Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,

1/ Saudaraku Indra, mestinya segala sesuatu itu selain tergantung pada niat, 
juga tergantung pada cara mewujudkan niat.
2/ Apabila tidak berpromosi, bagaimana calon pembeli barang atau calon pengguna 
jasa dapat mengetahui pihak penyedia barang/jasa? Cukupkah hanya dari mulut ke 
mulut (promosi tidak langsung dari pihak yang pernah menjadi pembeli barang 
atau pengguna jasa)?
3/ Sejauh yang saya tahu, diperbolehkan memromosikan barang/jasa, tetapi 
keunggulan barang/jasa yang ditawarkan haruslah sesuai dengan kenyataan, tidak 
berlebih-lebihan, dan tidak merendahkan barang/jasa yang ditawarkan oleh pihak 
lain. Pembeli barang atau pengguna jasa tidak boleh merasa terkecoh nantinya. 
Bagi mereka yang cukup paham agama, mestinya dapat merasakan batas-batas mana 
yang diperbolehkan.
4/ Dalam hal ini, pada hakikatnya, tidak memromosikan diri, melainkan 
memromosikan keunggulan barang/jasa. Dengan demikian, ini mestinya tidak sama 
dengan menyombongkan diri, pamer ataupun mencari ketenaran. Al-Maqdisi berkata 
: "Yang tercela ialah seseorang mencari ketenaran. Adapun adanya ketenaran dari 
sisi Allah Ta'ala tanpa usaha manusia untuk mencarinya, maka demikian itu tidak 
tercela. Namun adanya ketenaran itu merupakan cobaan bagi orang-orang yang 
lemah (imannya, Pent)". [Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 218]
[http://www.almanhaj.or.id/content/2456/slash/0#top]

Saya berharap ada diantara saudara-saudaraku yang memiliki dalil yang shahih 
atau memiliki pendapat lain yang lebih kuat?

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Abu Farhan


--- In [email protected], "Indra Treumann" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
> Ana hendak menanyakan kebingungan yang ada di hati. Walaupun masih
belum begitu matang, ana berencana akan menjadi freelancer di bidang
web design and development. Dari sejumlah contoh-contoh yang saya
lihat. Kebanyakan freelancer mempromosikan diri mereka dan
keunggulan-keunggulan mereka, dan kemungkinan apabila ana akan
benar-benar menjadi freelancer, hal itu juga sepertinya yang akan ana
lakukan, mempromosikan diri, menunjukkan keunggulan-keunggulan, dan
memamerkan portfolio. Ana khawatir hal ini akan menimbulkan ujub atau
bahkan yang lebih berbahaya dari itu. Pertanyaan ana, Apakah hal
seperti itu sama saja dengan ujub dan menyombongkan diri di depan
orang lain? apabila iya begitu, lalu cara apa yang kira-kira baik dan
tidak menimbulkan was-was seperti hal tersebut?
>
> Jazakumullah...
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke