Waalaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh,

Nabi melarang ummatnya untuk memberi nama dengan gelarnya: Abu Qosim:

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: 

Seseorang menyapa temannya di Baqi: Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling 
kepada si penyapa. Orang itu segera berkata: Ya Rasulullah saw, aku tidak 
bermaksud memanggilmu. Yang kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. 
bersabda: Kalian boleh memberi nama dengan namaku, tapi jangan memberikan 
julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3974)



Sebaliknya, Nabi menganjurkan agar kita memberi nama anak kita dengan nama 
Nabi, yaitu: Muhammad:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: 

Abul Qasim, Rasulullah saw. bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi 
jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)



Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: 

Seseorang di antara kami mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. 
Orang-orang berkata kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama 
Rasulullah saw. Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas 
punggungnya untuk menemui Rasulullah saw. Setelah sampai di hadapan Rasulullah 
saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama 
Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu 
memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh 
memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan dengan julukanku. 
Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian. (Shahih Muslim No.3976)



Haram menamakan anak dengan nama Allah seperti Malikul Amlak dan Malikul Mulk 
(Raja Segala Raja) karena itu adalah nama Allah. Jangan memberi nama anak 
dengan nama-nama Allah:

Dari Ibnu Umar ra, Nabi bersabda: Nama yang paling disukai Allah adalah 
Abdullah (Hamba Allah) dan Abdurrahman (Hamba Yang Maha Pengasih) [HR Muslim]

Dari Abu Hurairah ra.: 

Dari Nabi saw., beliau bersabda: Nama yang paling jelek di sisi Allah adalah 
seorang yang bernama Malikul Muluk. Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam 
riwayatnya: Tidak ada malik (raja) kecuali Allah Taala.. (Shahih Muslim No.3993)

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut 
asmaa-ul husna" [Al A'raaf:180]

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia 
mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik)" [Thaahaa:8]



Sebaiknya memberi nama-nama Nabi seperti Ibrahim kepada seorang anak.

Dari Abu Musa ra., ia berkata: 

"Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi saw., beliau memberinya nama 
Ibrahim dan mentahniknya (mengolesi mulutnya) dengan kurma". (Shahih Muslim 
No.3997)

Sebaiknya nama adalah Abdul (Hamba) dengan Asma'ul Husna (99 Nama Allah yang 
baik) seperti Abdullah (Hamba Allah), Abdurrahman (Hamba Maha Pengasih), Abdul 
Hakim, Abdul Hadi, dan sebagainya.





Wassalam

--------------------------------------------------------------------------------


  ----- Original Message ----- 
  From: robby wahyu 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 21, 2008 9:02 AM
  Subject: [assunnah] Re: Larangan Nama Bayi


  Assalamualaikum.
  Insya Allah kami segera dikaruniai anak kembar. Menurut dokter kembar laki2. 
Ada usulan untuk nama2nya? Ana dan istri masih bingung mencari nama yang baik.

  Jazakumullahu khairan


   

Kirim email ke