From: galih_79 <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 30, 2007 6:46:16 AM
Assalamualaikum wr wb, 
afwan ikhwan semua, ana baru belajar agama sesuai pemahaman salaf...
ana ingin tanya apa arti kata dari sanad dan matan....dan apa
perbedaan antara keduanya.... .????
ana sering dengar kata tersebut sebelum belajar salaf, tp ga pernah
tau artinya....? ?
Sekiranya ada ikhwan yg mau memberitau ana..
afwan ya...
jazakumullah Khairon katsiro
Wassalamualaikum
Galih
==========

SANAD DAN MATAN

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
http://www.almanhaj.or.id/content/1850/slash/0

Sanad atau isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya adalah jalan yang 
bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan 
menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) 
dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni 
Shahabat. Misalnya al-Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka al-Bukhari 
dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat 
hadits), rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan Shahabat 
yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad.

Matan secara bahasa artinya kuat, kokoh, keras, maksudnya adalah isi, ucapan 
atau lafazh-lafazh hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir.

Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan 
jika mempunyai sanad, mereka melakukan demikian sejak tersebarnya dusta atas 
nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi’ah.

Seorang Tabi’in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat tahun 110 H) 
rahimahullah berkata, “Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak 
menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, 
‘Sebutkan kepada kami nama rawi-rawimu, bila dilihat yang menyampaikannya Ahlus 
Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, 
maka haditsnya ditolak.’” [1]

Kemudian, semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yang sampai kepada 
mereka dan bila syarat-syarat hadits shahih dan hasan terpenuhi, maka mereka 
menerima hadits tersebut sebagai hujjah, dan bila syarat-syarat tersebut tidak 
terpenuhi, maka mereka menolaknya.

Abdullah bin al-Mubarak (wafat th. 181 H) rahimahullah berkata: "“Sanad itu 
termasuk dari agama, kalau seandainya tidak ada sanad, maka orang akan berkata 
sekehendaknya apa yang ia inginkan" [2]

Para ulama hadits telah menetapkan kaidah-kaidah dan pokok-pokok pembahasan 
bagi tiap-tiap sanad dan matan, apakah hadits tersebut dapat diterima atau 
tidak. Ilmu yang membahas tentang masalah ini ialah ilmu Mushthalah Hadits.


PEMBAGIAN AS-SUNNAH MENURUT SAMPAINYA KEPADA KITA
As-Sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita 
dilihat dari segi sampainya dibagi menjadi dua, yaitu mutawatir dan ahad. 
Hadits mutawatir ialah berita dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
yang disampaikan secara bersamaan oleh orang-orang kepercayaan dengan cara yang 
mustahil mereka bisa bersepakat untuk berdusta.

Hadits mutawatir mempunyai empat syarat yaitu:

[1]. Rawi-rawinya tsiqat dan mengerti terhadap apa yang dikabarkan dan 
(menyampaikannya) dengan kalimat pasti.
[2]. Sandaran penyampaian kepada sesuatu yang konkret, seperti penyaksian atau 
mendengar langsung, seperti.

"sami'tu" = aku mendengar
"sami'na" = ókami mendengar
"roaitu" = aku melihat
"roainaa" = kami melihat

[3]. Bilangan (jumlah) mereka banyak, mustahil menurut adat mereka berdusta.
[4]. Bilangan yang banyak ini tetap demikian dari mulai awal sanad, pertengahan 
sampai akhir sanad, rawi yang meriwayatkannya minimal 10 orang. [3] 

Hadits ahad ialah hadits yang derajatnya tidak sampai ke derajat mutawatir. 
Hadits-hadits ahad terbagi menjadi tiga macam.

[a]. Hadits masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 3 sanad.
[b]. Hadits ‘aziz, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan 2 sanad.
[c]. Hadits gharib, yaitu hadits yang diriwayatkan dengan sanad. [4] 

[Disalin dari buku Kedudukan As-Sunnah Dalam Syariat Islam, Bab I : As-Sunnah 
Dan Definisinya, Penulis Yazid Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, 
PO.Box 264 Bogor 16001, Jawa Barat Indonesia, Cetakan Kedua Jumadil Akhir 
1426H/Juli 2005]
_________
Foote Note.
[1]. Muqaddimah Shahih Muslim.
[2]. Syarah Shahih Muslim, an-Nawawi (1/87).
[3]. Taisir Musthalaahil Hadiits, Dr. Mahmud Thah-han (hal. 19-20).
[4]. Lihat rinciannya dalam kitab Taisir Musthalaahil Hadiits, Dr. Mahmud 
Thah-han (hal. 22-31). 


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke