1. Adakah air Musta'mal. Khilaf menjadi dua pendapat:
a. Ada. Dalil: tidak ada satupun kabar bahwa para shahabat menggunakan air 
musta'mal (lihat Kifayatul Akhyar karya Taqiyuddin Husain)
b. Tidak ada. Dalil: Rasulullah pernah menggunakan air musta'mal. beliau pernah 
mencelupkan tangan di bejana untuk bersuci. dan beliau pernah bersuci dengan 
air sisa mandi junub Maimunah (lihat Al Mausu'ah Al Fiqhuyyah Al Muyassarah)
Yang Rajih pendapat b

2. Apakah air yang boleh digunakan bersuci harus dua kulah? Tafshil (rinci)
a. Jika bau, rasa, dan warnanya masih air. boleh baik 2 kullah maupun bukan. 
dalil: Allah berfirman: Wa Anzalna minas sama'i Ma'an Thahura (Dan kami 
turunkan dari langit air yang merupakan alat bersuci). Nabi bersabda: Al Ma'u 
thahurun (air itu alat bersuci). Aw kama qala.
b. Jika tercampur benda suci walaupun sudah berubah warna bau dan rasa.
boleh selama masih air mutlak. Baik 2 kullah maupun bukan. Yang dimaksud air 
mutlak: Air yang secara bahasa arab disebut air tanpa ikatan dan penyandaran 
yang perlu. Contoh penyandaran yang perlu: air teh, air kopi. Tidak pernah 
orang arab bilang air kopi sebagai ma'un (air). pasti harus direndeng dengan 
kopi (ma'ul qahwah). Contoh ikatan yang perlu, air yang muncrat (Ma'un dafiq), 
air yang hina (Ma'un Mahin) karena keduanya merupakan kata-kata halus untuk 
menamai mani. Tidak pernah orang arab menamakan air yang muncrat (Ma'un dafiq) 
sebagai air. dalil: Rasulullah bersabda kepada orang-orang yang memandikan 
mayat: Ighsilha bi ma'in wa shidrin (mandikanlah ia dengan air dan daun 
bidara/sejenis bath foam alami). Rasulullah bersabda tentang lautan: Innahu 
Thahurun ma'uhu Al hillu maytatuhu. (sesungguhnya laut itu airnya merupakan 
alat bersuci, halal bangkainya).
c. Jika tercampur najis. maka ada dua keadaan: tergenang dan mengalir. Yang 
tergenang ada dua keadaan:
1. kurang dari dua kullah. tidak boleh digunakan karena najis. sekalipun bau 
warna dan rasanya tidak berubah. dalil: rasulullah bersabda: La yabulanna 
ahadukum fil ma'id da'imi alladzi la tajri tsumma yaghsilu fihi (janganlah kamu 
kencing di air tergenang yang tidak mengalir kemudian mandi di situ) aw kama 
qala.
batasan dua kullah diambil dari sabda Rasulullah ketika ditanya tentang mata 
air di padang pasir yang sering didatangi dawwab dan siba': Idza balaghal ma' 
qullataini lam yanjus (jika air sampai dua kullah, maka tidak ternajisi). 
Dawwab adalah makhluk yang berjalan di daratan dengan perut, dua kaki, atau 
empat kaki. Siba' adalah dawwab yang memburu mangsanya.
2. lebih dari dua kullah. inipun ada dua keadaan. Pertama: berubah warna rasa 
atau bau disebabkan oleh najis. maka ternajisi berdasarkan pendapat para salaf 
(tolong periksa atsar-atsarnya di Al Muhalla oleh imam Ibnu hazm) serta tak 
boleh digunakan. Kedua tidak berubah warna, bau, dan rasa: boleh berdasarkan 
hadits dua kullah di atas.

Adapun jika mengalir ada dua keadaan:
1. berubah bau' warna dan rasa: ternajisi dan tidak boleh digunakan sebagaimana 
keumuman pendapat para salaf
2. Tidak berubah, bau warna dan rasa bahkan airnya menetralisir bau warna dan 
rasa benda najis. boleh dipakai baik dua kullah maupun bukan. dalilnya: 
rasulullah hanya telah menyuruh shahabatnya mengambil air untuk menyiram 
kencing orang badui. padahal airnya hanya seember. Dalil lain. sabda Rasulullah 
tadi: la yabulanna ahadukum fil ma'id daimi alladzi la tajri.... kata-kata 
(yang tidak mengalir) menandakan bahwa kalau mengalir boleh.

Silakan cek: 1. Subulus Salam, 2. Kifayatul Akhyar, 3. Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah 
Al muyassarah, 4. Al Mausu'ah Al Manahi As Syar'iyah, 5. Al Umm.
Ana menulis hal ini hanya berdasarkan ingatan. kalau salah harap dikoreksi.

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke