Saya pernah mengalaminya dan saya ingin sedikit sharing.
Namun demikian belum tentu hal ini cocok dengan akhi Budi Ari.

Saya dulu minta kepada calon mertua untuk menikahi anaknya di keluargaku.
Tentu saja menikah secara Islam ... dengan persetujuan calon isteri saya + Ibu 
mertua, karena saya tidak mau menikah dengan dua cara.
Resikonya .... ya, kayak menikah "darurat", walimahan sekedarnya.

Walinya ... petugas KUA di tempat saya.
Rukun dan syaratnya ... seperti nikah Islam biasa + surat ijin dari keluarga 
isteri.

Sekarang sudah berjalan hampir 30 tahun dan .... Alhamdulillah baik2 saja.
[Subhanallah ... Alhamdulillah ... selama ini banyak sekali kemudahan2 yang 
saya rasakan].

Wassalamu'alaikum.
Pras.



On 10/25/07, Budi Ari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaykum Ikhwah fillah,
>
> Saya ingin bertanya, bagaimana tata cara menikah dengan wanita ahli Kitab,
>
> 1. Siapakah walinya ?
> 2. Serta apa rukun dan syaratnya ?
>
> JazakallaHu Khairan atas jawabannya
> Abu Hasan


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke