Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh Ukhty diah Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Al Ghozali memang benar adanya kalo banyak terdapat hadits dho'if, maudhu' bahkan tidak ada asal usulnya, hal ini telah disebutkan dan dijelaskan secara ilmiah oleh para ulama ahli hadits yang telah meneliti kitab Ihya ini seperti imam Al Iraqi dan lain-lain. Tentang prasangkaan anti bahwa saat ini budaya tulis menulis telah hilang agaknya kurang pas karena sebenarnya masih banyak kitab-kitab yang dihasilkan oleh para ulama pada masa kini, tentang tebal tipisnya kitab yang dihasilkan itu sih kurang begitu penting saya kira, karena essensi sebuah kitab adalah mudah dipelajari, ringkas serta memuat dalil-dalil serta hujjah-hujjah yang pas, shahih dan rojih sehingga orang mudah mengambil manfaatnya. kemudian....sebenarnya hukum-hukum islam itu sudah dibahas secara rinci dan panjang lebar oleh para ulama terdahulu sesuai dengan bidang mereka masing-masing dalam kitab-kitab klasik yang mereka tulis yang jumlahnya sangat banyak dan bertebaran secara luas dan ini patut kita syukuri karena kita telah mendapatkan warisan yang sangat berharga yaitu ilmu yang merupakan warisan dari para nabi.... mengenai komentar serta kitab-kitab ringkasan, hal ini tidak lain dimaksudkan untuk menyempurnakan/ mengoreksi kitab-kitab tersebut dari berbagai kesalahan juga agar lebih mudah dipelajari dan lebih bermanfaat bagi umat islam yang membutuhkannya.
Wallahua'lam. Wassalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh ibnu syibawaih ----- Original Message ----- From: diah taman To: [email protected] Sent: Tuesday, July 15, 2008 8:23 AM Subject: Re: [assunnah] Keraguan Karkun JT kepada Manhaj Salaf sepengetahuan ana bukan hadits palsu, tapi hadist itu tidak terkodefikasi. Kitab ihya ulumuddin adalah kitab (besar, monumental) terakhir yang dihasilkan ulama ahlus sunnah, setelah itu tidak ada lagi karya monumental dari mereka. Karya yang ada hanyalah kitab kitab kecil atau komentar atau ringkasan dari kitab yang telah terbit sebelumnya. Mohon diluruskan kalau ana keliru, berpendapat demikian. Sampai saat ini ana belum bisa mengerti kenapa demikian, bukankah semakin banyak yang menekun ilmu ilmu islam, apakah karena budaya menulis sudah hilang? apakah karena sistem pengajaran di pondok pesantren dan universitas islam hanya diajarkan membaca dan menghafal karya karya ulama terdahulu? kalau di pesantren di indonesia memang benar. wallahu'alam, diah ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
