Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, pada akhir-akhir ini, non muslim eropa atau amerika ataupun australia yang sering kita kenal dengan orang-2 barat (biasanya berkulit putih, plus orang hitam atau negro yang anak beranak disana) khususnya yang tinggal di kota-2 besarnya, mereka cukup tahu mengenai Islam dan orang-2 Islamnya.
Pengalaman ana, mereka tidak sembarangan main tangkap, ataupun bertindak kasar, dsb. Saran ana janganlah khawatir apalagi takut, tenang-2 saja dan sewajarnya, mereka tidak akan berbuat semena-mena, memang kita ini bukanlah kelompok perusak, pembunuh dan tidak ada sama sekali niat kita kesana, karena memang manhaj kita bukan seperti firqoh-2 yang lain. Semua tahu segala tindakan kita khususnya dalam agama harus semestinya diatas ilmu, bukan diatas hawa nafsu. Saran ana lagi, berusahalah antum tersenyum bila pihak imigrasi melemparkan senyum, sempatkan melempar greeting bila antum menghadap ke counter mereka. Berusahalah antum berbaik sangka dan kooperative dalam segala process pertanyaan dan permintaan yang mereka minta. Bagi ana ini adalah salah satu da'wah tingkah laku kepada mereka, bahwa muslim yang bermanhaj selamat ini mempunyai akhlaq mulia. Pelajaran ana, tidak sedikit dari mereka (petugas immigrasi) sudah sangat capek dengan tingkah propaganda para politikus dan media. Mereka menyadari tidak semua orang-2 Islam akan berniat jelek (apalagi bagi kita yang bermanhaj lurus), tapi karena merupakan tugas mereka sudah dipundaknya akhirnya terpaksa mereka lakukan segala apa yang ditugaskan, maklumilah. Ana beri contoh, umpama bila mereka meminta antum membuka sepatu atau sendal dan antum harus masuk kelorong scanner, meminta supaya apa yang dikantong harus dikeluarkan dsb. lapangkan hati antum, anggaplah antum membantu agar tugas mereka terpenuhi. Janganlah mengeluarkan banyak pertanyaan yang macam apalagi pertanyaan dengan nada protes plus sinis, dsb. Ini supaya jalannya antum juga lancar, perlu kita ingat lagi bahwa YANG PENTING ANTUM BUKAN ORANG-2 JELEK, jangan merasa martabat antum di injak-2 seperti pernah ana lihat pada beberapa orang muslim dari kalangan arab dan pakistan, bukanya kelancaran yang didapat, akhir tertahan berjam-2 hingga satu-dua hari. Jadi wajar-2 saja. Nasihat ana lagi, janganlah antum langgar manhaj antum dalam menta'ati syari'at Allah azza wajall, seperti memangkas jenggot dan ber-ISBAL. Urusan ini Allah subhana wata'ala tidak akan membiarkan antum dalam keadaan tak tertolong, lihatlah Kalam Allah tabaroka wa ta'ala dalam surat Muhammad ayat 7: "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." Ana berdo'a buat antum semoga Allah azza wajall memperkuat ke-Istiqomahan antum dalam Islam dan Sunnah. Kepada Allah-lah kita memohon dan hanya kepada-Nya-lah kita menyembah. Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid Ahmad Sibil New York ----- Original Message ---- From: Mukarram Ibrahim <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, January 22, 2008 4:40:21 AM Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Akhi, Semoga ALLAH memperlancar urusan antum tanpa perlu memendekkan janggut. Mungkin ada baiknya kalau antum persiapkan invitation letter dari perusahaan di Belanda untuk antisipasi. Ana biasanya kalau ada hambatan di imigrasi selalu tunjukkan bukti2 urusan dinas, undangan exhibition dll, Alhamdullillah walau tidak selancar orang lain tetapi tetap bisa lewat. Wassalam, Abu'Azzam ----- Original Message ----- From: prijosunoto To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Tuesday, January 22, 2008 1:05 PM Subject: [assunnah] Jengot vs Penugasan ke luar negeri Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kantor saya berencana mengirim saya ke Eropa (Belanda) dalam waktu dekat . Masalah saya adalah: saya di'saran'kan dengan sangat oleh para atasan saya untuk memendekkan jenggot saya yang dianggap panjang (segenggaman pangan saya). Hal itu untuk menghilangkan resiko saya tertahan di keimigrasian bandara negara2 tujuan di eropa karena menurut para atasan saya, pihak keimigrasian sana sangat berhati-hati / curiga dengan sesuatu yang berbau islam (wajah saya agak 'arab') yang hal itu bisa menghambat dan merusak jadwal kegiatan saya di eropa. Pertanyaan saya: 1. Saya belum pernah pergi ke eropa. Apakah ada yang dapat memberikan gambaran apakah benar pihak keimigrasian negara2 eropa demikian sensitif terhadap jenggot? Memang saya sendiri punya rekan kerja orang Belanda yang juga berjenggot, tapi karena wajahnya bule, sementara saya agak mirip Arab, pasti mereka akan mengenali saya sebagai orang Islam. 2. Bagaimana hukumnya jika saya memendekkan jenggot saya hanya untuk sementara waktu (lebih kurang 1 bulan) supaya tidak perlu mengalami 'keribetan' akibat tertahan di keimigriasin bandara? Atas masukan para guru dan atau saudara-saudara semua, saya doakan, jazaakumullahi khoiron, Wassalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
