From: ary susanti
Sent: Monday, January 21, 2008 12:13 AM
Assalamu'alaykum
apakah sama sunnah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam dengan ibadah
sunnah (tidak wajib). Contoh ibadah sholat hukumnya wajib, tapi ibadah puasa 
senin kamis hukumnya sunnah (tidak wajib).
Dimana sunnah artinya bila dikerjakan mendapat pahala tidak dikerjakan tidak 
apa2.
Terima kasih sebelumnya,
Jazakumullah khoir.
- ummu 'abbas
=================

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Terlampir dua artikel yang cukup memadai untuk penjelasan istilah “sunnah”.
Wassalam,
Dewanto

PENGERTIAN SUNNAH

oleh: Syaikh Dr. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi

Arti sunnah secara bahasa adalah Thariqah dan Sirah 1 (jalan, perjalanan 
hidup). Para ulama ahli bahasa berbeda pendapat: apakah arti sunnah itu tebatas 
pada jalan yang baik saja atau mencakup di dalamnya jalan yang baik dan jalan 
yang buruk?

Pendapat yang benar bahwa yang dimaksud dengan sunnah secara bahasa adalah 
jalan yang baik dan buruk.

Di antara dalilnya yaitu sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:

مَنْ سَنَّ فِي الإ سْلاَ مِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَ جْرُهَا وَأَ جْرُ مَنْ 
عَمِلَ بِهَا ، وَ مَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ ِوزْرُ هَا وَوِزْرُ 
مَنْ عَمِلَ بِهَا

“Barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam sunnah yang baik, maka bagi dia 
pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya. Barangsiapa yang mencontohkan 
sunnah yang jelek, maka atasnya dosa dan dosa orang yang mengerjakannya.” 
[HR.Muslim]

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam membagi sunnah dalam hadits tersebut 
menjadi sunnah yang baik dan sunnah yang buruk.

Adapun pegertian sunnah menurut istilah, disana terdapat pengertian menurut 
istilah ahli hadits dan menurut istilah ahli ushul dan ahli fiqih.

Sunnah menurut istilah ahli hadits yaitu, ”apa yang disandarkan kepada Nabi 
shallallhu ’alaihi wa sallam baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, atau 
sifat, baik fisik; akhlah, maupun perjalanan hidup, sebelum diangkat menjadi 
Nabi atau sesudahnya.”2

Adapun menurut istilah ahli ushul yaitu, ”diungkapkan untuk setiap perkara yang 
dinukil dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang tidak terdapat dalam 
al-Qur’an, tetapi diungkapkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, baik 
sebagai penjelasan al-Qur’an maupun tidak.” 3 

Sementara menurut istilah ahli fiqih: ”diungkapkan untuk setiap perkara yang 
bukan wajib, dikatakan sesuatu itu sunnah yaitu bukan fadhu atau wajib, dan 
tidak pula haram atau makruh.” 4

Namun makna sunnah menurut kebanyakan kalangan salaf lebih luas dari itu, 
karena mereka mengartikan sunnah dengan makna yang lebih luas dari makna 
menurut ahli hadits, ahli ushul, dan ahli fiqih. Mereka mengartikan sunnah 
sebagai setiap perkara yang sejalan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah 
shallallahu ’alaihi wa sallam serta para sahabatnya baik perkara i’tiqad maupun 
ibadah, dan lawannya (lawan sunnah-ed-) adalah bid’ah.

Dikatakan si fulan berada di atas sunnah, jika amalan-amalan sejalan dengan 
Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

Juga dikatakan si fulan di atas bid’ah, jika amalannya menyelisihi al-Qur’an 
dan as-Sunnah atau salah satunya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, ”Istilah sunnah menurut 
ungkapan salaf mencakup sunnah dalm ibadah maupun i’tiqad, walaupun kebanyakan 
para penulis tentang sunnah menggunakannya untuk perkara-perkara i’tiqad.” 5 

Beliau rahimahullah berkata: ”As-Sunnah adalah pedoman yang Rasulullah 
shallallahu ’alaihi wa sallam berada di atasnya berupa keyakinan, maksud, 
ucapan dan amalan.” 6 

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “ Kebanyakan para ulama mutaakhirin 
mengkhususkan sunnah pada perkara yang berkaitan dengan i’tiqad, karena itu 
merupakan pokok agama dan yang menyelisihinya berada dalam bahaya yang besar.” 7

Penulis (Syaikh Dr. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi) berkata: Lafazh sunnah 
jika diungkapkan dalam bab i’tiqad, maka yang dimaksud adalah agama secara 
sempurna, tidak sebagaimana yang diistilahkan oleh ahli hadits, ahli ushul atau 
ahli fiqih.

Ibnu Rajab menambahkan, ”as-Sunnah adalah jalan yang ditempuh, mencakup: 
berpegang dengan pedoman yang ditempuh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan 
para kalifahnya yang rasyidin, baik berupa i’tiqad, amalan maupun ucapan…”8 

[Kun Salafiyyan ’alal Jaddah. Syaikh Dr. Abdussalam bin Salim as-Suhaimi. Edisi 
Indonesia: Jadilah Salafi Sejati. Pustaka at-Tazkia]
—————————
footnote:
1. An-Nihayah karya ibnul Atsir [2/490], dan Lisan al-Arab [17/89]
2. Qawaidu at-Tahdts karya al-Qasimi [hal. 64]
3. Ushul al-Ahkam karya al-Amidiy [1/169]
4. Syarh al-Kaukab al-Munir [2/160]
5. Al Amru bil Ma’rufi wan Nahyu ‘Anil Munkar [hal. 77]
6. Al-Hamawiyah [hal. 2]
7. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam [hal. 249]. Oleh karena itu banyak penulis yang 
menggunakan kata sunnah untuk makna ini seperti, As Sunnah karya Imam Ahmad, As 
Sunnah karya Abu Daud as-Sijistani, As Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim, As Sunnah 
karya Abdullah bin Imam Ahmad, As Sunnah karya Ibnu Abi Hatim ar-Razi dan yang 
lainnya.
8. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam [hal. 262]
=
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=122


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke