Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Fatwa ini saya ambilkan dari http://www.binbaz.org.sa/mat/3327 , yaitu situs 
resmi samahatul imam abdul aziz bin abdullah bin baaz, saya terjemahkan sesuai 
kemampuan saya, semoga bermanfaat, dan mohon dikoreksi jika ada kesalahan 
penerjemahannya. Yang melatar belakangi saya adalah bahwa beberapa kali saya 
menjumpai orang-orang yang tidak suka dengan pekerjaan mulia yang dilakukan 
oleh para muhaddits seperti al-imam al-albany ketika menyusun beberapa kitab 
shohih dari beberapa kitab-kitab hadits induk misalnya kitab beliau seperti 
shohih sunan abi daud, dll. semoga fatwa al-imam berikut ini bisa menghilangkan 
musykilah tersebut..amin.

فيما يتعلق في 
تخريج 
الأحاديث يا 
سماحة الشيخ 
وتعديل 
الرواة 
وتجريحهم،
هناك من يرى 
أن باب علم 
الرجال مغلق 
أو انتهى من 
قديم، كيف 
ترون ذلك يا
سماحة الشيخ؟

Wahai syaikh (syaikh bin baaz), dalam hal yang berkaitan dengan takhrij 
hadits-hadits dan juga ta'dil dan jarh rawi-rawinya, disana ada orang yang 
berpendapat bahwa perkara ilmu rijal (rawi) sudah ditutup atau sudah berakhir 
sejak dahulu. maka bagaimana pendapatmu tentang hal itu wahai syaikh?

لا، هذا ليس 
بصحيح، بل علم 
الرجال 
والنظر في 
الأحاديث 
باق، ولم يمض، 
بل
لا يزال، فأهل 
الحديث عليهم 
أن يعتنوا 
بهذا 
ويراجعوا 
الأحاديث 
ويميزوا
بين صحيحها 
وسقيمها 
ويرشدوا 
الناس إلى 
ذلك، ولا 
يقفوا عند ذكر 
فلان أو
فلان، بل 
يتابع، مثل 
المنتقى، مثل 
بلوغ المرام، 
مثل السنن 
الأربعة، مثل
مسند أحمد، 
يراجع 
الأسانيد 
ويعتني بها، 
ويعرف صحيحها 
من سقيمها حتى
يستفيد من ذلك 
ويفيد غيره، 
هكذا شأن طالب 
العلم الذي قد 
وفقه الله 
لمعرفة
الأحاديث، 
ومعرفة 
أسانيدها، 
ومعرفة أحوال 
الرجال، 
واشتغل بهذا 
الشيء،
يكون فيه 
فائدة عظيمة 
له ولغيره.

Tidak ini tidak benar, bahkan ilmu tentang rijal dan penelitian terhadap hadits 
senantiasa ada, bukan hanya dimasa lalu tetapi terus menerus. maka seorang 
ahlul hadits harus berusaha keras dalam hal ini dan berusaha untuk memeriksa 
kembali hadits-hadits tersebut dan memisahkan antara hadits-hadits yang shohih 
dan yang berpenyakit (lemah) dan mereka juga harus memberi penjelasan kepada 
manusia tentang hal itu. Dan jangan berhenti pada penyebutan fulan dan si fulan 
bahkan hendaknya terus (meneliti kitab-kitab) seperti al-muntaqa, bulughul 
marom, kitab-kitab sunan yang empat, musnad imam ahmad, mereka harus meneliti 
sanad-sanad dan berusaha semaksimal mungkin untuk itu sehingga mereka 
mengetahui hadits yang shohih dari yang berpenyakit (lemah) yang dengan itu 
mereka dapat mengambil faedah dan dapat berfaidah kepada orang lain. 
Demikianlah keadaannya seorang penuntut ilmu yang allah karuniakan kepadanya 
pengetahuan terhadap hadits-hadits,terhadap sanad-sanadnya, dan keadaan 
rawi-rawinya (rijal), dan dia senantiasa sibuk dengan hal ini sehingga jadilah 
didalamnya terdapat manfaat yang besar bagi dirinya dan selainnya.

Wallahua'lam bishshowab
Abu shofiyah farid fadhillah
KFUPM, Dhahran, saudi arabia


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke