From:"dedi rinaldi" [EMAIL PROTECTED]
Date: Fri Jan 4, 2008 10:36 pm 
Assalamu'alaikum
APakah pembagian tauhid menjadi tiga bisa dikatakan bid'ah?
Adakah artikel yang tentang ini?
syukran atas jawabannya
Abu Salsabil Dedi Rinaldi
==

Alhamdulillah,
Jawaban pertanyaan diatas, saya copy dari almanhaj

PEMBAGIAN TAUHID

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Al-Atsari
http://www.almanhaj.or.id/content/2333/slash/0

Pertanyaan
Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Al-Atsari ditanya : Selama ini dalam berbagai 
kesempatan, saya banyak mendengar dari orang-orang yang mengatakan bermanhaj 
dan beraqidah Salaf, membagi tauhid menjadi Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah 
dan Tauhid Asma wa Sifat. Dari manakah pembagian ini, mengingat di dalam 
Al-Qur’an dan hadits tidak disebutkan. Dan menurut kami, hal itu tidak didapati 
pula pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun shahabat. 
Bukankah pernyataan tersebut termasuk suatu perkara baru (muhdats) dan tidak 
ada dalilnya?

Jawaban
Kami katakan, bahwa pembagian yang disyaratkan tersebut kedudukannya seperti 
pembagian para pakar ilmu Nahwu terhadap kata dalam bahasa Arab menjadi isim 
(nama), fi’il (kata kerja) dan harf (imbuhan). Apakah yang demikian itu suatu 
hal tercela, padahal sesuai dengan kenyataan dan hakekat perkaranya.

Betapa tepatnya perkataan Syaikh Bakr Abu Zaid dalam risalahnya “At-Tahdzir” 
halaman 30 berkisar pembagian tauhid. Kata beliau : “Pembagian ini adalah hasil 
istiqra (telaah) para ulama Salaf terdahulu seperti yang diisyaratakan oleh 
Ibnu Mandah dan Ibnu Jarir Ath-Thabari serta yang lainnya. Hal ini pun diakui 
oleh Ibnul Qayim. Begitu pula Syaikh Zabidi dalam “Taaj Al-Aruus” dan Syaikh 
Syanqithi dalam “Adhwa Al-Bayaan” dan yang lainnya. Semoga Allah merahmati 
semuanya

Ini adalah hasil telaah yang paripurna dari nash-nash syar’i , seperti yang 
dikenal dalam setiap bidang ilmu. Seperti hasil tela’ah pakar ilmu Nahwu 
terhadap bahasa Arab menjadi : isim, fi’il dan harf. Dan orang-orang Arab tidak 
mencela dan melecehkan para pakar Nahwu tersebut terhadap hasil tela’ahnya”.

Berkata Syaikh Al-Baijuri dalam “Syarh Jauharah At-Tauhid” halaman 97. Firman 
Allah ; ‘Alhamdulillahir rabbil ‘alamiin’, mengisyaratkan pada pengakuan 
‘Tauhid Rububiyah, yang konsekwensinya adalah pengakuan terhadap Tauhid 
Uluhiyah. Adapun konsekwensi Tauhid Uluhiyah adalah terlaksananya Ubudiyah. Hal 
ini menjadi kewajiban pertama bagi seorang hamba untuk mengenal Allah Yang Maha 
Suci. Kata beliau selanjutnya : “Kebanyakan surat-surat Al-Qur’an dan 
ayat-ayatnya mengandung macam-macam tauhid ini, bahkan Al-Qur’an dari awal 
hingga akhir menerangkan dan mengejawantahkan (menjelaskan)”.

Kami katakan : “Sesungguhnya pembagian tauhid menjadi tiga ini, dikandung dalam 
banyak surat di dalam Al-Qur’an Al-Karim. Yang paling tampak serta paling jelas 
adalah dalam dua surat, yaitu Al-Fatihah dan An-Naas, dimana keduanya adalah 
pembuka dan penutup Al-qur’an.

Oleh karena itu firman-Nya Yang Maha Suci ; ‘Alhamdulillahir rabbil ‘alamiin’, 
mengandung pengukuhan akan ke-rububiyah-an Allah Jalla wa Alaa terhadap seluruh 
makhluk-Nya, dan firman-Nya Yang Maha Suci : ‘Ar-Rahmanir Rahiim Maliki Yaumid 
Diin’ di disini mengandung pengukuhan terhadap sifat-sifat-Nya Yang Maha Tinggi 
dan nama-nama-Nya Yang Maha Mulia, sedangkan firman-Nya Yang Maha Suci : 
‘Iyaaka Na’budu Wa Iyaaka Nasta’iin’ di sana mengandung pengukuhan 
ke-ubudiyah-an seluruh makhluk kepada-Nya dan ke-uluhiyah-an Allah atas mereka.

Kemudian berkata Imam Ibnu Athiyah (wafat ; 546H) dalam kitabnya Al-Muharrar 
Al-Wajiiz, juz I, hal.75. Firman-Nya : ‘Iyaaka Na’budu’ adalah ucapan seorang 
yang beriman kepada-Nya yang menunjukkan pengakuan terhadap ke-rububiyah-an 
Allah, mengingat kebanyakan manusia beribadah kepada selain-Nya yang berupa 
berhala-berhala dan lain sebagainya”.

Jadi pembagian tauhid menjadi tiga tersebut adalah pembagian secara ilmu dan 
merupakan hasil tela’ah seperti yang dikenal dalam kaidah keilmuan. Barangsiapa 
yang mengingkarinya berarti tidak ber-tafaquh terhadap Kitab Allah, tidak 
mengetahui kedudukan Allah, mengetahui sebagian dan tidak mengetahui sebagian 
yang lainnya. Allah pemberi petunjuk ke jalan nan lurus kepada siapa yang Dia 
kehendaki.

Wallahu ‘alam 

[Diangkat dari rubrik soal-jawab majalah Al-Ashalah edisi 4 Syawal 1413H. 
Disalin ulang oleh Majalah As-Sunnah Edisi 14/II/1416 – 1995. Penerbit Yayasan 
Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Gedung Umat Islam Lt. II Jl. Kartopuran 241A 
Surakarta 57152] 
_________________________________________________________________
Publish your photos to your Space easily with Photo Gallery
http://www.get.live.com/wl/all


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke