Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pertanyaan 2:
Disadari bahwa kasih ibu kepada anaknya atau cinta istri kepada
suaminya (atau sebaliknya) dapat mempertautkan hati karena seakan-akan
dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang dikasihi/dicintainya.

Namun demikian, kita perlu berhati-hati dengan firasat karena timbul
dari dua hal yang berbeda. 

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan
ketaqwaannya". (Asy Syams:8)

Apabila seseorang dekat dengan Allah subhanahu wata'ala dengan
mengikuti teladan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, firasatnya
boleh jadi benar. Hanya para nabi, para shidiqqin, dan para orang
shalih yang firasat mereka selalu benar. Hal tersebut dikarenakan
firasat, ilham, nurani, naluri, dan mimpi terbimbing oleh Allah
subhanahu wata'ala. Sesungguhnya itu semua merupakan petunjuk dari-Nya
sebagai anugerah.

"Dan barangsiapa menaati Allah dan rasul(-Nya) akan bersama-sama
dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para
nabi, para shidiqqin, para syuhada, dan para shalihin. Dan mereka
itulah teman yang sebaik-baiknya". (QS An Nisaa':69)

Sebaliknya, apabila seseorang tidak dekat dengan Allah subhanahu
wata'ala ataupun tidak mengikuti teladan Rasulullah shallallahu
`alaihi wasallam (salah satu atau kedua-duanya), firasat dapat
mengecoh karena dikhawatirkan yang muncul ialah persangkaan.

"Kamu tidak mengikuti, kecuali persangkaan belaka dan kamu tidak lain
hanya berdusta. Katakanlah, `Allah mempunyai hujah yang jelas lagi
kuat. Maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada
kamu semua'." (Q.S. Al An'aam:148-149)
"Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang berdusta kepada
Allah atau yang berkata, `Telah diwahyukan kepada saya', padahal tidak
diwahyukan sesuatu pun kepadanya". (Q.S. Al An'aam:93)

Kalau pun firasat benar pada contoh yang kedua tersebut, belum tentu
atas bimbingan/ petunjuk dari Allah subhanahu wata'ala. Kita ingat
bahwa syaitan yang tidak kelihatan dan berada di dekat kita selalu
membisikkan ke dalam hati ketika lengah; tanpa kita menyadarinya bahwa
bisikan tersebut berasal dari syaitan. Syaitan inilah yang
menggelincirkan kita dengan menyelinap ke dalam (apa yang kita sebut
sebagai) firasat.

"Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia". (QS An Naas:4-5)
"Iblis menjawab, `Karena Engkau telah menghukum (memvonis) saya
tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari
jalan(-Mu) yang lurus. Kemudian, saya akan mendatangi mereka dari muka
dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau
tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur'." (QS Al
A'raaf:16-17)

Mohon saudara-saudara kita dapat membetulkan atau melengkapinya.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Abu Farhan

--- In [email protected], "Suhartono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
> 
> Ada permasalahan akidah yang masih mengganjal di hati ana, yaitu
> tentang  firasat (perasaan tertentu yang timbul di benak seseorang
> tentang sesuatu yang akan terjadi (biasanya kejadian buruk) terhadap
> seseorang yang dekat (seorang ibu kepada anaknya atau istri terhadap
> suaminya dan sebaliknya). Pertanyaan ana, bagaimanakah kedudukan
> firasat atau perasaan semacam ini di dalam syariat? serta apakah kita
> diperbolehkan mempercayai firasat ini 100% atau justru kita diharuskan
> menolaknya 100%?
> 
> Silahkan pertanyaan ana ini 'dikeroyok' rame-rame secara ilmiah oleh
> antum semua.
> 
> Jazakumullah khairan katsiran atas jawaban antum semua.
> 
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaratuh
> 
> Suhartono,
> Manchester,UK
>



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke