Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ...

Ada hadits,
Dari 'Aisyah radhiyallahu'anhuma, dia bercerita, Rasulullah
Shallallahu'alaihi wa sallam pernah bersabda ketika beliau sakit dan dalam
keadaan berbaring:
"Allah melaknat orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Mereka telah
menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah."
'Aisyah berkata: "Kalau bukan karena (laknat) itu niscaya kuburan beliau
akan ditempatkan di tempat terbuka, hanya saja beliau takut kuburannya itu
akan dijadikan sebagai masjid." (HR. Bukhari (III/156, 198 dan VIII/114),
Muslim, (II/67)).

Hadits ini dan juga hadits-hadits yang lain yang semisal dengannya,
merupakan dalil larangan menjadikan kuburan para Nabi sebagai masjid atau
tempat shalat.
Kalau kuburan para Nabi saja dilarang, apalagi kuburan orang-orang biasa
yang bukan Nabi, tentu patut lagi mendapat larangan. Masjid dan kuburan
tidak boleh bersatu di dalam Islam. Kemudian kita ketahui pula bahwa ini
adalah juga ketetapan dalam madzhab Syafi'i, yaitu pengharaman pembangunan
masjid di atas kuburan. Maka dari itu amat  disayangkan bila kaum muslimin
yang mengaku bermadzhab Syafi'i ternyata bersebrangan dengan Imam Syafi'i
sendiri. Berkata Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullah,

"Oleh karena itu, saya (Syaikh Albani) dapat memastikan bahwa pengharaman 
pembangunan masjid di atas kuburan merupakan (ketetapan) madzhab asy 
Syafi'i, apalagi beliau telah dengan jelas menyatakan karahah (membenci) 
setelah menyebutkan hadits: "Allah memerangi orang-orang Yahudi dan 
orang-orang Nasrani, karena mereka telah menjadikan makam Nabi-Nabi mereka 
sebagai masjid," sebagaimana yang telah disampaikan terdahulu. Dengan 
demikian, tidak aneh jika al Hafizh al 'Iraqi -yang dia penganut madzhab asy 
Syafi'i- secara lantang mengharamkan pembangunan masjid di atas kuburan, 
sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Wallahu'alam." (Syaikh 
Muhammad Nashiruddin al Albani, Tahdziirus Saajid min Ittikhaadzil Qubuur 
Masaajid, terj. Larangan Shalat di Masjid yang dibangun di Atas Kubur, M. 
Abdul Ghoffar, Pustaka Imam Asy Syafi'i, Bogor, Cet. I, 2004 M, hal. 70-71).

Solusinya adalah shalat di masjid yang tidak ada kuburannya. Dan insya Allah
ada yang TERDEKAT dengan rumah saudara meski mungkin agak jauh tapi itulah
yang terdekat dan yang tidak ada kuburannya.


Wassalamu'alaikum

Abu Isa Hasan Cilandak
al Faqir ila Allah


----- Original Message ----- 
  13a. Tanya soal mesjid yg ada kuburannya
  Posted by: "hans" [EMAIL PROTECTED]   hans_cherza
  Thu Jan 3, 2008 10:37 pm (PST)
  Assalamu'alaykum

  Saudara seiman dan se akidah ana mau tanya seputar mesjid yg ada
kuburannya nih. Di mesjid deket rumah ana di halamannya tepat depan kita
solat , yaitu dibalik tembok depan(imam) ada kuburan2 yg ktnya org2 soleh
gt. gimana hukumnya yaa?? dan sampe skr ana blm nemuin mesjid yg deket dr
rmh ana trs bagaimana penyelesaiannya ?? terima kasih

  wassalamu'alaykum

  hans





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke