Dalam film2 india yang pernah ana lihat memang begitu cara mereka salam dan 
juga beribadah demikian pula dengan orang budha ketika beribadah. Maka ana juga 
terkadang bingung kalau tidak bersalam atau memberikan salam dengan tangan di 
dada maka membuat kesan dan tidak menuturkan sikap yang baik depan mereka 
(terkesan mencuekin) kalau bersalam atau dengan gaya apapun maka salah juga. 
Ana maka itu sering menghindar dari acara ramai penuh ikhtiladz yang 
memungkinkan sekali orang saling memberikan salam seperti itu, namun sebagai 
konsekuensi memang ana terkesan penyendiri dan kurang gaul (asing) di kalangan 
sekitar ana namun ana anggap itu sebagai sunnah dari para nabi dan shahabat 
dimana jika kita menegakkan sunnah maka kita akan dianggap sebagai orang aneh, 
asing, bahkan gila, sesat, dan sebagainya. Afwan kalau terkesan curhat namun 
ana memang tidak tahu harus bersikap apa, mungkin yang lain punya saran yang 
lebih syar'i, namun kalau ana lebih baik menghindar dan kalau terpaksa ada yang 
memberikan salam dari lawan jenis maka ana menggunakan salam mirip seperti gaya 
india tersebut agar tidak bersentuhan tangan (kalau gaya sunda harus kena 
tangan). semoga kalau ini dosa maka itu sekedar mengambil manfaat dari mudhorot 
kalau memang ternyata tasyabbuh maka semoga ana segera meninggalkannya. Semoga 
Alloh memberi kita semua hidayah dan taufiqNya.
Wallohu 'alam



"Yulianto" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
11/04/2007 09:35 AM
Please respond to [email protected]
To <[email protected]>
Subject RE: [assunnah] Lebaran

Al-Akh Abu Fawry mengatakan, 'Bila mereka mengulurkan tangan untuk
bersalaman, balaslah jabatannya (kecuali jika lain jenis, maka gunakan
gaya sunda (tidak bersentuhan/hanya berisyarat dengan merapatkan kedua
telapak tangan depan didada)."

Pernah ana ditegur oleh seorang muslim berkebangsaan India, ketika ana
menghindar dari bersalaman dengan lawan jenis dengan melakukan seperti
kebiasaan kita orang sunda.

Ia menegur karena yang demikian itu mirip dengan orang Hindu ketika mereka
melakukan sembahyangan ala mereka. Wallohu A'lam apakah memang demikian
cara mereka (orang Hindu) beribadah.

Bagaimana menurut ikhwah sekalian, apakah teguran ini benar adanya? Karena
ana pun khawatir jangan-jangan kita menjadi tasyabbuh dengan umat lain,
tanpa kita sadari.

Wassalam,

Yulianto Abu Muhammad

_____

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of abu fawry
Sent: Friday, 2 November, 2007 4:18 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Lebaran

Wa'alaikumussalam,
Bila mereka mengucapkan: "SELAMAT LEBARAN", kita jawab; "terima kasih",
Bila mereka mengucapkan: "mohon maaf lahir dan bathin", kita jawab:
"sama-sama",
Bila mereka mengucapkan; "minal aa'idin" dan seterusnya (karena siapa saja
bisa melafadzkan kalimat ini walaupun nggak faham artinya), jawablah
dengan
senyuman..
Bila mereka mengulurkan tangan untuk bersalaman, balaslah jabatannya
(kecuali jika lain jenis, maka gunakan gaya sunda (tidak bersentuhan/hanya
berisyarat dengan merapatkan kedua telapak tangan depan didada)..

Insya Allah hal tersebut cukup untuk menunjukkan bahwa kita tetap
berinteraksi dengan tetangga (non muslim).

Wallohu'alam,

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<image/gif>>

Kirim email ke