... Ringkasan Buku ...
http://buku-islam.blogspot.com

Judul        : Panduan Lengkap Shalat Tahajjud
Penulis      : Muhammad bin Su'ud al 'Arifi
Pengedit Isi : Arman bin Amri, Lc
Penerbit     : Pustaka Ibnu Katsir
Cetakan      : Kelima - Maret 2007
Halaman      : xiv + 258

Shalat tahajjud merupakan shalat yang paling utama setelah shalat wajib.
Begitu banyak keutamaan-keutamannya sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an dan 
juga hadits Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam. Diantaranya

"Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah 
tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." 
(Al Israa' : 79).

Dalam buku ini Anda akan mendapatkan penjelasan yang meluas tentang shalat 
tahajjud. Diantaranya keutamaannya, manfaatnya, faktor yang memudahkan shalat 
tahajjud, dan lain-lain. Di samping itu disertakan pula pembahasan tentang 
shalat witir. Yang juga menarik untuk disimak adalah pembahasan tentang 
gambaran Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, para shahabat dan juga para 
salafush shalih dalam melewatkan malam mereka dengan tahajjud. Mereka 
melewatkannya dengan penuh kekhusyu'an. Sampai-sampai Al Hafizh Ibnu 'Asakir 
meriwayatkan bahwa Imam asy Syafi'i menangis tiada hentinya ketika membaca 
ayat-ayat dalam surat Al Mursalat karena penghayatan yang begitu dalam.

Semoga dengan membaca buku ini semakin memantapkan hati untuk melewatkan malam 
kita dengan tahajjud. Karena memang tidak patut untuk dilewatkan begitu saja. 
Semoga Allah menolong kita.

Berikut saya kutipkan sebagian dari buku tersebut dengan meringkasnya.


[Keutamaan Shalat Malam dan Anjurannya]
---------------------------------------
Di dalam banyak ayat, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganjurkan kepada Nabi-Nya 
yang mulia untuk melaksanakan shalat malam. Antara lain adalah:

"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjudlah kamu..." (QS. Al Israa' : 79).

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb mu, maka sesungguhnya kamu 
berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabb mu ketika 
kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada Nya pada beberapa saat di malam 
hari dan waktu terbenamnya bintang bintang (di waktu fajar)." (QS. Ath Thuur: 
48-49).

Allah pun memuji para hamba-Nya yang shalih yang senantiasa melakukan shalat 
malam dan bertahajjud, Allah berfirman:

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka 
memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz Dzaariyaat: 17-18).

Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma mengatakan, "Tak ada satu pun malam yang 
terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan shalat walaupun hanya 
beberapa raka'at saja."

Al Hasan al Bashri berkata, "Mereka melakukan shalat malam dengan lamanya dan 
penuh semangat hingga tiba waktu memohon ampunan pada waktu sahur."

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfiman dalam memuji dan menyanjung mereka:

"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabb nya 
dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang 
Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan 
untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, 
sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. As Sajdah: 
16-17).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Yang dimaksud dengan apa yang mereka 
lakukan adalah shalat malam dan meninggalkan tempat tidur serta berbaring di 
atas tempat tidur yang empuk."

Al 'Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Cobalah renungkan bagaimana 
Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan 
yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. 
Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di 
atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan 
jiwa di dalam surga."


[Faktor-Faktor yang Memudahkan Shalat Tahajjud]
-----------------------------------------------
1. Menjauhi perbuatan dosa dan maksiat
2. Tidak meninggalkan tidur siang karena itu adalah sunnah
Al Hasan al Bashri bila datang ke pasar dan mendengar hiruk pikuk orang orang 
di sana, ia berkata, "Aku mengira malam mereka adalah malam yang buruk (karena 
tidur nyenyak dan tidak bertahajjud), mengapa mereka tidak tidur tengah hari?"

3. Tidak memperbanyak makan
4. Tidak membebankan fisik di siang hari
5. Mengamalkan sunnah saat tidur


[Beberapa Gambaran Mengenai Qiyaamul Lail]
------------------------------------------
** Keadaan Salafush Shalih di Malam Hari **

9. Imam Malik bin Anas rahimahullah.
Al Mughirah berkata, "Aku pernah keluar pada suatu malam setelah orang orang 
benar benar telah tertidur, lalu aku melintasi Malik bin Anas, aku melihatnya 
tengah berdiri melakukan shalat. Tatkala dia selesai dari bacaan al Faatihah, 
dia mulai membaca surat at Takaatsur:

'Bermegah megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. 
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu), dan 
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu 
mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar benar akan melihat 
Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar benar akan melihatnya dengan 'ainul 
yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang 
kamu megah megahkan di dunia itu).'

Lalu dia menangis cukup lama dan kemudian dia pun mengulangi ayat ini dan 
kembali menangis. Apa yang aku dengar dan aku lihat dari sosok Malik ini telah 
membuatku melupakan keperluanku yang membuatku keluar untuknya. Tiada henti 
hentinya aku berdiri, sedangkan dia tetap mengulang ulang ayat tersebut dan 
menangis hingga terbit fajar. Tatkala dia melihat fajar telah jelas, barulah 
dia ruku'. Kemudian aku pulang ke rumahku, lalu aku berwudhu' dan kemudian 
pergi ke masjid, tiba tiba Malik sudah berada di tempatnya (di masjid) dan 
jama'ah ada di sekelilingnya. Tatkala memasuki waktu Shubuh, aku melihat pada 
wajahnya tampak cahaya dan keindahan darinya."


[PERSONAL VIEW]
---------------
Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah gambaran shalat malam yang 
dilakukan oleh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, para shahabat dan juga para 
salafush shalih. Mereka begitu bersemangat, khusyuk, dalam melakukan shalat 
tahajjud. Ditambah lagi mereka begitu menghayati dan meresapi ayat demi ayat 
yang mereka baca. Begitu menghayatinya sampai sampai mereka menangis. Bahkan 
Imam asy Syafi'i menangis hingga beliau pingsan, sebagaimana diriwayatkan oleh 
al Hafizh Ibnu 'Asakir. Demikian pula keadaannya pada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz 
rahimahullah, ketika membaca surat Al Qaari'ah. Dan lain lain.

Diri kita ini masih begitu sangat jauh bila harus beribadah seperti ibadahnya 
para salafush shalih. Bahkan tanpa pertolongan Allah, shalat malam pun masih 
terasa berat. Semoga Allah menolong kita agar bisa melewatkan malam dengan 
shalat tahajjud. Satu ibadah yang bisa mengangkat kita ke tempat yang terpuji, 
sebagaimana janji Allah dalam Surat Al Israa.

"Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah 
tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." 
(Al Israa' : 79).


Ringkasan buku ini dibuat oleh Chandraleka
di Depok, 11 November 2007


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke