Imam Al- Barbahari –rahimahullah-
Sang Pembasmi Bid’ah dan Ahlul Bid’ah 

Oleh
Ustadz Muhammad Ali Ishmah Al-Medani
   
Keras, tegas, tidak kompromi dengan bid’ah dan ahlul bid’ah, serta kokoh 
membela sunnah. Itulah Imam al-Barbahari, profil kita di edisi kali ini. Mari 
kita mengenalnya lebih dekat.
   
Nama, Kunyah dan Nasabnya
Beliau adalah seorang imam, panutan, mujahid, syaikh dari madzhab Hanbali dan 
tokoh mereka di masanya. Kunyah beliau adalah Abu Muhammad, sedangkan nama 
beliau adalah al-Hasan bin Ali bun Khalaf dan nisbah beliau adalah 
Al-Barbahari. Nisbah ini diambil dari kata barbahar yang artinya perkakas yang 
dibawa dari Hindia.
   
Tempat Lahir dan Perkembangan Beliau
Sumber-sumber data yang ada pada kami tidak menyebutkan sedikitpun tentang 
kelahiran dan perkembangannya. Akan tetapi, kita ketahui bahwa beliau lahir di 
Baghdad dan tumbuh di sana. Beliau memiliki pengaruh dan terkenal di sana, di 
kalangan orang awam, terlebih legi di kalangan khusus mereka.

Al-Barbahari bergaul dengan sahabat-sahabat Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah 
lainnya, Imam ahmad bin Hanbal rahimahullah. Beliau juga mengambil ilmu dari 
mereka. Dan karena mayoritas orang-orang Baghdad berpaham sunni, maka hal 
tersebut pun berpengaruh kepada beliau.
   
Guru-Guru dan Perjalanan Beliau Menuntut Ilmu
Sumber yang ada menceritakan bahwa beliau adalah orang yang sangat antusias 
dalam menuntut ilmu. Kebanyakan beliau mengambil ilmu dari murid-murid senior 
Imam Ahmad bin Hanbal. Akan tetapi tidak mendapatkan keterangan siapa saja yang 
menjadi guru beliau, kecuali dua orang saja, yaitu:
    
hmad bin Muhammad bin Al-Hajjaj bin Abdul Aziz Abu Bakr Al-Marwazi. Beliau 
seorang Imam, faqih dan muhaddits yang tinggal di Baghdad dan juga pengikut 
Imam Anmad. Beliau wafat sekitar Jumadil Ila tahun 275 H.
  
Sahl bin Abdillah bin Yunus At-Tustari Abu Ahmad. Beliau adalah seorang imam, 
‘abid (ahli ibadah) dan zahid (ahli zuhud). Beliau memiliki petuah-petuah, 
nasihat-nasihat, dan karamah-karamah. Belay wafat di bulah Muharram tahun 283 H 
dengan usia kurang lebih 80 tahun.
   
Kedudukan Intelektual dan Pujian Ulama Terhadap Beliau
Belaiu adalah seorang imam yang berwibawa dan selalu berkata benar. Beliau 
adalah da’i sunnah dan mengikuti atsar, memiliki pengaruh dan kehormatan di 
sisi sultan. Majelis beliau dipenuhi dengan halaqah-halaqah hadits, atsar dan 
fiqih. Dihadiri mayoritas ulama hadits dan fiqih.

Abu Abdillah Al-Faqih menyatakan: “Bila engkau mendapati seorang penduduk 
Baghdad mencintai Abul Hasan bin Basyar dab Abu Muhammad Al-Barbahari, 
ketahuilah dia adalah Ahlus Sunnah.”

Imam Adz-Dzahabi dalam Al-Ibar dan As-Siyar menyatakan: “Beliau adalah seorang 
yang faqih dan seorang syaikh dari madzhab Hanbali di Irak. Ucapan dan keadaan 
beliau memiliki pengaruh yang besar, kemuliaan yang sempurna, mengajak kepada 
atsar, tidak merasa takut cercaan orang yang mengolok dalam membela agama 
Allah…”

Ibnul Jauzi menyatakan, “Beliau memliki ilmu yang banyak, zuhud…keras terhadap 
ahlul bid’ah.”

Ibnu Katsir menyatakan, “Beliau adalah seorang yang alim lagi zuhud, ahli fiqih 
madzhab hanbali, pemberi nasihat…Beliau keras terhadap ahlul bid’ah dan 
maksiat, memiliki pengaruh yang besar, dia dimuliakan oleh orang-orang khusus 
dan awam.’
   
Zuhud dan Wara’nya
Abu Hasan bin Basyar menyatakan: “Beliau meninggalkan warisan ayahnya sebanyak 
70.000 dirham kerena wara’nya.”

Kata Ibnu Abi Ali, “Barbahari memiliki banyak mujahadah (kesungguhan) dan 
kedudukan dalam agama.”
   
Sikap Beliau Terhadap Ahli Bid’ah
Beliau keras dan tegas terhadap ahlul bid’ah. Menyerang mereka dengan tangan 
dan lisan. Dalam seluruh hal ini, beliau mengikuti dan menempuh jalan para Imam 
Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam menyikapi ahlul bid’ah. Beliau sangat antusias 
untuk menjaga kemurnian agama ini dan menjauhi seluruh bid’ah yang menempel 
padanya.seperti bid’ah Jahmiyah, Mu’tazilah (rasionalis), Asy’ariyah, Sufiyah, 
Syi’ah, Rafidhah, dan lain-lain.

Hal ni diungkapkan dalam karyanya seperti berikut: “Jauhilah olehmu 
bid’ah-bid’ah yang kecil, karena nantinya akan menjadi besar.” Dalam Syarhus 
Sunnah beliau mengatakan: “Ketahuilah, bahwa keluar dari ‘jalan lurus’ ada dua 
bentuk.

Pertama, seseorang tergelincir dari jalan ini sedangkan dia tidak mengingkan 
kecuali kebaikan. Maka jangan diikuti kekeliruannya. Kedua, seorang yang 
menentang kebenaran dan menentang orang-orang dahulu (salaf), orang tersebut 
sesat dan menyesatkan…”

“Jika engkau mendengar seseorang menyerang atsar dan tidak mau menerimanya, 
atau mengingkari sedikit saja hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wasallam, maka ragukanlah keislamannya karena jelek pendapat dan madzhabnya…”

“Ketahuilah, tidaklah sebuah bid’ah datang –sama sekali- kecuali karena 
keinginan, kehinaan, dan mengikuti teriakan orang yang berteriak…”

Perhatikanlah ucapan beliau ketika menyifati ahlul bid’ah: “Permisalan ahlul 
bid’ah seperti kalajengking. Dia menyembunyikan kepalanya dan tubuhnya di dalam 
tanah dan mengeluarkan ekornya. Bila mereka sudah kokoh beru menyengat. 
Begitulah ahlul bid’ah. Mereka bersembunyi di antara manusia. Bila telah kokoh, 
beru mereka mempropagandakan apa yang mereka inginkan.”

Sikap keras beliau terhadap mereka karena semangat beliau terhadap sunnah.
   
Murid-Murid Beliau
Banyak orang yang menuntut ilmu dan mengambil faidah dari beliau, diantaranya:
  
Seorang imam, panutan dan ahli fiqih, Abu Abdillah bin Ubaidillah bin Muhammad 
al-Ukbari, yang dikenal dengan dengan nama Ibnu Baththah. Wafat pada bulan 
Muharram tahun 387 H (Al-‘Ibar 2/171 dan As-Siyar 16/529)
  
Seorang imam, panutan, yang berbicara dengan hikmah, Muhammad bin Ahmad bin 
Isma’il al-Baghdadi Abul Husain bin Sam’un, seorang pemberi nasihat, benyak 
memiliki keistimewaan yang mengagumkan. Wafat pada pertengahan Dzulqa’dah 387 H.
  
Ahmad bin Kamil bin Khalaf bin Syarah bin Abu Bakr.
Muhammad bin Muhammad bin Utsman Abu Bakr.
Dan lain-lain.
   
Petikan dari Ucapan Beliau dan Sya’irnya
Ibnu Baththah berkata: “Aku pernah mendengar Al-barbahari berkata: ‘Bermajelis 
untuk saling memberi nasihat berarti membuka pintu faidah, dan bermajlis untuk 
berdebat berarti berarti menutup pintu faidah.’”

Sya’ir beliau:
“Barangsiapa yang jiwanya merasa puas dengan bekalnya.
dia merasa cukup dan menjadi muttabi’
alangkah indahnya sikap qana’ah
berapa banyak yang rendah menjadi tinggi
jiwa seseorang akan menjadi sempit bila kehilangan bekalnya.
Kalau dia bersabar dengan Rabb-nya,
niscaya menjadi lapang.”
Di antara karya beliau yang terkenal adalah Syarhus Sunnah.
  
Ujian yang Menimpa Beliau dan Wafatnya
Beliau memiliki pengaruh dan wibawa di kalangan masyarakat umum khusus memiliki 
pengaruh yang besar di sisi penguasa. Tapi, ahlul bid’ah terus menerus memusuhi 
beliau. Mereka berhimpun mempengaruhi sultan dan membakarnya. Hingga khalifah 
Al-Qahir memerintahkan seorang menterinya, Ibnu Muqilah di tahun 321 H. untuk 
menangkap beliau dan teman-temannya. Al-Barbahari bersembunyi, sedangkan 
rekan-rekannya yang senior ditangkap. Mereka digiring menuju Bashrah. Kemudian, 
Allah menghukum Ibnu Muqilah dengan menjadikan khalifah Al-Qahir balik 
membencinya. Dia melarikan diri dan jabatannya dicopot oleh Al-Qahir dan 
rumahnya dibakar. Akhirnya Al-Barnahari kembali kepada keluarganya.

Akan tetapi, ahlul bid’ah terus-menerus menghasut khalifah Ar-Radli hingga 
diumumkan di Baghdad bahwa semua sahahabat Imam Al-Barbahari dilarang 
berkumpul, walaupun hanya dua orang. Kemudian, beliau bersembunyi dan wafat 
dalam keadaan bersembunyi di bulan Rajab tahun 328 H. atau tahun 329 H. menurut 
penjelasan di Thabaqat Al-Hanabilah 2/44. beliau dikubur di rumah saudara 
perempuan Tuzun. Ketika beliau dikafankan dan bersama jenasah baliau ada 
seorang pembantu, dia menshalati beliau sendiri. Saudara perempuan Tuzun tadi 
melihat dari lubang kamar bahwa di rumah itu penuh dengan orang-orang yang 
berpakaian putih menshalati beliau. Dia menjadi takut dan mencari si pembantu 
kemudian dia menceritakan apa yang dilihatnya. Pembantu itupun bersumpah bahwa 
dia tidak membuka pintu.
   
Pernikahan Beliau
Sejarah menyebutkan bahwa di akhir umurnya, beliau menikah dengan seorang budak.

Seorang Allah merahmat beliau, sebagai seorang imam, panutan, sunni dan pedang 
yang terus terhunus terhadap ahlul bid’ah dan orang zindiq.
   
Sumber Riwayat Beliau
    
Thabaqat Al-Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la 2/18-45.
Al-Muntadhan, Ibnu Jauzi 14/14-15.
Al-Kamil fit-Tarikh, Ibnul Atsir 8/278.
Al-‘Ibar fi Khabariman Ghabar, Adz-Dzahabi 2/33.
As-Siyar, Adz-Dzahabi 15/90-95.
Tarikhul Islam, Adz-Dzahabi hal.258-260.
Al-Bidayah, Ibnu Katsir 11/213-214.
Al-Wafi, Ash-Shafadi 12/146-147.
Mir’atul Jinan, Al-Yafi’i 2/286-287.
Syadzarat Adz-Dzahab, Ibnul Ma’ad 2/319-323.
Al-Minhal Ahmad, Ulaimi 2/26-39.
Al-Manaqibul Imam Ahmad, Ibnul Jauzi, hal 512-513.
Al-Maqshadul Arsyad, Ibnu Muflih 1/228-230.
Jami’ul Jayasy, Yusuf Abdul Hadi 4/8113.
Al-A’lam, Az-Zarkali 2/201.
Mu’jamul Mu’allifin, Ridha Kahalah 3/253.
Tarikh Turats Arabi, Sazkin 1/3/234-235.

Maraji’:
Syarhus Sunnah hal. 13-12.
Siyar A’lamin Nubala’ 15/90-95.
Al-Ansab, As-Sam’ani 1/307-308.
(Disalin dari Majalah Salafy, Edisi XVIII/ SHAFAR/ 1418/1997))
Sumber:
http://salafiyunpad.wordpress.com/2007/10/27/imam-al-barbahari-%e2%80%93rahimahullah-sang-pembasmi-bidah-dan-ahlul-bidah/#more-76
 

====
dafiq amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ikhwani,
Ada yang tahu biografi imam al-Barbahaari pengarang
syarhussunnah? mohon pencerahannya...

Syukron,

akhukum

Abu Najwa-Batam


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke