SIAPAKAH MIRZA GHULAM AHMAD?-2/2-

Oleh
Muhammad Ashim
http://www.almanhaj.or.id/content/2329/slash/0

CACIAN-CACIAN MIRZA GHULAM AHMAD KEPADA SETERUNYA
Dia pernah mengatakan, melalui “wahyu” yang konon diterimanya, bahwa salah 
seorang seterunya akan mati pada waktu tertentu. Tetapi ternyata, seteru yang 
ia sebutkan tidak mati. Maka para ulama pun menyanggahnya dengan mengatakan : 
“Engkau katanya nabi, tidak berbicara kecuali dengan wahyu. Bagaimana mungkin 
janji Allah tidak tepat?”

Menanggapi bantahan dari para ulama ini, Mirza Ghulam Ahmad bukannya memberi 
jawaban dengan bukti dan dalil, tetapi justru melontarkan cacian : “Orang-orang 
yang menentangku, mereka lebih najis dari babi” [Najam Atsim, hal. 21, karya 
Ghulam Ahmad]

Cacian-cacian lain yang keluar dari Mirza Ghulam Ahmad ini sudah sangat 
keterlaluan. Sebab orang-orang umum saja tidak akan sanggup mengatakannya.

Sang anak, Mahmud Ahmad bin Ghulam pernah mendengar ada orang yang mencaci 
orang lain dengan sebutan “hai anak haram”, maka ia (Mahmud Ahmad) mengatakan : 
“Orang seperti ini, pada masa Umar dihukum pidana pukul karena melakukan qadzaf 
(tuduhan zina). Tetapi sekarang, dapat di dengar seseorang mencela orang lain 
dengan celaan itu, namun mereka tidak bereaksi. Seolah-olah celaan ini tida ada 
artinya di mata mereka” [Khutbah Al-Jum’ah, Mahmud Ahmad bin Ghulam, Koran 
Al-Fadhl, 13 Februari 1922M]

Tetapi ironisnya, ayahnya justru pernah mencela seorang ulama dengan ucapan 
“hai anak pelacur”. (Najim Atsim, hal. 228, karya Ghulam Ahmad). Mengacu kepada 
pernyataan Mahmud Ahmad, bukankah berarti Mirza Ghulam ini pantas untuk dihukum 
pukul? Dan ucapan itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tetapi sangat 
sering dilontarkan ayahnya “sang mujaddid akhlak”.

Contoh lainnya, di dalam khutbahnya, ia pernah menyampaikan : “Itu adalah 
kitab. Akan dilihat oleh setiap muslim dengan penuh kecintaan dan sayang serta 
ia mendapatkan manfaat darinya. Dia akan menerima dan membenarkan dakwahku, 
kecuali keturunan-keturunan para pelacur yang telah Allah kunci hati mereka. 
Mereka tidak akan menerima” [Mir’atu Kamalati Al-Islam, hal. 546, karya Ghulam 
Ahmad]

Begitulah contoh akhlak Mirza Ghulam Ahmad. Semoga kita terlindung dari 
perbuatan tercela.

KOMENTAR MIRZA GHULAM AHMAD TERHADAP RASULULLAH MUHAMMAD
Banyak orang yang celaka muncul di muka bumi karena mencela para rasul, tetapi 
tidak banyak yang sekaliber Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya, dalam 
mencela para rasul, “mencuri” kenabian. Allah berfirman.

“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan 
terhadap Allah …” [Al-An’am : 93]

Dia mengklaim sebagai nabi dan rasul-Nya, seperti yang dilakukan oleh 
Musailamah dan Al-Aswad An-Ansi. Langkah berikutnya, ia mengaku sebagai orang 
yang paling utama dari dari seluruh nabi dan rasul. Sebagaimana ia menyatakan 
dirinya telah dianugerahi segala yang telah diberikan kepada seluruh para nabi 
(Durr Tsamin, hal. 287-288, karya Ghulam Ahmad). Dalam pernyataan yang lain, ia 
mengatakan, sesungguhnya Nabi (Muhammad) mempunyai tiga ribu mukjizat saja. 
“Sedangkan aku memiliki mukzijat lebih dari satu juta jenis”, kata Ghulam 
Ahmad” [Tadzkirah Asy-Syahadatain, hal. 72, karya Ghulam Ahmad]

Di lain tempat, katanya, Islam muncul bagaikan perjalanan hilal (bulan, dari 
kecil), dan kemudian ditaqdirkan mencapai kesempurnaannya di abad ini menjadi 
badr (bulan pernama), dengan dalil (menurutnya)…. (Khutbah Al-Hamiyah, hal. 
184, karya Ghulam Ahmad), sebuah tafsiran yang kental nuansa tahrifnya 
(penyelewengan), layaknya perlakuan kaum Yahudi terhadap Taurat. Sebuah makna 
yang tidak dikehendaki Allah, tidak pernah disinggung Nabi Shallallahu ‘alaihi 
wa sallam ataupun terbetik di benak salah seorang sahabat, para imam dan ulama 
tafsir. Demikian salah satu trik untuk merendahkan kedudukan Nabi Muhammad 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Salah seorang juru dakwah mereka, juga tidak ketinggalan ikut membeo 
merendahkan martabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan : 
“Sesungguhnya Muhammad pernah sekali datang kepada kami. Pada waktu itu, beliau 
lebih agung dari bi’tsah yang pertama. Siapa saja yang ingin melihat Muhammad 
dengan potretnya yang sempurna, hendaknya ia memandang Ghulam Ahmad di Qadian” 
[Koran milik Qadiyaniah, Badr, 25 Oktober 1902M]

KRITIK SANG NABI PALSU TERHADAP BEBERAPA NABI
Mirza Ghulam Ahmad pernah berkomentar tentang Nabi Isa : “Sesungguhnya Isa 
tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang shalih. Sebab orang-orang 
mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik” 
[Hasyiyah Sitt Bahin, hal. 172, karya Ghulam Ahmad]

Komentar miring lainnya, menurutnya, Isa cenderung menyukai para pelacur. 
Karenanya nenek-neneknya adalah termasuk pelacur [Dhamimah Anjam Atsim, 
Hasyiyah, hal. 7, karya Ghulam Ahmad]

Anehnya, meski perkataan yang keluar dari mulutnya sangat kotor, tetapi 
ternyata Mirza Ghulam Ahmad “bersabda” dalam hadits palsunya : “Sesungguhnya 
celaan, makian, bukan perangai orang-orang shidiq. Dan orang yang beriman, 
bukanlah orang yang suka melaknat” [Izalatul Auham, hal. 66]

CACIAN MIRZA GHULAM AHMAD KEPADA PARA SAHABAT
Para sahabat pun tidak lepas dari cercaan yang dilancarkan Ghulam Ahmad. 
Termasuk penghulu para remaja/pemuda di surga kelak, yaitu Hasan, Husain, juga 
Abu Bakar dan Umar

Mirza Ghulam Ahmad ini mengataan : “Orang-orang mengatakan aku lebih utama dari 
Hasan dan Husain. Maka aku jawab, ‘Itu benar. Aku lebih utama dari mereka 
berdua. Dan Allah akan menunjukkan keutamaan ini” [I’jaz Ahmadi, hal. 58, karya 
Ghulam Ahmad]

Salah seorang anaknya dengan congkak berkata : “Dimana kedudukan Abu Bakar dan 
Umar (tidak ada apa-apanya) bila dibandingkan dengan kedudukan Mirza Ghulam 
Ahmad? Mereka berdua saja tidak pantas untuk membawa sandalnya” [Kitab 
Al-Mahdi, Pasal 304, hal. 57, karya Muhammad Husain Al-Qadiyani]

Tentang Abu Hurairah, Ghulam Ahmad mengatakan : “Abu Hurairah orang yang dungu. 
Dia tidak memiliki pemahaman yang lurus” [I’jaz Ahmadi, hal. 140]

Perhatikan! Padahal ia sendirilah orang yang dungu, lagi bodoh. Lihat 
pengakuannya : “Sesungguhnya ingatanku sangat buruk. Aku lupa orang-orang yang 
sering menemuiku” [Maktubat Ahmadiyah, hal. 21]

KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD
Menyaksikan sepak terjangnya yang kian menjadi, maka para ulama saat itu 
berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad, agar ia bertaubat dan berhenti 
menyebarkan dakwahnya yang sesat. Nasihat para ulama ternyata tidak membuahkan 
hasil. Dia tetap bersikukuh tidak memperdulikan. Akhirnya, para ulama sepakat 
mengeluarkan fatwa tentang kekufurannya. Di antara para ulama yang sangat kuat 
menentang dakwah Mirza Ghulam Ahmad, adalah Syaikh Tsanaullah.

Mirza Ghulam Ahmad sangat terusik dengan usaha para ulama yang mengingatkannya. 
Akhirnya dia mengirimkan surat kepada Syaikh Tsanaullah. Dia meminta agar 
suratnya ini dimuat dan disebarkan di majalah milik Syaikh Tsanaullah.

Di antara isi suratnya tersebu, Mirza Ghulam Ahmad tidak menerima gelar 
pendusta, dajjal yang diarahkan kepadanya dari para ulama masa itu. Mirza 
Ghulam Ahmad menganggap dirinya, tetap sebagai seorang nabi, dan ia menyatakan 
bahwa para ulama itulah yang pendusta dan penghambat dakwahnya.

Sang nabi palsu ini menutup suratnya dengan do’a sebagai berikut :

“Wahai Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan 
di hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka 
membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan malam hari, maka 
binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan 
kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

Wahai Allah ! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas 
kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah 
dia dengan penyakit ganas, seperti tha’un, kolera atau penyakit lainnya, saat 
aku masih hidup. Amin”

Begitulah bunyi do’a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do’a mubahallah. Dan benarlah, 
do’a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. 
Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do’anya itu, yaitu pada tanggal 26 
bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla 
dengan penyakit kolera, yang dia harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah. Di akhir 
hayatnya, saat meregang nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya : “Aku 
terkena penyakit kolera”. Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai 
akhirnya meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat 
puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti 
ajarannya juga ikut mati?. Ternyata kian tersebar di tengah masyarakat. 
Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar tidak 
terjerat dengan berbagai ajaran sesat.

Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran, 
dan berilah kami kekuatan untuk melakukannya. Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada 
kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk 
menjauhinya.

[Sumber Al-Qadiayaniyah Dirasat Wa Tahtil, karya Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir, 
Idarati Turjuman As-Sunnah, Lahore Pakistan, tanpa tahun]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan 
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton – 
Gondangrejo Solo, 57183] 

_________________________________________________________________
Easily manage multiple email accounts with Windows Live Mail!
http://www.get.live.com/wl/all


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke