Wa'alaykumussalaam warohmatullooh wabarokaatuh,
*a) Doa Nabi Zakaria*
Surah Ali-Imran[3]:37-38
"... *Rabbi habli dzurriyyatan thayyibah, innaka samii'ud du'aa'* ..."
"... Wahai Rabb ku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik.
Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa ..."
kutipan dari terjemah Aysaar At-Tafaasiyr oleh Syaikh Abu Bakar Jabir
Al-Jazairi, cetakan 1, 2007, jilid 2:
"Sesudah Maryam dewasa, Zakaria memasukkannya ke Mihrab agar ia
mengkhususkan diri untuk beribadah kepada Allah di sana. Dan Zakaria selalu
datang kepadanya membawakan makanan untuknya. Tatkala ia memasuki mihrab
maka mendapati di sisi Maryam buah-buahan musim panas di saat sedang musim
dingin, dan ia dapati pula buah-buahan musim dingin di saat panas. Maka
Zakaria pun terheran-heran akan kejadian itu, lalu bertanya kepada Maryam,
"...Hai Maryam, dari maka kamu peroleh makanan ini?", Maryam menjawab,
"Makanan itu *dari sisi Allah*[77]. Ia memberi alasan akan hal itu,
(Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa
perhitungan)." (Hal 82)
"Tatkala Nabi Zakaria menyaksikan berbagai karamah (kemuliaan) yang
diberikan oleh Allah kepada Maryam; berupa didatangkannya buah-buahan musim
panas pada waktu musim dingin dan buah-buahan musim dingin pada waktu musim
panas. *Pada saat itulah Nabi Zakaria mengingat akan kebesaran Allah yang
berukuasa memberikan apa saja yang dikehendaki kepada orang yang Dia
kehendaki pula, di luar sistem hukum alam biasa yang berlaku. Karena itu,
usia Zakaria yang sudah tua dan isterinya yang mandul tidaklah menjadi
penghalang jika Allah Ta'ala memberinya seorang putra*. Maka Nabi Zakaria
memohon kepada Tuhannya seorang anak, maka Allah pun mengabulkan doanya itu;
datanglah malaikat untuk memberikan berita gembira akan hadirnya seorang
anak bagi Zakaria, pada saat beliau sedang berdiri menunaikan shalat di
mihrabnya. ..." ( hal 86 )
*b) Tawasul Dengan Nama Allah*
Syaikh Al-Albani dalam kitab At-Tawassul:
"... Dan termasuk darinya [dalil tawasul dgn Nama2 Allah-pent],
(i)+ bahwa Rasulullaah shallallaah 'alayhi wa sallam mendengar seorang
berkata (*Allaahumma innii as-aluka yaa Allaah, Al-Waahid, Al-Ahad,
Ash-Shomad, Alladzi lam yalid walam yuulad, walam yakullahu kufuwan ahad, An
Taghfira lii dzunuubii, innaka anta Al-Ghofuur Ar-Rahiim.* [Wahai Allah,
sesungguhnya aku memohon kepada Mu, wahai Allah (Yang Diibadahi), Al-Ahad
(Yang Mahaesa), Ash-Shomad (Yang Maha Sempurna), yang tidak melahirkan dan
tidak dilahirkan, dan tiada satupun yang sekufu/setara dengan-Nya, supaya
Engkau ampunkan bagiku dosa2-ku. sesungguhnya Engkau Al-Ghofuur (Maha
pengampun) Ar-Rahiim (Maha Penyayang)]) maka beliau shallallaahu 'alayhi
wasallam bersabda: (*Sungguh telah diampunkan baginya, sungguh telah
diampunkan baginya* [atau, Sungguh Allah telah ampunkan baginya, sungguh
telah ALlah ampunkan baginya, -pent])-- Abu Dawud, An-Nasaaii, Ahmad, dan
selain mereka, meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang shohih.
(ii)+ Nabi shallallaahu 'alayhi wa sallam mendengar seorang yang lain
berkata dalam tasyahud-nya:
(*Allaahumma innii as-aluka bi-anna lakalhamda laa ilaaha ilaaha anta
wahdaka laa syariika lak, al-mannaanu, baadi'us-samaawaati wal ardhi, yaa
dzal-jalaali wal ikraami yaa hayyu yaa qoyyuum, innii as-alukal jannata wa
a-'uudzubika minan-naari*)
[Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu, karena bagi-Mulah segala
puji, tiada ilaah/yg berhak diibadahi selain Engkau seorang, tak ada sekutu
bagi-Mu, Yang Maha Pemberi, Yang meng-ada-kan langit-langit dan bumi, wahai
Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup dan Maha
Berdiri Sendiri, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Syurga dan aku
berlindung kepada-Mu dari neraka]
maka Nabi shallallaahu 'alayhi wa sallama berkata kepada sahabat2-nya: (*Apakah
kalian tahu dengan apa ia berdoa?*), mereka menjawab: (*Allah dan rasulnya
lebih tahu*). Beliau bersabda: (*Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya,
sunggu dia telah berdoa dengan nama-Nya yang Agung [dalam suatu riwayat:
yang paling Agung] yang apabila Dia diseru dengan-nya Dia kabulkan, dan jika
Dia diminta dengan-nya, Dia akan memberi*) -- Abu Dawud, An-Nasaaii, Ahmad,
dan selain mereka, meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang shohih. ..."
--- akhir dari kutipan (dikutip sebagian saja dari beberapa poin2)
ibnu abi syaibah meriwayatkan dalam al-mushonnaf-nya:
(iii)+ "Rasulullah shallallaahu 'alayhi wa sallam bersabda: (Nama Allah Yang
Paling Agung ada pada dua ayat ini: {*Wa ilaahukum ilaahun waahidun laa
ilaaha illaa huw ar-rahmaan ar-rahiim*}[dan ilaah kalian adalah ilaah yang
satu, tidak ada ilaah selain Dia, Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim] dan awal surat
ali-imron {*alif-laam miim, Allaahu laa ilaaha illaaha illaa huwal hayyul
qayyuum*}[alif-lam-mim, Allah, tidak ada ilaah selain Dia, Al-Hayyu
Al-Qoyyuum]" -- Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan ibnu Maajah meriwayatkan hadits
ini. dan At-Tirmidzi berkata hadits hasan shohiih. Syaikh AL-Albani
menghasankannya dalam shahih ibn maajah, shahiih abu dawud, dan shahih
at-tirmidzi
Allaahu a'lam bis-showaab.
arief bin basuki
2008/6/30 Syamsul Ariefin <[EMAIL PROTECTED]>:
> Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
>
> [25.74] Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada
> kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan
> jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
>
> Wallahu a'lam
> Syamsul
>
> 2008/6/26 ade afrianto <[EMAIL PROTECTED] <adey_af%40yahoo.co.id>>:
>
> > Assalamu'alaikum Warohmatulloh Wabarakatuh,
> > Ikhwan sekalian, ana ada titipan pertanyaan dari teman.
> > teman ana baru 2 bulan ini menikah, dan baru saja ada musibah keguguran.
> > teman ana menayakan adakah Do'a khusus agar diberikan keturunan.
> > Jazakallah Khoiron
> > Ibnu Bakri
>
>