wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh saya coba menjawab *se·sal* *n* perasaan tidak senang (susah, kecewa, dsb) krn telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dsb); *me·nye·sali* *v* *1* merasa kecewa (tidak senang) akan; merasa menyesal: *ma·lu* *a* *1* merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb) sumber:http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/
menyesali dapat dimaksudkan sebagai perasaan tidak senang yang menimbulkan keinginan untuk tidak mengulanginya lagi. sedangkan malu hanya perasaan tidak enak karena merasa berbeda atau melakukan sesuatu yang berbeda. menyesali dosa yang diperbuat disyaratkan dalam bertaubat, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara', taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an, dari asal kata " tauba" hal. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata, 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah. jelasnya tentang menyesal dan taubat dapat dilihat di : http://www.almanhaj.or.id/content/932/slash/0 afwan, Wallaahu a'lam . >
