Assalamu'alaikum... ini e-mail yang saya terima tahun 2006 lalu.. jazakallah bi 
khoir
 

Biasanya orang yang bikin acara beginian mendasarkan pada hadits ini:

Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan 
Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu 
mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan spontan mereka ikut 
mengatakan Aamin. 
Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali. 
Ketika selesai sholat Jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, 
kemudian beliau menjelaskan: "Ketika aku sedang berhotbah, datanglah Malaikat 
Zibril dan 
berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.

Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb:
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan 
Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: 

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali. 

Bandingkan dengan hadits SHOHIH ini:

"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian 
berkata, "Amin, amin, amin". 

Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya 
Rasulullah?" 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat Jibril dan 
ia berkata : 'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun 
dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin', 

kemudian Jibril berkata lagi, 
'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan 
tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!', maka aku berkata : 
'Amin'. 

Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi. 'Celaka seseorang 
yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih 
hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!' maka 
kukatakan, 'Amin". 

[Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 
dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin 
Ujrah,diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih 
Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)] 

Kesimpulannya: Tidak ada tuntunan untuk meminta maaf untuk mengawali puasa 
karena meminta maaf tidak menunggu datangnya puasa dan bukan merupakan bagian 
dari ibadah puasa itu sendiri.

Wallahu a'lam 
Syamsul




On 9/18/06, Adi Wiarto <http://us.f533.mail.yahoo.com/ym/[EMAIL PROTECTED]> 
wrote: 






Assalamu'alaikum

Apakah seblum kita menjalankan ibadah shaum, kita diwajibkan saling 
berma'afan?
Apakah ada hadist shohih yg menjelaskannya?
Mohon pencerahannya.
Terima kasih.

--- On Mon, 8/25/08, Supri Abumuhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Supri Abumuhammad <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [assunnah] Mohon info DERAJAT HADITS tentang Ramadhan
To: [email protected]
Date: Monday, August 25, 2008, 3:41 PM






Bismillahirrohmanir rohiim
Mohon info ikhwan sekalian mengenai Derajat riwayat berikut, karena dengan ini 
mereka berdasar untuk saling memaafkan sebelum Ramadhan :
Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat 
Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal 
yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya 
(jika masih ada); * Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri; * 
Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah 
pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali"
Jazakumullah khoiron.
SUPRIYADI ABU MUHAMMAD
 














      

Kirim email ke