Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, Memang tidak sedikit muslim terkena sympton ini khususnya dalam urusan ibadah (yang gemar wiridan ala bid'ah quburiyyin). Jangankan orang yang masih awam para ustadz atau du'atnya banyak juga, apalagi para kyai dan habib nahdliyyin dan sebagian kecil (dari kalangan organisasi) muhammadiyyah. Ini semua dikarenakan mereka tidak mau mengambil ilmu Allah azza wajall dan Rasul-Nya yang difahami oleh para sahabat ridhwanallahu ajma'in. Mereka terlalu mencintai para tokoh-2-nya, khususnya dari kalangan sufisme. Tokoh-2 mereka diagungkan dan dicintai melebihi dari mencintai dan mengikuti para sahabat Nabi, bahkan melangkahi Nabi Muhammad salallahu'alayhi wasallam wana'udzubillah.
Tokoh-2 yang mereka agungkan dan cintai, misalnya yang terkenal: AbdulQadir Jaelani rohimahullahu Abu Hamid Al-Ghazali rohimahullahu Ahmad Ar-Rifa'i Raba' Al 'Adawiyyah Para Kyai Walisongo dst... kalau dari kalangan habibnya: Abdullah bin Alwi al Haddad rohimahullah AbuBakar As-Sakran rohimahullah Abdurrahman As-segaf rohimahullah Al-Attas, Al-Hamid, dst. Dan sangat amat banyak lagi, tidak akan cukup kalau kita tuliskan semuanya disini. Mereka sangat mencintai dan mengagungkan, sehingga bertawassul melalui mereka merupakan satu-2nya syarat dalam setiap mereka berdo'a dan berwirid, innalillaahi wa innailahi rooji'uun. Banyak faktor yang mengakibatkan mereka berbuat demikian. Belum mendapatkan hidayah dari Allah subhanawata'ala Kurangnya Ilmu (jahil) syar'i. Malasnya menuntut Ilmu syar'i. Menganggap tidak penting menuntut Ilmu syar'i. Penting tapi ada yang lebih penting dari menuntut Ilmu syar'i. Menganggap mendapatkan Ilmu adalah hanya bisa diturunkan dari langit, atau dengan Ilham dan mimpi, jadi yang tidak dengan cara demikian tidaklah mungkin, maka mereka yang tidak beruntung harus hanya membeo kepada para habib, kyai, ustadz ataupun du'at-nya. Anggapan yang demikianlah yang amat sesat. Merasa rendah diri karena banyak dosa, atau bukan keturunan kyai dan habib, jadi tidak mungkin bisa mendapatkan ilmu itu. Menganggap anak atau cucu dari para habib atau kyai mempunyai kedudukan mulia dan istimewa karena otomatis bisa mendapatkan titisan ilmu dari ayah atau kakeknya walau tidak belajar, jadi mereka (para awam) rela dan pasrah apa yang mereka fatwakan dianggap benar dan berkah. Lingkungan yang kental dengan praktek dan ajaran bid'ah. Sangat bangga akan sukunya, bangsanya, atau leluhurnya apalagi diantara para leluhur ada seorang atau beberapa habibnya atau kyai yang terkenal ke'alimannya dalam sufisme. dan seturusnya... Walhasil.... kalau kita perhatikan dari nomor 2 hingga terakhir, adalah mereka terlalu condong untuk mengiktui hawa nafsunya, seperti Allah azza wajall firmankan dalam Al-Qashas ayat 50: "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun." Padahal petunjuk yang lurus telah diwahyukan melalui Rasulullah salallahu'alayhi wasallam, dan sudah dibuktikan dengan keberhasilan para sahabat ridlwanallahu ajm'ain mempraktekkan amalan. Dan diikuti oleh para tabi'in dan atba'uttabi'in dan para Imam ahlis-sunnah yang selalu berada diatas manhaj pendahulunya yang sholeh. Mengapa mereka masih tidak puas padahal Allah azza wajall menjaga keutuhan risalah itu hingga sekarang dizaman kita ini. "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (surat Al-Jaatsiyah ayat 18). Karena sebab demikian maka engganlah mereka untuk diperingatkan akan hal yang menyimpang, akhirnya akan membantah dengan sejuta dalih yang bersumber dari hawa nafsunya, tentu menganggap peringatan dan nasihat itu tidak masuk akal mereka, padahal mereka benar tidak berakal karena memang tidak mempunyai akal yang lurus. "Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (Al-Baqarah ayat 170) Semoga Allah subhanallahu ta'ala selalu membimbing kita kejalan yang lurus, mendapat karunia hidayah taufiq. Allaahu musta'an Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid ----- Original Message ---- From: dharma_606 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, February 12, 2008 9:41:23 AM Subject: [assunnah] Re: Tanya ; Amal karena : pahala, surga, takut neraka,? Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh. Suatu hari di majelis ta'lim ust.Armen H.Naro Rahimahullahu, membahas kitab Ryadussholihin, saya menangkap sebuah pernyataan bahwa suatu peribadatan kepada Allah hendaknya diatas 3 fondasi ykni, Takut, Harap dan Cinta kepada Allah SWT. Yang mana ke tiga hal tersebut menjawab permasalahan yang ada dipikiran antum. Dan sebaik2 peribadatan kepada Allah adalah dengan mengkombinasikan 3 hal tersebut, dan serendah- rendah nya peribadatan ( akan tetapi masih baik )adalah dilandas kan dengan takut akan neraka saja atau bahkan harap akan surga.Dan ini tidak menyalahi, karena jikalau kta sudah takut akan besarnya azab neraka sudah pasti kita berharap dimasukkan ke dalam surga, hanya org2 jahil yg mengatakan "aku beribadah kepada engkau ya Allah krn takut akan neraka Mu akan tetapi aku tak pantas masuk ke dalam surga Mu" sebagai mana perkataan org - org yang ghuluw. Allah maha adil ya akhi, sbagaimana firman Nya" akan di balas seberat zarrah sebuah kebaikan dan akan dibalas seberat zarrah sebuah kejahatan" Wallohu a'lam. Assalamualaikum Wrahmatullahi wabarakatuh. Darma Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
