Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ...

Dalam beragama, seorang muslim perlu berpegang pada hadits-hadits yang
shahih dan tidak berpegang pada hadits-hadits yang dha'if apalagi maudhu'
(palsu). Dalam artian, seorang muslim perlu membedakan dan selektif dengan
hadits-hadits yang ada. Dan hanya mengamalkan hadits hadits yang shahih atau
minimalnya yang derajatnya hasan.

Kenapa perlu adanya seleksi dalam masalah hadits??
Jawabnya karena dalam upaya mengamalkan ajaran Islam secara MURNI
sebagaimana yang dimaui oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Adapun
hadits yang dha'if dan maudhu' itu bukan berasal dari Nabi
Shallallahu'alaihi wa sallam.

Maka dari itu para Imam Ahlussunnah selalu mengajak untuk berpegang pada
hadits yang shahih.
Berkata Imam Abu Hanifah,
"Apabila hadits itu shahih, maka hadits itu adalah madzhabku." (Muhammad
Nashiruddin Al Albani, Shifat Shalat Nabi, Gema Risalah Press, Bandung, Cet.
ke-10, Februari 1992, hal. 14).

Berkata juga hal senada dari Imam Malik bin Anas,
"Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam kecuali
dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan, kecuali Nabi
Shallallahu'alaihi wa sallam." (Idem, hal. 17).

Berkata pula Imam Asy Syafi'i,
"Tidak ada seorang pun kecuali dia harus bermadzhab dengan Sunnah Rasulullah
...." (Idem, hal. 19).
"Apabila hadits itu shahih, maka dia adalah madzhabku." (Idem, hal. 19).

Perkataan para Imam tersebut maknanya adalah kaum muslimin harus mengikuti
hadits hadits yang benar benar berasal dari Nabi Shallallahu'alaihi wa
sallam dan meninggalkan hadits hadits yang dha'if. Semua ini dalam rangka
menuju pengamalan ajaran Islam secara MURNI sebagaimana yang dikehendaki
oleh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam.


Kemudian,
Bagaimana halnya dengan Jama'ah Tabligh??

Jama'ah Tabligh tidak membedakan (tidak selektif) dalam masalah hadits.
Tidak membedakan mana yang shahih dan mana yang dha'if. Kenapa bisa seperti
itu? Jawabnya karena memang mereka tidak peduli dengan selektifitas hadits!
Buktinya adalah ada pada buku pegangan mereka sendiri yaitu Tablighi Nishab.
Berkata Syaikh Salim bin 'Ied al Hilaly,

"Kitab mereka yang bernama "Tablighi Nishab" sarat dengan hadits hadits yang
seperti itu (dha'if dan palsu)." (Syaikh Salim bin 'Ied al Hilaly,
Jama'ah-Jama'ah Islam Jilid 2, terj. Abu Ihsan Al Maidani Al Atsary, Pustaka
Imam Bukhari, Cet. 1, Oktober 2004, hal. 309).

Perlu dicatat, bahwa buku pegangan tersebut yaitu Tablighi Nishab atau
Fadhaail Amal telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa KECUALI bahasa
Arab, karena khawatir kesesatan dalam buku tersebut diketahui oleh para
ulama. (Lihat, Idem, hal. 309).

Karena mereka tidak selektif dalam masalah hadits, maka jangan heran bila
mereka selalu berdalil dengan hadits hadits yang dha'if atau palsu
sekalipun. Karena memang mereka tidak peduli dalam masalah ini. Berkata
Ustadz Abdul Hakim yang saya hormati,

"Diantara bid'ah besar Jama'ah Tabligh ialah bahwa mereka selalu berdalil
dengan hadits-hadits yang dla'if, sangat dla'if, maudhu'/palsu dan
hadits-hadits yang tidak ada asal-usulnya sama sekali (laa ashlaa lahu)".
(Abdul Hakim bin Amir Abdat, Sudahkah Anda Mengenal Jama'ah Tabligh?, Darul
Qalam, Jakarta, Cet. I, 2003, hal. 47).

Bila demikian keadaan Jama'ah Tabligh, maka bagaimana sikap keilmiahan dalam
beragama akan dibangun sedangkan mereka sendiri tidak peduli dengan shahih
atau tidaknya hadits??
Pertanyaan lanjutannya, bila tidak peduli dengan shahih atau tidaknya
hadits, maka bagaimana mereka akan mengajak manusia kepada ajaran Islam yang
MURNI sebagaimana yang dikehendaki oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa
sallam??
Pertanyaan lanjutannya, maka persatuan apa yang akan mereka seru?? Bila
mereka mendengungkan persatuan, tentu persatuan yang semu. Bukan persatuan
yang dikehendaki oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam, tetapi
persatuan model mereka sendiri.


Wassalamu'alaikum

Abu Isa Hasan Cilandak
al Faqir ila Allah

----- Original Message ----- 
  7. Tanya jamaah tablig
  Posted by: "pambudi" [EMAIL PROTECTED]   smilegung
  Fri Dec 28, 2007 5:16 am (PST)
  Assalamualaikum wr. wb.
  ikhwah sekalian ana mohon klo ada yang punya artikel tentang study khusus
jamaah tablig mohon ana di bagi, via japri aja. soalnya disini lagi marak
  Wassalamualaikum

  Pambudi





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke