From: ferdi ferday 
Sent: Tuesday, November 20, 2007 12:15 PM
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Ana ingin menanyakan bagi yang tahu reverensi buku yang membahas tentang 
bid'ahnya mengucapkan Shodaqollohul'azim.
Nama kitabnya dan tulisan siapa.
Ana sangat membutuhkannya. Untuk menjawab teman yang bertanya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
===========

Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh

Insya Alloh antum bisa mendapatkan jawabannya (bid'ahnya mengucapkan 
shodaqollohul'azim) di kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il 
Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa - Fatwa 
Terkini Jilid 2, Penyusun : Syaikh Khalid al Juraisiy, Penerbit Darul Haq, 
Jakarta, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1424 H/Februari 2004 M.

HUKUM MENGUCAPKAN SHADAQALLAHUL AZHIM

Oleh
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
http://www.almanhaj.or.id/content/1862/slash/0

Pertanyaan.
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukum mengucapkan 
“shadaqallahul azhim” setelah selesai membaca Al-Qur’an?

Jawaban
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga 
dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Ucapan, “Shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an adalah bid’ah, karena 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya, demikian juga 
para khulafa’ur rasyidin, seluruh sahabat radhiyallaHu ‘anHum dan imam para 
salafus shalih, padahal mereka banyak membaca Al Qur’an, sangat memelihara dan 
mengetahui benar masalahnya. Jadi, mengucapkannya dan mendawamkan pengucapannya 
setiap kali selesai membaca Al Qur’an adalah perbuatan bid’ah yang diada – 
adakan.

Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau 
bersabda,

“Artinya : Barangsiapa membuat suatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) 
yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak” [Hadits Riwayat 
Bukhari dalam Ash Shulh (2697) dan Muslim dalam Al Aqdhiyah(1718)

Hanya Allah-lah yang mampu memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga 
dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, keluarga 
dan para sahabatnya.

[Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah, fatwa no. 3303]

HUKUM MENGUCAPKAN SHADAQALLAHUL AZHIM KETIKA SESELSAI MEMBACA AL-QUR’AN


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya sering mendengar bahwa 
mengucapkan “shadaqallahul azhim ketika selesai membaca Al-Qur’an adalah 
perbuatan bid’ah. Namun sebagian orang yang mengatakan bahwa itu boleh, mereka 
berdalih dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Katakanlah : ‘Benarlah (apa yang difirmankan) Allah” [Ali-Imran : 95]

Kemudian dari itu, sebagian orang terpelajar mengatakan kepada saya, bahwa 
apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menghentikan bacaan Al-Qur’an 
seseorang, beliau mengatakan, “cukup” dan beliau tidak mengatakan, 
‘shadaqallahul azhim”. Pertanyaan saya : Apakah ucapan “shadaqallahul azhim” 
dibolehkan setelah selesai membaca Al-Qur’an Kairm. Sya mohon perkenan Syaikh 
menjelaskannya.

Jawaban.
Mayoritas orang terbiasa mengucapkan, “Shadaqallahul ‘azhim” ketika selesai 
membaca al Qur’an, padahal ini tidak ada asalnya, maka tidak boleh dibiasakan, 
bahkan menurut kaidah syar’iyah hal ini termasuk bid’ah bila yang mengucapkan 
berkeyakinan bahwa hal ini sunnah. Maka hendaknya ditinggalkan dan tidak 
membiasakannya karena tidak adanya dalil yang menunjukkannya.

Adapun firman Allah Ta’ala.

“Artinya : Katakanlah, ‘Benarlah (apa yang difirmankan) Allah” [Ali Imran : 95].

Bukan mengenai masalah ini, tapi merupakan perintah Allah Ta’ala untuk 
menjelaskan kepada manusia bahwa apa yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala 
itu benar yaitu yang disebutkan di dalam kitab – kitab-Nya yang agung yakni 
Taurat dan lainnya, dan bahwa Allah Ta’ala itu Maha Benar dalam ucapan-Nya 
terhadap para hamba-Nya di dalam kitab-Nya yang agung, al Qur’an.

Tetapi ayat ini bukan dalil yang menunjukkan sunnahnya mengucapkan, 
“ShadaqallaH” setelah selesai membaca al Qur’an atau membaca beberapa ayatnya 
atau membaca salah satu suratnya, karena hal ini tidak pernah ditetapkan dan 
tidak pernah dikenal dari Nabi ShallallHu ‘alaiHi wa sallam dan tidak pula dari 
para sahabat beliau Radhiyallahu ‘anhum.

Ketika Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu membaca awal Surat An-Nisa di hadapan 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga sampai pada ayat, 

“Artinya : Maka bagaimanakah (halnya orang – orang kafir nanti), apabila Kami 
mendatangkan seorang saksi dari tiap – tiap umat dan Kami mendatangkan kamu” 
(Hai Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu” [An Nisaa’ : 41]

Beliau berkata pada Ibnu Mas’ud, “cukup”, Ibnu Mas’ud menceritakan, “Lalu aku 
menoleh kepada beliau, ternyata matanya meneteskan air mata” [Hadits Riwayat 
Al-Bukhari no. 5050)]

Maksudnya, bahwa beliau menangis saat disebutkannya kedudukan yang agung itu 
pada hari Kiamat kelak, yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tadi.

“Artinya : Maka bagaimanakah (halnya orang – orang kafir nanti), apabila Kami 
mendatangkan seorang saksi dari tiap – tiap umat dan Kami mendatangkan kamu” 
(Hai Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu” [An Nisaa’ : 41]

Yaitu terhadap umat beliau. Dan sejauh yang kami ketahui, tidak ada seorang 
ahlul ilmi pun yang menukil dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu’anhu bahwa ia 
mengucapkan “shadaqallahul azhim” ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
mengatakan, “cukup”. Maksudnya, bahwa, mengakhiri bacaan Al-Qur’an dengan 
ucapan “shadaqallahu azhim” tidak ada asalnya dalam syari’at yang suci. Tapi 
jika seorang melakukannya sekali-kali karena kebutuhan, maka tidak apa-apa.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh Ibnu Baz (7/329-331]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa – Fatwa Terkini Jilid 2, 
Penyusun : Syaikh Khalid al Juraisiy, Penerbit Darul Haq, Jakarta, Cetakan 
Pertama, Dzulhijjah 1424 H/Februari 2004 M] 


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke