hasan bin Ali al Halabi al Atsari, Pustaka Imam
asy Syafii, Bogor, Cetakan Pertama, September 2005.
Semoga Bermanfaat
Abu Hasan Budi Aribowo
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril
berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam
keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk
surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.