Sekedar info:
1. Ibn Baaz, dishalatkan oleh ribuan bahkan mungkin mencapai jutaan manusia di 
KSA
2. Demikian juga ibn Utsaimin dan ulama-ulama lain.
3. Namun, Al-Albany ketika wafat dishalatkan oleh orang yang jumlahnya nggak 
sampai 20 orang. Karena beliau melarang mengumumkan kewafatannya.
wallahu a'lam
=


--- On Mon, 7/28/08, Kusen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Kusen <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [assunnah] BERITA DUKA: Wafatnya Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya bin 
Muhammad
To: [email protected]
Date: Monday, July 28, 2008, 7:34 PM

terus kalau nggak ada yang ngasih tahu, darimana kita tahu ada kematian para 
ulama besar?



melda syl wrote:
>
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
>
> Akh Taufik,
>
> Jazaakallahu khairan katsira atas info fatwa-fatwanya tentang
> 'pengumuman kematian'.
> Sungguh, sebelumnya ana tidak tau bahwa ada larangan tentang
> pengumuman kematian sesuai fatwa2 dari ulama2 besar kita.
> Sekali lagi, semoga Allah membalas akh Taufik dengan kebaikan.
>
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> Ummu Ayu Syl
>
>
> 2008/7/25 taufik <[EMAIL PROTECTED] com <mailto:taufike% 40pertamina. com>>
>
> > Dari milis sebelah,
> >
> > 1. Fatwa Lajnah Ad Daimah
> >
> > Soal:
> >
> > Apakah boleh mengumumkan kematian seseorang di sebuah tempat dengan
> papan
> > tulis
> > khusus yang diletakkan di masjid? Padahal telah diketahui ada yang akan
> > memandikan dan mengkafani mayyit tersebut. Adapun shalat jenazahnya,
> mayyit
> > biasanya dishalatkan oleh kami setelah shalat dhuhur atau ashar.
> >
> > Jawab:
> >
> > Pertama:
> >
> > 1. Mengumumkan wafatnya mayyit dengan metode yang menyerupai cara 'Na'i'
> > (mengumumkan kematian) yang dilarang adalah tidak boleh. Adapun
> > mengabarkannya
> > kepada karib kerabatnya, orang-orang yang mengenalnya dengan tujuan agar
> > mereka
> > hadir menyolati dan hadir dalam penguburan mayyit tersebut, maka hal
> yang
> > demikian boleh. Ini bukanlah na'i yang dilarang, karena ketika
> Najasy (raja
> > Habasyah) wafat, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengkhabarkan
> kepada kaum
> > muslimin
> > tentang wafatnya Najasyi serta menshalatkannya (dengan shalat ghaib
> –pent).
> >
> > 2. Tidak sepantasnya membuat papan tulis di masjid untuk mengumumkan
> > wafatnya seseorang, atau yang semisal dengan hal tersebut. Hal ini
> karena
> > masjid, bukanlah dibangun untuk perkara semacam itu.
> >
> > Wabillahi taufiq, semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi kita
> > Muhammad, keluarga, serta para sahabatnya.
> >
> > Al Lajnah Daimah:
> >
> > Ketua: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
> >
> > Wakil: Abdurrazzaq Afifi
> >
> > Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
> >
> >
> > 2. Fatwa Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
> >
> > Soal:
> >
> > Barakallahu fiikum, seseorang yang lain berkata kepada beliau "Wahai
> Syaikh
> > Muhammad, apa hukum ucapan belasungkawa di surat kabar?"
> >
> > Jawab:
> >
> > Tentang ucapan belasungkawa di koran-koran, aku takut ini termasuk na'i
> > (mengumumkan kematian) yang tercela, karena Nabi shallallahu alaihi
> > wasallam
> > melarang mengumumkan kematian. Dan mayoritas ucapan belasungkawa ini
> adalah
> > mengumumkan kematian untuk menghibur, padahal mungkin bagi orang yang
> > mengucapkan belasungkawa untuk menulis surat
> > kepada keluarga mayyit, menghubungi lewat telpon. Ini cukup tanpa harus
> > membuat
> > pengumuman.
> >
> >
> > 3. Fatwa Asy Syaikh Shalih Al Fauzan
> >
> > Soal:
> >
> > Tentang pengumuman belasungkawa (obituari) di koran serta ucapan
> > terimakasih
> > kepada para takziyah serta pengumuman tentang wafatnya seseorang, apa
> > pandangan
> > syariat dalam masalah ini?
> >
> > Jawab:
> >
> > Pengumuman di koran-koran tentang wafatnya seseorang jika dengan tujuan
> > yang
> > benar yaitu memberi tahu kepada masyarakat tentang wafatnya seseorang
> > tersebut
> > maka kemudian menyolatkannya, mengantarkannya ke kuburan serta
> > mendoakannya,
> > sebagai pemberitahuan bagi orang yang berhubungan dengan almarhum,
> terutama
> > mereka yang memiliki urusan utang-piutang sehingga orang tersebut dapat
> > menuntut atau merelakan utang dan hak tersebut, maka pengumuman untuk
> > tujuan-tujuan tersebut tidaklah mengapa. Akan tetapi hendaknya cara
> > mengumumkannya tidak menghabiskan satu lembar halaman surat kabar,
> karena
> > ini menghabiskan biaya
> > yang banyak yang tidak perlu sebenarnya.
> >
> > Tidak boleh pula menulis ayat yang sering diulang-ulang oleh kebanyakan
> > orang dalam pengumuman kematian ini,
> >
> > "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang
> puas lagi
> > diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba- Ku,
> masuklah ke
> > dalam
> > syurga-Ku." (Al Fajr: 27-30)
> >
> > Karena di dalamnya terdapat tazkiyah (penyucian diri) terhadap diri si
> > mayyit, serta penghukuman bahwa mayyit tersebut termasuk penduduk surga.
> > Ini
> > tidak boleh. Karena ini berdusta kepada Allah subhanahu wata'ala dan
> > menyerupai
> > Allah dalam mengetahui ilmu ghaib. Oleh karena itu, tidaklah kita
> > menghukumi
> > person tertentu masuk ke dalam jannah kecuali dengan dalil Al Qur'an
> dan As
> > Sunnah, hanya saja kita menginginkan kebaikan bagi orang yang beriman,
> > namun
> > tidak memastikan keadaannya seperti itu.
> >
> > Allah-lah yang Maha Memberi Taufik.
> >
> >
> > 4. Fatwa Asy Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali
> >
> > Berkata Asy Syaikh Kholid bin Dhohawi Azh Zhufairi (penanggung jawab
> situs
> > Syaikh Rabi' Al Madkholi), "Aku bertanya kepada Asy Syaikh Rabi' –semoga
> > Allah
> > menjaga beliau- tentang hukum mengumumkan kematian di forum-forum.
> Apakah
> > ini
> > termasuk Na'I (mengumumkan kematian) yang dilarang?"
> >
> > Syaikh Rabi': Ya, ini termasuk na'i.
> >
> > Syaikh Kholid: Kalau begitu, sebaiknya ini ditinggalkan.
> >
> > Syaikh Rabi': Bahkan wajib meninggalkannya.
> >
> > Semoga Allah memberikan taufik kepadamu.

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke