JILBAB Mengurangi Risiko KANKER   
http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=84&Itemid=3

Saat ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah 
menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat. Tidak sedikit jumlah artis, 
eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya. 

Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita 
muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga 
melindungi Anda dari penyakit mematikan. 

Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh 
(India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab 
(Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker 
tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang 
suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas. 

Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang 
sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus 
epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah 
penderita kanker jenis ini sangat rendah. 

"Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, " tulis 
Saudi Gazette, Jum?at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, 
jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan 
laki-laki," lanjut Malaker. 

"Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana 
memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala 
bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis. 

Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat 
untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL). 

Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus 
epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. 
Jika virus tersebut ?terbangun?, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung 
pada kanker nasofaring. 

Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas 
rongga mulut. 

Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga 
yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga. 

Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan 
yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan 
nyeri saat menelan. 

Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak 
menyerang penderita kanker di Indonesia. (zrp/Reuters)


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke