Wa'alaykumussalam warahmatullah Jangan salah juga pak Dokter, saya tidak bermaksud offensive terhadap statement anda dan saya bukannya menyangkal statement anda dari sisi medis, karena saya percaya anda ahli dalam bidang itu. Saya hanya mengingatkan bahwa segala hal yang disandarkan kepada Rasulullah shalallahu'alayhi wasallam perlu disebutkan dalil yang jelas, itu saja.
Walaupun statement anda itu telah di iyakan oleh 4 orang dokter, tapi tentu yang mereka "iyakan" adalah penilaian mereka dari sisi medis, namun sudahkah statement anda itu anda tanyakan kepada yang mengerti/ahli tentang riwayat/hadits? Itulah point yang saya maksud, yaitu validitas dalilnya tentang penyandaran hal tersebut kepada Rasulullah, bukan sekedar penilaian dari segi medis. Mengenai dalil yang shahih tentang pola makan nabi, terus terang --karena keterbatasan ilmu saya-- saya belum mengetahui pola makan yang baku dari pola makan Rasulullah shalallahu'alayhiwasallam, misalnya apakah beliau makan berapa kali sehari, atau apa saja menu makanan rutin beliau, dan lain-lain. Memang ada beberapa riwayat tentang nasehat beliau mengenai makanan, tapi -sependek pengetahuan saya- saya kira itu bukan suatu hal yang bisa dianggap sebagai pola makan yang baku (seperti program diet makanan tertentu), wallahu a'lam. Allah berfirman: "Makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya." (An Nahl:114) "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Ali 'Imran 147) Itulah kriteria makan yang harus diperhatikan setiap muslim (halal, baik dan tidak melampaui batas), selama memenuhi kriteria itu maka itu sudah cukup. wallahu a'lam. mohon dikoreksi jika pendapat saya ada yang keliru. ----- Original Message ----- From: "Dr.Salamun Sastra" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, July 17, 2008 1:43 PM Subject: RE: [assunnah] pola makan nabi > Assalamualaikum > Jangan salah pak Naufal, sebelum menjawab saya tanya dulu kepada 4 orang dokter dan mereka mengiyakan statement saya tersebut.....kami juga tidak faham apakah statement tersebut termasuk Hadits yang shahih. > Makanya saya atas nama teman2 minta penjelasan dari yang akhli dalil. Kalau dalilnya sudah shahih bisa kami kembangkan secara ilmiah berdasarkan ilmu kedokteran dan kesehatan. Demikian.......senang sekali mendapat penjelasan yang begitu santun dari anda..... > Nah kalau begitu pak Nouval.....bagaimana pola makan Nabi menurut dalil yang shahih ? > Terimakasih > Wassalam > Dr.Salamun > > > To: [email protected] > From: [EMAIL PROTECTED] > Date: Tue, 15 Jul 2008 09:37:49 +0700 > Subject: Re: [assunnah] pola makan nabi > > ----- Original Message ----- > From: "Dr.Salamun Sastra" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, July 14, 2008 10:04 PM > Subject: RE: [assunnah] pola makan nabi > > > Assalamualaikum, > > wa'alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh > > > Pola makan nabi setahu saya hanya satu : Makan sebelum lapar dan berhenti > makan sebelum kenyang, > > Hal ini dengan mudah dapat diterangkan secara ilmiah melalui dasar2 ilmu > kedokteran, yaitu anatomi, histologi, fisiologi, biologi. > > Kalau menerangkannya betul dan baik, nah itulah kebesaran ajaran Nabi kita > Muhammad SAW. > > Untuk menjelaskan pola makan Nabi yang hanya 8 kata tersebut dibutuhkan 8 > semester penuh. > > Kalau 4 sehat 5 sempurna itu ciptaan Prof.Dr.Poorwo soedarmo untuk bangsa > indonesia dan itu bukan pola makan tapi pola gizi untuk bangsa > Indonesia...cara makannya ya itulah seperti pola makan Nabi...mudah2 an bisa > faham apa yang saya jelaskan ini. > > Wassalam > > Dr.Salamun > > Pak Dokter, diharapkan jika anda mengutip seusatu yang disandarkan kepada Nabi > maka anda harus menyebutkan dalilnya yang jelas agar tidak sekedar menukil > tanpa dalil yang bisa dipertanggung jawabkan. > Mungkin pola makan yang anda sebutkan itu memang baik jika ditinjau dari sisi > ilmu kedokteran, tapi bukan berarti serta merta anda boleh menyandarkan hal > itu kepada Rasulullah shalallahu'alayhi wasallam tanpa dalil/refernsi yang jelas. > > "Kami adalah orang-orang yang tidak makan sehingga lapar, dan apabila kami > makan kami tidak sampai kenyang," > > Kalimat tersebut memang sangat terkenal dan sering disandarkan sbg hadits > nabi, padahal hadits yang amat populer ini ternyata bukan hadits dari > Rasulullah. Lafadz yang seringkali dikatakan sebagai hadits nabi ini tidak > ditemukan di kitab-kitab hadits yang muktamad, semacam Shahih Bukhari, > Shahih Muslim, Sunan An-Nasa'i, Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmizy, Sunan Ibnu > Majah dan lainnya. Juga tidak didapati di kitab-kitab hadits semacam > Bulughul Maram atau Nailul Authar dan sejenisnya. > Lafadz kalimat itu ternyata hanyalah merupakan perkataan seorang tabib > (dokter) dari Sudan, yang tidak ada kaitannya dengan urusan syariah dan > agama. > > Silahkan baca artikel berikut ini mengenai hal tsb > http://www.praditya.net/index.php/2007/11/15/makan-setelah-lapar-berhenti-se belum-kenyang/ ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
