Bismillahir-Rahmanir-Rahim... Afwan... ana ikutan nimbrung. Allaahu musta'an, semoga Allah subhana wata'ala melindungi ana dan antum semua dari kesubhatan yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kesesatan.
artikel di bawah ini........... http://adniku.wordpress.com/2007/09/24/%E2%80%98nyoblos%E2%80%99-dalam-pemilu/ penuh dengan kesubhatan. Mana ada Demokrasi Islam? Demokrasi hasil product dari pendapat para jahil Western yang penuh kejahiliyahan. Semua inti, makna dan perangkat definisinya sangat bertentangan dengan RUH Islam yang mulia. Ingatlah Islam itu milik Allah rabbul'alamin, bukanlah milik kita, sungguh beruntunglah kita dikaruniai akannya. Either way, Islam menghanguskan demokrasi atau demokrasi berusaha menghanguskan Islam, tapi ingat Islam tidak akan terkalahkan hingga akhirnya zaman. "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak- lah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (Aali Imran: ayat 85) Demokrasi mempunyai salah satu inti ajaran, yang utama adalah diambilnya atau baiknya suatu pendapat atau keputusan adalah diambil berdasarkan pada pendapat orang (manusia) banyak, tidak perduli entah sebagian mereka dari kalangan bodoh atau pintar, pelaku dosa atau pelaku sedikit dosa, pencuri/pendusta atau orang jujur, perusak agama, dan seterusnya. Pada dasarnya semua orang tidak pandang bulu. Padahal salah satu inti ajaran Islam yang mulia adalah tidak demikian, yaitu diambilnya atau baiknya suatu pendapat atau keputusan adalah diambil berdasarkan pada keputusan orang-orang yang 'Alim akan ajaran agama Islam, walaupun yang 'alim itu hanya seseorang. Subhanallaah...., kalau kita buat research secara ilmiyah pasti akan kita dapat banyak kebobrokan dilihat dari kacamata Islam yang mulia ini. "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (Al-An'am ayat 116) Sudah ditaqdirkan oleh Allah azza wajall bahwa kebanyakan manusia di dunia ini adalah IGNORANT, jahil atau bodoh akan Diin Islam ini, hanya sedikit yang mempunyai pengetahuan akannya. Itulah memang manusia merasa bangga akan akal pikirannya, berkuasa dan bertingkah mampu menyelesaikan segala urusan duniawinya ataupun ukhrowinya dengan mendasarkan pada hawa nafsu akal pikiran dan hati nuraninya, padahal nyata-nyata mereka tidak akan mampu tanpa pertolongan Syari'ah dari Allah subhanallahu ta'ala. "Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Al-Mu'min ayat 57) Kalau kita mau mempelajari kembali sejarah dahulu pasti kita akan mendapatkannya, praktek demokrasi ini telah dilakukan oleh orang kuno tempo bahuela sebelum terangkatnya kenabian Muhammad salallahu'alayhi wasallam, baik itu di daratan eropa, afrika ataupun arabia, dan seterusnya. Mereka lakukan demikian ini tanpa ilmu yang diturunkan oleh Allah subhanallahuta'ala hanya mengikuti hati nurani dan akal, itulah hawa nafsu mereka. Tentunya namanya tidak terhias seperti yang kita dapat sekarang ini 'demokrasi', entahlah apa namanya, tapi kaidah, ruh, makna definisinya sama. "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Qur'an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (nya)." (Al-Isra' ayat 89) Lihatlah sekarang saudara-saudaraku se-Islam, disekitar kita, pelajarilah dan renungkanlah. Sebagian besar dari manusia kecuali sedikit sekali, banyak bertindak, beramal, dan berkata akan suatu hal tanpa pengetahuan (ilmu) akan hal itu. Bukankah ini malapetaka? tentulah! "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Al-Isra' ayat 36) Saudara-2-ku se-Islam dan se-Iman, bersyukurlah kita semua sudah mendapat karunia hidayah taufiq dari-Nya azza wajall. Tapi jangan berhenti sampai disini, apalagi kita semua di milis ini rajin berdiskusi akan berbagai masalah, tentunya kita terlibat dalam banyak komentar, menjawab, menyanggah dan tidak jarang ana melihat perdebatan dan kadang hampir saja memasuki ke area perdebatan kusir tanpa ilmu syar'i yang sahih, dan tentunya kita banyak berbicara (katsir kalam). Kalau kita sudah terlibat dengan terbiasa "talk too much!" ini akan mencelakan diri. Marilah kita ukur quantity, frequency dan quality apa saja yang kita lontarkan melalui lidah kita dengan quantity, frequency dan quality ilmu syar'i sahih yang kita tabung dalam hati dan praktek kehidupan. Ingatlah, semua orang tahu bahwa lidah manusia tak bertulang, maka dari itu berhati-hatilah. Adalah sangat masuk diakal sehat, bila kita mempunyai tabungan ilmu syar'i di hati dan dipraktekkan penuh maka sepatutnya kita berbicara kurang dari itu yaitu setengahnya atau sepertiganya. Bila kita hanya mempunyai setengah maka sepatutnya kita berbicara kurang dari itu atau setengah dari itu. Jadi sepatutnya kita lebih banyak diam dari banyak bicara. Ingatlah dahulukan pendapat Rasulullah salallahu'alayhi wasallam yang Ma'shum tentang ilmu tata-krama, yaitu: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau lebih baik diam". Al-Imam Syafi'i rohimahullahuta'ala dalam memperhatikan hadits Rasulullah salallahu'alayhi wasallam di atas, berkomentar: "Makna dari hadits tersebut adalah apabila dia ingin berbicara maka hendaklah dia pikirkan terlebih dulu, apabila dia melihat tidak akan berbahaya atas dirinya baru dia berbicara, dan apabila dia melihat bahwa didalamnya ada bahaya atau dia ragu-ragu antara berbahaya atau tidaknya, maka lebih baik dia memilih diam." Subhanallah.... marilah introspeksi diri dan memikirkan lidah dalam mulut kita ini. Berbahaya dan mencelakakan diri sendiri bukanlah malu di tertawai member mailist yang lain, tapi berbahaya dan celaka akan ancaman neraka jahannamnya Allah azza wajall, semoga Allah Yang Maha Penyayang menghindarkan dan melindungi kita dari semua keburukan jiwa kita. Ana ingatkan ana pribadi dan antum semua di sini, janganlah kita puas hanya berhenti dalam mailist ini, berkomentar, menjawab, menyanggah dan berdebat tarik referensi kanan dan kiri kemudian copy-paste, beritorika, berlogika percaya diri akan ilmu dunia prestige menyanggah ketetapan akan Kalam Allah azza wajall dan Sabda Nabi salallahu'alayhi wasallam dengan mengedepankan pendapat akal, wa'iyyadzubillah. Berhati-hatilah kita semua, janganlah kita mencari celah-celah kelemahan atau mungkin kekeliruan fatwa seorang ulama, semoga Allah subhanallahu ta'ala mengampuni para ulama ahlul-atsar dari kekeliruan dan kesalahannya. Mailist ini bukan tempat puncak arena menunjukkan dan memamerkan ilmu syar'i ataupun ilmu dunia yang kita miliki, ini seharusnya semua member sadar, melainkan tempat berdiskusi, membantu ikhwah yang bertanya akan ilmu ukhrowi, belajar dan mengajar dan seterusnya. yang semuanya harus diatas ilmu Islam (syar'i) yang sahih yang harus mengikuti MANHAJ pemahaman dan pengamalan para salafunash-shalih ridlwanallahu'alayhi ajma'in. Bagaimana mungkin kita bisa melihat wajah Islam yang Indah, sempurna serta diridloi oleh Allah azza wajall tanpa memakai MANHAJ para salaf kita yang diridloi-Nya tabaraka wata'ala? Tidak mungkin! Mari kita semua terus menuntut ilmu dengan membaca kitab-2 para Ulama yang selalu mencari kebenaran dan istiqomah diatas manhaj yang benar ini. Tidak cukup hanya sampai disini, bergurulah dengan para ulama' atau seorang ulama ahlul-atsar kalau tidak ada ulama maka para ustadz yang mempunyai MANHAJ para salafnya dan selalu istiqomah diatas ilmu yang sahih. Janganlah kita mencoba belajar sendiri, me-reka-reka sendiri, mengikuti pendapat rasio sendiri atau mengikuti pendapat seorang ustadz saja tanpa mau belajar kebeberapa ustadz yang lain, ini akan membahayakan dan menyesatkan diri sendiri. Ya Allah! seharusnya bersedih hati kita, karena susahnya kita mendapatkan seorang ulama ahlul-atsar di sekitar kita. Kenyataannya memang susah sekali untuk mendapatkannya. Sungguh terlalu keras hati kita, mengapa hati kita ini tidak menangis akan hal ini? Inilah zaman tandanya kebodohan dan kejahiliyaah menghantui kita. Dia setia dan selalu menyertai kita setiap sa'at, bernafas menyertai denyut jantung hati kita. Terlalu sering kita mendengar dan mendapatkan dulangan pendapat dan fatwa dari akal pikiran dan hati nurani manusia, itulah pendapat dan fatwa hawa nafsu! Rasulullah salallahu'alayhi wasallam sudah mewanti-wantikan kita akan hal ini, kira-kira artinya: "Sesungguhnya Allah tabaraka wata'ala tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari (hati) para hambanya, melainkan Dia azza wajall mencabutnya dengan diwafatkan para Ulama' sehingga Allah tak menyisakan seseorang-'alim-pun, kemudian manusia mengangkat salah seorang dari kalangan orang-orang bodoh menjadi pemimpin. Kemduian dia (pemimpin) dimintai pendapat/fatwa, merekapun berpendapat / berfatwa tanpa ilmu (yang sahih), mereka sesat dan menyesatkan." (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673). Semoga Allah subhanallahu ta'ala melindungi kita semua dari keburukan dan kejahatan jiwa, dari kesamaran subhat-subhat yang menipu, dan dari perbuatan maksiat dan bid'ah walaupun tampak indah dan menawan. Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid ----- Original Message ---- From: muhammad ismail <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, July 28, 2008 12:35:54 PM Subject: Re: [assunnah] tanya : tentang pemilu Bismillaah Ana hanya ingin 'nimbrung' sedikit mengenai masalah ini, khususnya artikel yang berasal dari: http://adniku. wordpress. com/2007/ 09/24/%E2% 80%98nyoblos% E2%80%99- dalam-pemilu/ dimana penulis artikel tersebut (semoga Allah menunjukan kepada kita semua kebenaran), menukil sebuah 'pernyataan' , bahwa al Imam Ibnu Utsaimin -rahimahullah, pernah menganjurkan kepada kaum muslimin di Indonesia untuk ikut serta dalam pemilu. Namun sayangnya, nukilan tersebut tidak disertai sumber, misalnya: kapan Syaikh Utsaimin pernah berfatwa seperti itu, siapa orang Indonesia yang jelas mendapat fatwa itu, ataupun mungkin di halaman berapa kutub majmu fatawa nya, beliau pernah berfatwa seperti itu? Afwan sebelumnya, apa yang ana tulis di atas merupakan beberapa komentar yang ana dengar langsung dari "teman penulis artikel" yang sama2 Ustadz Alumnus LIPIA. Jujur saja karena dari artikel ini telah timbul keraguan2 beberapa ikhwan terhadap Manhaj yang Haq ini. Hanya kepada Allah-lah kita memohon perlindungan Assalaamu'alaykum Taufik Ismail --- Pada Sen, 28/7/08, Ahmad Ridha <ahmad.ridha@ gmail.com> menulis: Dari: Ahmad Ridha <ahmad.ridha@ gmail.com> Topik: Re: [assunnah] tanya : tentang pemilu Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com Tanggal: Senin, 28 Juli, 2008, 12:01 AM 2008/7/19 Abdul Aziz <abu_usamah13@ plasa.com>: > Assalamu'alaykum > Wa'alaykumus salaam warahmatullah, > bagaimana sikap kita sebagai muslim yang bermanhaj salaf > dalam menyikapi pemilihan umum karena, sebentar lagi di tempat ana akan > diadakan pemilihan gubernur bolehkah kita mencoblos untuk memilih? > Sebelumnya perlu dipahami bahwa sistem demokrasi tidak sesuai dengan Islam. Masalah ini diulas secara detail oleh asy-Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah al-Imam. Lihat di: http://ulamasunnah. wordpress. com/2008/ 06/03/menggugat- demokrasi- daftar-isi/ Sedangkan mengenai partisipasi dalam pemilu itu sendiri sangat tergantung pada keadaannya. Lihat: http://adniku. wordpress. com/2007/ 09/24/%E2% 80%98nyoblos% E2%80%99- dalam-pemilu/ Allahu Ta'ala a'lam. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
