----- Original Message -----
From: "Widarto Juni Hartono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, July 17, 2008 10:56 AM
Subject: [assunnah] puasa Syawal


> Assalamu'alaykum,

wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

> Saya ingin menanyakan hadits mengenai puasa syawal, dimana ada seorang
perawi bernama Saad bin Said, yang dikatakan beliau ini lemah. Mohon
penjelasannya, mungkin ada hadits yang lain tentang puasa syawal dimana Saad
bin Said tidak ada di dalam sanadnya.
>
> Jazakamullah Khairan.
> Wassalamu'alaykum.

http://ikhwan-interaktif.com/islam/?pilih=news&aksi=lihat&id=1843
Telah sampai sebuah tulisan 'ilmiyah yang meng-klaim bahwa hadits riwayat
Muslim, tentang shaum 6 hari di bulan Syawwal, tidak shahih [dha'if] karena
ada seorang perawi yang bernama - Sa'd bin Sa'id bin Qois Al-Anshory
Al-Madiny.

A. BENARKAH TADH'IF TERHADAP HADITS PUASA 6 BLN SYAWWAL ?
--awal salinan--
Al-Ustadz Herman menulis :
Ada tiga hadits yang sama yang diriwayatkan Imam Muslim dengan sanad yang
berbeda pada awal sanadnya yang pada akhirnya hanya bersumber kepada satu
orang sanad saja. Hadits-hadits tsb pun diriwayatkan oleh Imam Tirmidzy,Ibnu
Majah, Imam Ahmad-Addarimy, Al-Baehaqy dan yang lainnya.
--akhir salinan-

[Kami katakan] Benar. Namun sayangnya kita kurang teliti membaca riwayat
At-Tirmidzi, atau Ibnu Majah, Ahmad dan Ad-Darimiy, terutama hadits-hadits
pendukung dari sebagian penulis Sunan tersebut.

PERTAMA - perawi yang menyertai Sa'd, dari 'Umar ibnu Tsabit :
At-Tirmidzi, dalam Sunan-nya no.759 menukil jalur lain, yang menunjukkan
perawi Muslim - Sa'd ibnu Sa'id tidak sendirian meriwayatkan riwayat ini
dari 'Umar ibnu Tsabit, dari Abi Ayyub, sbb :
Sanad pertama,
At-Tirmidzi berkata - menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mani',
menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, menceritakan kepada kami Sa'd ibnu
Sa'id, dari 'Umar ibnu Tsabit, dari Abi Ayyub, katanya, Telah bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa yang shaum di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di
bulan Syawwal, maka itu adalah shaum sepanjang masa."

Sanad kedua,
At-Tirmidzi berkata - Dan sungguh telah meriwayatkan 'Abdul-'aziz ibnu
Muhammad, dari Shafwan ibnu Sulaim dan Sa'd ibnu Sa'id hadits ini, dari
'Umar ibnu Tsabit, dari Abi Ayyub, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
serupa.

[Kami katakan] Sayangnya sanad At-Tirmidzi [209-279H] ini tidak sampai
secara tahdits kepada beliau dari 'Abdil-'aziz ibnu Muhammad
Ad-Darawardiy[W.187H], karena [sepengetahuan kami] beliau tidak pernah
meriwayatkan langsung dari 'Abdil-'aziz melainkan melalui jalur Syaikhnya,
yakni Qutaibah [W.240H], wallahu a'lam.

Mungkin perlu diketahui : Perawi 'Abdil-'aziz ibnu Muhammad ibnu 'Ubaid
Ad-Darawardiy Abu Muhammad [W187H] dan Shafwan ibnu Sulaim keduanya termasuk
perawi Al-Bukhari dan Muslim.

[Kami katakan] Kemudian, Al-Hamdu Lillah, kami diinformasikan bahwa sanad
ini telah diriwayatkan secara bersambung sampai kepada penulis-penulis lain
di kitab-kitabnya, seperti :

Penulis Pertama : Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Al-Kabir no.3911 (4/135)  dengan
sanad :
Ath-Thabrani berkata - menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ishaq
At-Tusturiy, menceritakan kepada kami Yahya ibnu Al-Hamaniy -
[Ath-Thabrani berkata] Dan menceritakan kepada kami Muhammad ibnu 'Utsman
ibnu Abi Syaibah, menceritakan kepada kami Dhirar ibnu Shadr, mereka berdua
[Yahya dan Dhirar] berkata, menceritakan kepada kami 'Abdul-'aziz ibnu
Muhammad, dari SA'D IBNU SA'ID dan SHAFWAN IBNU SULAIM, dari 'Umar ibnu
Tsabit, dari Abi Ayyub Al-Anshariy radhiyallahu 'anhu, katanya, Telah
bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa yang shaum di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di
bulan Syawwal, maka itu adalah shaum sepanjang masa."
------
Penulis kedua : Al-Baihaqi, Syu'abul-Iman no.3732,3733 (3/348)
Al-Baihaqi berkata - Dan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah ibnu Yusuf
Al-Ashbahaniy, menceritakan kepada kami Abu Sa'id ibnu Al-A'rabiy,
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah ibnu Al-Wasithiy, dan Abu
Yahya ibnu Maisarah, mereka berdua berkata, menceritakan kepada kami
Al-Humaidiy, menceritakan kepada kami 'Abdil-'aziz ibnu Muhammad, dari
SHAFWAN IBNU SULAIM dan SA'D IBNU SA'ID, dari 'Umar ibnu Tsabit Al-Anshariy,
dari Abi Ayyub Al-Anshariy, katanya, telah bersabda Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa yang shaum di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di
bulan Syawwal, maka sesungguhnya dia seperti shaum sepanjang masa."

[Kemudian pada sanad kedua Al-Baihaqi berkata] - Dan telah menceritakan
kepada kami Abu Muhammad, menceritakan kepada kami Abu Sa'id, menceritakan
kepada kami Muhammad ibnu Isma'il Ash-Sha'igh, menceritakan kepada kami Sa'
id ibnu Manshur, menceritakan kepada kami 'Abdil-'aziz ibnu Muhammad
Ad-Darawardiy, lalu menyebutkan SANAD YANG SAMA tanpa menyebutkan -
Al-Anshariy - di dua tempat. [Ana katakan-maksudnya di belakang nama perawi
'Umar dan Abi Ayyub]
------
Penulis Ketiga : An-Nasa'iy, As-Sunan Al-Kubra no.2863 (2/163) dengan sanad
sbb :
An-Nasa'iy berkata - memberitkan kepada kami Khallad ibnu Aslam, telah
berkata ['Abdul-'aziz ibnu Muhammad] Ad-Darawardiy, dari SHAFWAN IBNU
SULAIM, dan SA'D IBNU SA'ID, dari 'Umar ibnu Tsabit, dari Abi Ayyub,
katanya, Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa yang shaum di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan 6 hari di
bulan Syawwal, maka sesungguhnya dia seperti shaum sepanjang masa."

[Kami katakan] Sebagai tambahan, kami menemukan jalan lain lagi, yakni dari
saudaranya Sa'd, yakni Yahya ibnu Sa'id, dari 'Umar ibnu Tsabit, dari Abi
Ayyub tercantum dalam kitab-kitab :
R. Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Al-Kabir no.3914-3915 (4/136), 3916 (4/137).
Bahkan, R. An-Nasa'iy, As-Sunan Al-Kubra no.2866 (2/165).
Al-Hamdu Lillah.

Kami memandang, berdasarkan jalur-jalur lain, sebagai saksi pendukung bagi
perawi Sa'd, wajarlah bila Imam Muslim dan lain-lainnya memandang hadits ini
SHAHIH, mungkin karena jalan-jalan lain ini. Al-Hamdu Lillah, sepertinya ini
cukup untuk menentramkan hati kita dalam mengamalkan amalan ini, sehingga
bertambahlah iman kita. Namun bila kita ingin menambah nikmat Allah ini,
marilah kita bersama-sama meneruskan beberapa saksi-saksi sejarah tentang
amalan sunnah di bawah, insya Allah.
----------------------------------
KEDUA - Salah satu shahabat lain yang mendukung hadits Abi Ayyub, yakni
TSAUBAN radhiyallahu 'anhuma :
Ad-Darimi berkata - menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hassan, menceritakan
kepada kami Yahya ibnu Hamzah, menceritakan kepada kami YAHYA ibnu Al-Harits
Adz-Dzamariy, dari ABI ASMA' Ar-Rahabiy, dari TSAUBAN, bahwa Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Shaum sebulan penuh [Ramadhan] sama dengan shaum 10 bulan, dan shaum 6 hari
setelahnya sebanding dengan shaum dua bulan. Maka sempurnalah setahun, yakni
shaum Ramadhan dan 6 hari setelahnya (Syawwal)."
R. Ad-Darimi, Sunan no.1755 (2/34)

[Kami katakan] Beliau [Ad-Darimi] mencantumkan ini setelah mencantumkan
riwayat dari jalur perawi Sa'd ibnu Sa'id no.1754, apakah saksi ini
terlewatkan? Bagaimana derajat hadits ini? Kita serahkan kepada pakarnya
yakni Ibnu Abi Hatim, dari ayahnya Abi Hatim Ar-Raziy rahimahumallah dalam
kitabnya Al-'Ilal no.744 (1/252-253) sbb :
[Setelah mencantumkan hadits tentang shaum syawwal, Ibnu Abi Hatim berkata]
Telah berkata Ayahku, "Dan hadits Tsauban SHAHIH, Yahya ibnu Al-Harits telah
mendengar dari Abu Asma' Ar-Rahabiy, dari Tsauban, dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam."
------
Kemudian kami temukan riwayat melalui jalur Yahya ibnu Al-Harits ibnu
'Utsman Adz-Dzamariy [W.145H], dari Abu Asma' Ar-Rahabiy, dari Tsauban
radhiyallahu 'anhu secara Marfu' :
Ibnu Majah berkata - menceritakan kepada kami Hisyam ibnu 'Ammar,
menceritakan kepada kami Baqiyyah [ibnu Al-Walid], menceritakan kepada kami
Shadaqah ibnu Khalid, menceritakan kepada kami YAHYA ibnul-Harits
Adz-Dzamariy, katanya, Aku mendengar ABU ASMA' Ar-Rahabiy, dari TSAUBAN
[Maula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam], dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,
"Barangsiapa yang shaum 6 hari setelah hari ('Ied) Al-Fithr, adalah
menyempurnakan [shaum-puasa] selama setahun (Barangsiapa membawa amal yang
baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya) (QS.Al-An'am 6:160)."
R. Ibnu Majah, Sunan no.1715 (1/547).

[Kami katakan] Padahal hadits di atas ada di halaman yang sama dengan hadits
Abu Ayyub radhiyallahu 'anhu [no.1716] dari jalan Sa'd ibnu Sa'id, dari
'Umar ibnu Tsabit, darinya secara Marfu' [yakni, menyandarkan kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam].
------
Kemudian kami temukan banyak lagi dengan matan yang semisal, beberapa sbb :
R. Ahmad, Musnad no.22465 (5/280) beliau berkata - menceritakan kepada kami
Al-Hakam ibnu Nafi', menceritakan kepada kami Ibnu 'Ayyasy, dari YAHYA ibnu
Al-Harits Adz-Dzamariy, dari ABI ASMA' Ar-Rahabiy, dari TSAUBAN, dari Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, [kemudian menyebut hadits serupa dengan Ibnu
Majah]
------
R. An-Nasa'iy, As-Sunan Al-Kubro no.2860 (2/162) beliau berkata -
memberitakan kepada kami Ar-Rabi' ibnu Sulaiman, menceritakan kepada kami
Yahya ibnu Hassan, katanya, menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hamzah,
katanya, mengabarkan kepadaku YAHYA ibnu Al-Harits, dari ABI ASMA', dari
TSAUBAN, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, [Kemudian
menyebutkan lafazh serupa dengan Ad-Darimi di atas]
----------------------------------
KETIGA - Bahkan, selain dua orang shahabat di atas terdapat shahabat lain
radhiyallahu 'anhum ajma'in. Di antaranya adalah :
1. Aus ibnu Aus Ats-Tsaqafiy radhiyallahu 'anhu, sebagaimana yang ditanyakan
kepada Abi Hatim Ar-Raziy -
Berkata Ibnu Abi Hatim - Ditanya Ayahku tentang hadits, telah meriwayatkan
Marwan Ath-Thaathiriy, dari Yahya ibnu Hamzah, dari YAHYA ibnul-Harits, dari
Abi Al-Asy'ats Ash-Shan'aniy, dari Aus ibnu Aus, dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa yang shaum Ramadhan, dan diikuti dengan shaum 6 hari di bulan
Syawwal [.]."
Lalu Aku mendengar Ayahku memberi komentar, "Orang-orang meriwayatkan dari
Yahya ibnul-Harits, dari Abi Asma', dari Tsauban, dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam." Aku bertanya kepada Ayahku, "Mana yang shahih dari kedua
sanad ini?" Beliau berkata, "KEDUA-DUANYA SHAHIH"
R. Ibnu Abi Hatim Ar-Raziy, Al-'Ilal no.745 (1/253). SHAHIH.

2. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sebagaimana yang tertulis dengan sanad
yang sangat berbeda.
Ath-Thabrani berkata - menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq ibnu
Ibrahim ibnu Syadzan, menceritakan kepada kami Ayahku, mengabarkan kepada
kami Sa'd ibnu Ash-Shalt, menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu 'Amr
Al-Fuqaimiy, dari Yazid ibnu Khushaifah, dari Tsauban, dari Abu Hurairah
radhiyallahu 'anhuma,
"Barangsiapa yang shaum 6 hari setelah (hari 'Ied) Al-Fithr, maka
sesungguhnya dia seperti shaum setahun penuh."
R. Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Al-Ausath no.7607 (7/315); Al-Haitsami, dalam
Majma'uz-Zawaid (3/183-184) mengomentari, "Telah meriwayatkan Ath-Thabrani
di Al-Ausath, dan di dalamnya ada seorang perawi yang aku tidak kenal."

3. Hanya sebagai tambahan :
Al-Haitsami, dalam Majma'uz-Zawaid (3/183-184), mencantumkan dari beberapa
orang shahabat dengan komentarnya, seperti :
- Jabir ibnu 'Abdillah Al-Anshariy [dengan lafazh serupa riwayat Abu
Hurairah di atas]- R. Ahmad, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani, di dalamnya ada
'Amr ibnu Jabir, dia Dha'if.
- Ibnu 'Abbas dan Jabir [dengan lafazh serupa riwayat Abu Hurairah di
atas] - R. Ath-Thabrani di Al-Ausath, di dalamnya ada perawi Yahya ibnu Sa'
id Al-Maziniy, dia Matruk.
- Ibnu 'Umar dan Ghanm, namun keduanya tidak luput dari celaan dalam
sanadnya.

[Kami katakan] Jadi riwayat Abi Ayyub itu SHAHIH, Tsauban SHAHIH, Aus ibnu
Aus SHAHIH, Abi Hurairah (dengan sedikit kelemahan). Bila tidak Mutawatir,
sedikitnya dapat dikatakan hadits ini Masyhur. Dan tidak ada jalan untuk
melemahkannya. Al-Hamdu Lillah. Sekian.

[Kami katakan] Dapat dicukupkan sampai disini, kecuali bagi kita yang masih
ingin mengetahui Al-Jarh Wat-Ta'dil (celaan dan rekomendasi) dari para
peneliti riwayat hadits terhadap perawi Sa'd, silahkan meneruskan, semoga
tidak membuat antum jenuh. Wa Billahit-taufiq.
----------------------------------
B. KRITIK TERHADAP PERAWI SA'D IBNU SA'ID
Al-Ustadz Herman menulis :
--awal salinan--
Dan yakin dikeluarkan hadits-hadits ini oleh Imam Muslim, dari hadits Yahya
bin Sa'id al-Amawy, dari Sa'id, dari Umar bin tsabit. dari Ayyub tentang
hadits puasa enam hari di bulan syawal yang bersumber kepada satu orang
sanad yang dhaif. (Kitab Mizanul I'tidal juz dua Hal 120)
Sa'ad bin Sa'id bin Qoes bin 'Umar al-Anshory itu saudaranya Yahya, dari
Anas dan dari Saibbin yazid dan dar Qosim bin Muhammad dan dari Abu
Mu'awiyah dan Abu Usamah, di Dhaifkan oleh Imam Ahmad dan Oleh Ibnu Ma'in
Dan Ibnu Ma'in kadang-kadang mengakatakan benar dan Imam An-Nasaiy
mengatakan tidak kuat dipakai Hujjah. Dan Ibnu Ady mengatakan tidak mengira
haditsnya berbahaya, dan Ibnu Sa'ad mengatakan tsiqoh, dan kholifah
mengatakan Sa'ad bin Sa'id meninggal dunia pada tahun 141 hijriyah. ( Kitab
Khulasoh Tadhibit Tahdibil Kamal Juz 1 hal 368 dan lainnya). Penjelasan
Pandangan) sebagian para ulama ahli hadits tentang hadits-hadits sham
syawal, terutama riwayat Imam Muslim dari Sa'ad bin Sa'id yang diantaranya
Imam At-Tirmidzy mengatakan hadits Abi Ayub itu derajatnya hadits Hasan.
--akhir salinan--

[Kami katakan] Benar, memang tercantum demikian. Hanya dalam cetakan ref.
Kami Mizanul-I'tidal (3/177-178) perawi no.3112, cet.Darul-Kutub Al-
'Alamiyyah, Beirut 1/th.1995.
------
Dalam Tahdzibul-Kamal (10/262-264), karangan Al-Mizziy rahimahullah, perawi
no.2208 - Sa'd ibnu Sa'id ibnu Qais ibnu 'Amr Al-Anshariy, saudara Yahya
ibnu Sa'id, dan 'Abdu rabbih ibnu Sa'id.
[Kami katakan] penulis menukil sanad-sanad yang melibatkan perawi Sa'd ibnu
Sa'id dalam periwayatannya secara mengagumkan dan panjang lebar.

[Kami katakan] Kemudian kami ringkas Al-Jarh para pengkritik hadits sbb :
- Imam Ahmad, menyatakan [Sa'd] Dha'if, demikian juga Ibnu Ma'in dalam satu
riwayat, sedang di lainnya menyatakan shalih.
- Berkata An-Nasa'iy, Tidak kuat [hafalannya].

[Kami katakan] Kemudian kami ringkas At-Ta'dil dari selain mereka di atas
sbb :
- Muhammad ibnu Sa'd menyatakan, Adalah orang yang terpercaya lagi sedikit
haditsnya.
- Ibnu 'Adiy menyatakan, Baginya hadits-hadits shalih (baik), dekat dari
yang istiqamah, aku memandang pada haditsnya - tidak berbahaya/tidak mengapa
apa yang dia riwayatkan dengan pemahaman Qadariyahnya. (Al-Kamil Fi Dhu'afa'
Ar-Rijal 3/352)
- Ibnu Hibban memasukkan dalam kitabnya Ats-Tsiqaat no.2998 (4/298), dan
berkata, Pernah berbuat salah.
- Al-Ijily dalam Ma'rifatuts-Tsiqaat (1/389) no.563 menyatakan, Tsiqah.
- Ibnu Hajar menyatakan, Shaduq (benar), tapi buruk hafalannya
(Taqribut-Tahdzib no.876 (3/408)) Kemudian beliau menukil perkataan Al-
'Ijily dan [Hisyam] Ibnu 'Ammar, [Sa'd] tsiqah [orang terpercaya]
(Tahdzibut-Tahdzib (3/408) no.876)
- Yahya ibnu Ma'in menyatakan, Sesungguhnya Sa'd ibnu Sa'id - shalih (Ibnu
Abi Hatim, Al-Jarh Wat-Ta'dil no.370 (4/84))
- Adz-Dzahabiy dalam Al-Kasyif (1/428) no.1827 menyatakan, Shaduq.
----------------------------------
C. SA'D IBNU SA'ID SEORANG PERAWI SHAHIH MUSLIM
[Kami katakan] Bila Al-Ustadz dkk, memandang perawi ini dha'if secara umum
berikut haditsnya, maka riwayat-riwayat Muslim di bawah juga harus
ditinggalkan, benarkah???

Imam Muslim memakainya di kitab shahihnya di banyak bab, (lihat Rijalu
Muslim (1/234) no.501, oleh Ahmad ibnu 'Ali Al-Ashbahaniy [347-428H],
katanya,
- Shahih no.758 [Sa'd] meriwayatkan dari Ibnu Marjanah [dari Abi Hurairah],
di Bab Ash-Shalah [tentang hadits Nuzul Allah 'Azza wa Jalla di sepertiga
malam]
- Shahih no.785 [Sa'd] meriwayatkan dari Al-Qasim ibnu Muhammad [dari
'Aisyah], di Bab Ash-Shalah [tentang hadits, amal-amal yang paling dicintai
Allah, adalah yang sedikit namun tetap]
- Shahih no.918  [Sa'd] meriwayatkan dari 'Umar ibnu Katsir ibnu Aflah [dari
Ibnu Safinah, dari Ummu Salamah], di Bab Al-Jana'iz [tentang doa seorang
islam yang terkena mushibah - istirja', kemudian menyebutkan Allahumma
Ajurniy fi mushibatiy, wa Akhlif Liy Khairan Minha]
- Shahih no.1140  [Sa'd] meriwayatkan dari 'Amrah [dari 'Aisyah] Bab
Ash-Shaum [Kitab Ash-Shiyam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
melarang berpuasa di dua hari raya 'Ied]
- Shahih no.1164 [Sa'd] meriwayatkan dari 'Umar ibnu Tsabit [dari Abi Ayyub]
Bab Ash-Shaum
- Shahih no.2040 [Sa'd] meriwayatkan dari Anas, Bab Al-Ath'amah [tentang
undangan jamuan makan oleh Abu Thalhah radhiyallahu 'anhu kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam].
Sekian.
----------------------------------
D. 'ULAMA YANG MENOLAK RIWAYAT PUASA 6 BLN SYAWWAL
Al-Ustadz Herman menulis :
--awal salinan--
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya At-Taqyiy Subky yakin telah mencela
(mendhaifkan) tentang hadits-jadits ini. Siapa saja orang yang
mempercayainya jelas tidak memiliki pema ..(terputus dari penulis)
Kata Imam Tirmidzy. yang dimaksud riwayat Sa'ad bin Sa'id al-Anshory
saudaranya Yahya jalan cerianya yang dikatakan oleh Imam Tirmdzy tidak
menerangkan hadit yang shoheh, tetapi hanya dengan mengatakan hadits hasan
tanpa melihat redaksi dari hadits itu sendiri. Dan Imam Tirmidzy juga
menerangkan bahwa haits Abi Ayyub itu hadits Hasan-Shoheh-terus berkata lagi
dan Sa'ad bin Sa'id itu saudaranya Yahya bin Sa'id Al-Anshory itu jadi bahan
gunjingan sebagian ulama ahli hadits, karena Sa'ad bin Sa'id itu termasuk
Suul Khifdy (Jelek Hafalannya)
Abi Dihyah menerangkan bahwa, sesungguhnya Imam Ahmad bin Hambal mengatakan
bahwa Sa'ad bin Sa'id itu Dhaiful hadits dan kata Imam An- Nasaiy tidak
kuat, kata Abu Hatim tidak benar orang-oang yang berusaha mempertahankan
hadits-hadits Sa'ad bin Sa'id.(Subulus Salam juz 2 halaman 167).
--akhir salinan--

[Kami katakan] Benar, memang tercantum demikian semua ini bukan perkataan
Al-Ustadz dkk. tapi tulisan dari Syaikh Ash-Shan'aniy rahimahullah
[773-852H], dari awal salian hingga akhirnya, beliau seorang 'alim, faqih,
Muhaddits yang se-zaman dengan Muhammad ibnu 'Abdil-Wahhab rahimahullah,
beliau pengarang Subulus-Salam syarh Bulughul-Maram yang terkenal.
Kemudian kami juga diinformasikan, bahwa Imam Malik rahimahullah termasuk
'Ulama yang menolak untuk mengamalkan, sebagaimana dituliskan dalam kitab
Al-Muwaththa' (1/311), tahqiq Muhammad Fu'ad 'Abdil-baqiy.
Yahya berkata - Dan aku mendengar Imam Malik berkata, "Pada riwayat shaum 6
hari setelah 'Ied Al-Fithr dari bln Ramadhan, bahwasanya tidak diriwayatkan
seorang pun dari kalangan Ahlul-'ilmi dan Faqih melakukan shaum, dan TIDAK
SAMPAI kepadaku berita itu dari seorang salaf pun mengamalkannya, dan
sesungguhnya Ahlul-'Ilmi (para 'ulama) membenci melakukan itu, dan khawatir
menjadi bid'ah [dst.]."

[Kami berpandangan] Beliau menyatakan ini karena riwayat-riwayat di atas
tidak sampai secara sanad kepada beliau rahimahullah. Namun, beliau-beliau
ini bukanlah orang-orang yang ma'shum, hanya sebagai hamba Allah yang diberi
kelebihan-kelebihan 'ilmu yang tidak ada bandingnya di zaman sekarang,
beliau-beliau ini mengatakan dan menyatakan dengan keterbatasan umur beliau
sebagai manusia dalam menjangkau 'ilmu yang luas ini. Maka tidak patut kita
sebagai hamba Allah 'Azza wa Jalla, dan pengikut Nabi-Nya shallallahu
'alaihi wa sallam, meninggalkan begitu saja riwayat-riwayat SHAHIH, karena
perkataan-perkataan 'Ulama Rabbaniy ini rahimahumullah. Wallahu a'lam.
Sekian
------------------------------------

KESIMPULAN
[Kami katakan] Telah SHAHIH dan TSABIT riwayat-riwayat tentang shaum 6 hari
bln Syawwal, akan menjadi tenanglah jiwa yang memiliki iman karenanya,
menjadi giatlah kita dalam mengamalkannya, dan menjadi lapanglah dada yang
sempit karena menggapai kebenaran adalah tujuannya. Insya Allah.
Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu BERLAINAN PENDAPAT tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS.
4:59)
http://ikhwan-interaktif.com/islam/?pilih=news&aksi=lihat&id=1843



------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke