Wa'alaikumussalam warokhmatuLLOHi wabarokatuh, Permasalahan yang pertama jelas sekali diterangkan di surah Al Maidah ayat 6, yang perlu diperhatikan adalah apakah seseorang ketika hendak sholat mendapatkan air atau tidak, jika mendapatkan air maka bertayamum tentu tidak disyariatkan, yang disyariatkan yaitu ber-wudlu, dan tentunya menyalahi syariat jika dia mendapatkan air, namun lebih memilih untuk bertayamum, jika tidak maka bertayamum memang di syariatkan, seperti firman ALLOH dalam surah Al Maidah ayat 6, namun dalam itu disebutkan bahawa bertayamum dengan tanah yang bersih (debu) bukan dengan batu.
WaLLOHu 'Alam bishowab. Wassalamu'alaikum warokhatuLLOHi wabarokatuh, Abu Yaasiin. PERNYATAAN PARA IMAM UNTUK MENGIKUTI SUNNAH DAN MENINGGALKAN YANG MENYALAHI SUNNAH Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani http://www.almanhaj.or.id/content/1209/slash/0 [2]. MALIK BIN ANAS Imam Malik bin Anas menyatakan : [a] "Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah, ambillah ; dan bila tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah, tinggalkanlah". [1] [b] "Siapa pun perkataannya bisa ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri". [2] [c] Ibnu Wahhan berkata : "Saya pernah mendengar Malik menjawab pertanyaan orang tentang menyela-nyela jari-jari kaki dalam wudhu, jawabnya : 'Hal itu bukan urusan manusia'. Ibnu Wahhab berkata : 'Lalu saya tinggalkan beliau sampai orang-orang yang mengelilinginya tinggal sedikit, kemudian saya berkata kepadanya : 'Kita mempunyai Hadits mengenai hal tersebut'. Dia bertanya : 'Bagaimana Hadits itu ?. Saya menjawab : 'Laits bin Sa'ad, Ibnu Lahi'ah, Amr bin Harits, meriwayatkan kepada kami dari Yazid bin 'Amr Al-Mu'afiri, dari Abi 'Abdurrahman Al-Habali, dari Mustaurid bin Syaddad Al-Qurasyiyyi, ujarnya : 'Saya melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggosokkan jari manisnya pada celah-celah jari-jari kakinya'. Malik menyahut :' Hadits ini hasan, saya tidak mendengar ini sama sekali, kecuali kali ini. 'Kemudian di lain waktu saya mendengar dia ditanya orang tentang hal yang sama, lalu beliau menyuruh orang itu untuk menyela-nyela jari-jari kakinya".[3] [Disalin dari Muqaddimah Shifatu Shalaati An-Nabiyyi Shallallahu 'alaihi wa sallama min Takbiiri ilaa At-Tasliimi Ka-annaka Taraahaa, edisi Indonesia Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terbitan Media Hidayah - Yogyakarta, hal. 55-57 penerjemah Muhammad Thalib] _________ Foote Note [1]. Ibnu 'Abdul Barr dan dari dia juga Ibnu Hazm dalam kitabnya Ushul Al-Ahkam (VI/149), begitu pula Al-Fulani hal. 72. [2]. Dikalangan ulama mutaakhir hal ini populer dinisbatkan kepada Imam Malik dan dinyatakan shahihnya oleh Ibnu Abdul Hadi dalam kitabnya Irsyad As-Salik (1/227). Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abdul Barr dalam kitab Al-Jami' (II/291), Ibnu Hazm dalam kitab Ushul Al-Ahkam (VI/145, 179), dari ucapan Hakam bin Utaibah dam Mujahid. Taqiyuddin Subuki menyebutkannya dalam kitab Al-Fatawa (I/148) dari ucapan Ibnu Abbas. Karena ia merasa takjub atas kebaikan pernyataan itu, ia berkata : "Ucapan ini diambil oleh Mujahid dari Ibnu Abbas, kemudian Malik mengambil ucapan kedua orang itu, lalu orang-orang mengenalnya sebagai ucapan beliau sendiri". Komentar saya : Kemudian Imam Ahmad pun mengambil ucapan tersebut. Abu Dawud dalam kitab Masaail Imam Ahmad hal. 276 mengatakan : "Saya mendengar Ahmad berkata : Setiap orang pendapatnya ada yang diterima dan ditolak, kecuali Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. [3] Muqaddimah kitab Al-Jarh Wa At-Ta'dil, karya Ibnu Abi Hatim, hal. 31-32 dan diriwayatkan secara lengkap oleh Baihaqi dalam Sunnan-nya (I/81) ----- Original Message ----- From: nur hanisah To: [email protected] Sent: Saturday, November 10, 2007 3:54 PM Subject: [assunnah] Tanya : Tayamum, Gambar friendster Assalamualaikum warahmatullah.menarik sekali perbincangan di dalam kumpulan ini.soal jawab agama dan isu semasa.alhamdulillah.saya baru saja menyertai kumpulan ini dan alhamdulillah,banyak manfaat yang saya peroleh di sini walaupun pada awalnya agak sukar nak memahami bahasa kerana saya dari Malaysia,harap penyertaan saya diterima antum semua dengan hati terbuka.di sini saya ingi bertanyakan beberapa persoalan: 1.Di negara tempat saya belajar,orang tempatan di sini menggunakan mazahab maliki.dan apa yang saya perhatikan,mereka jarang berwuduk sebaliknya lebih banyak bertayamum menggunakan batu yang telah disediakan di setiap masjid.persoalannya di sini,adakah batu juga termasuk dalam salah satu alat tayamum,dan adakah terdapat di dalam mazhab maliki,dibenarkan bertayamum setiap masa? 2.apakah hukum seorang wanita yang berhijab menutup sebahagian wajah dan hanya menampakkan mata dan dahinya dan dia meletakkan gambarnya di friendster atau di tempat-tempat yang boleh ditonton oleh orang awam.dan ramai pula lelaki yang memuji2 kecantikan matanya.adakah dia dikira mempermainkan agama? saya harap ,antum semua dapat memahami soalan-soalan saya.dan saya amat berharap jasa baik antum semua untuk menjawab persoalan ini.terima kasih. Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
