Al-Ma'tsurot Hasan Al-Bana
Minggu, 4 Maret 2007 09:03:02 WIB
*AL-MA'TSUROT HASAN AL-BANA*
Oleh
Ustadz Abu Ahmad

Kitab Al-Ma'tsurot oleh Hasan Al-Banna adalah kitab yang sangat populer di
kalangan kaum muslimin di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Bahkan wirid-wirid yang terkandung di dalamnya dijadikan sebagai amalan
harian wajib bagi para pengikut kelompok Ikhwanul Muslimin dan kebanyakan
para aktivis pergerakan Islam di Indonesia.

Beberapa bulan yang lalu telah masuk kepada kami pertanyaan dari sebagian
pembaca tentang kitab Al-Ma'tsurot ini, apakah kitab ini layak untuk
diamalkan kandungannya, karena banyak dari kaum muslimin di daerahnya yang
mengamalkan wirid-wirid dalam kitab ini.

Maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh dalam pembahasan kali ini akan
kami paparkan studi kelayakan kitab Al-Ma'tsurot ini untuk dipakai dan
diamalkan kandungannya.

PENULIS KITAB "AL-MA'TSUROT"
Penulisnya adalah Syaikh Hasan bin Ahmad bin Abdurrohman Al-Banna, pendiri
jama'ah Ikhwanul Muslimin. Ia dilahirkan pada tahun 1906 M di Mahmudiyyah
Buhairah Mesir, dan meninggal di Kairo Mesir tanggal12 Februari 1949 M.

Hasan Al-Banna adalah pengikut tarikat shufiyyah Hashshofiyyah sejak usia
muda. Dia mengenal tarikat Hashshofiyyah semenjak duduk di Madrasah
Mu'allimin UIa di Damanhur. Dia kemudian berbai'at di hadapan Mursyid
Tarikat Hashshofiyyah, Syaikh Abdul Wahhab Al-Hashshofi, dan kemudian aktif
dalam kepengurusan Jam'iyyah Hashshofiyyah Al-Khoiriyyah.

Semasa hidupnya, Hasan Al-Banna selalu mengamalkan ritual-ritual tarikat
Hashshofiyyah tersebut seperti Wadhifah (wirid) Rozuqiyyah tiap pagi dan
petang. Nampaknya Wadhifah Rozuqiyyah ini adalah asal dari Wadhifah Kubro
(nama lain dari Al-Ma'tsurot sebagaimana tertera dalam judul cetakannya).

Hasan Al-Banna tidak hanya mengamalkan Wadhifah Rozuqiyyah saja, bahkan dia
juga mengikuti ritual Hashshofiyyah di kuburan-kuburan dengan cara menghadap
kepada sebuah kuburan yang terbuka dengan tujuan untuk mengingat kematian,
kemudian ritual Hadhroh setelah sholat Jum'at, dan ritual Maulid Nabi.

Abul Hasan An-Nadwi berkata: "Hasan Al-Banna selalu mengamalkan wirid-wirid
dan ritual-ritual ini hingga akhir hayatnya." (Tafsir Siyasi lil Islam hal.
83).

Adapun dalam segi aqidahnya, Hasan Al-Banna adalah Asy'ari Mufawwidhoh
sebagaimana nampak dalam kitabnya, Aqo'id. (Lihat Mudzakkirot Da'wah wa
Da'iyyah, Nazhorot fi Manhaj Ikhwanul Muslimin dan Thoriqoh Hasan Al-Hanna
wa Ashumul Waritsin )

WIRID-WIRID 'AL-MA'TSUROT" YANG LEMAH ATAU TIDAK ADA ASALNYA
Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah
yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas dalil yang tsabit
(kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa dalil atau dengan dalil
yang dho'if (lemah). Maka tidak boleh seorang muslim mengamalkan suatu
dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa dzikir tersebut dinukil
dengan dalil yang tsabit dari Al-Qur'an dan as-Sunnah (Lihat bahasan Hadits
Dho'if Dalam Fadho'il A'mal dalam Majalah Al-Furqon Edisi Spesial
Ramadhan-Syawwal Tahun 6).

Setelah kami meneliti do'a-do'a dan dzikir-dzikir dalam kitab Al-Ma'tsurot
ini ternyata ada beberapa dzikir yang lemah dalilnya atau bahkan tidak ada
asalnya sama sekali, di antara do'a-doa dan dzikir-dzikir tersebut ialah:

[1]. Wirid Pertama.
"Ashbahnaa wa asbaha al-mulku lillahi laa syariikalahu wa alhamdu kulluhu
lillahi laa syarikalahu laa ilaha illa allahu wa ilaihi an-nusyuur"

"Artinya : Sesungguhnya kami terjaga di pagi hari dengan (kesadaran bahwa) /
kerajaan (bumi dan segala isinya) ini seluruhnya adalah milik Alloh. Dan
segala puji bagi Alloh, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Robb selain Dia dan
kepada-Nya kami akan dibangkitkan."

Wirid ini datang dalam hadits Abu Huroiroh Radhiyallahu'anhu yang
diriwayatkan oleh Bukhori dalam Adabul Mufrod 1/211 no. 604 dan, Ibnu Sunni
dalam Amal Yaum wa Lailah hal. 74 dari jalan Abu Awanah dari Umar bin Abi
Salamah dari bapaknya dari Abu Huroiroh Radhiyallahu'anhu.

Riwayat ini dikatakan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu : "Dho'if dengan
lafazh ini, di dalam sanadnya terdapat Umar bin Abi Salamah Az-Zuhri
Al-Qodhi, fihi dho'fun (padanya terdapat kelemahan)," ( Dho'if Adabul Mutrod
hal. 60)

[2]. Wirid Kedua
"Allahumma ma ashbaha bii min ni'mati faminka wahdaka laa syariika laka
falaka alhamdu walaka asy-sukru"

"Artinya : Ya Alloh nikmat apapun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang di
antara makhluk-Mu adalah dari-Mu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagi-Mu
segala puji dan syukur."

Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Ghonam Al-Bayadhi yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 4/318, Ibnu Hibban dalam
Shohih-nya 3/143, Nasa'i dalam Sunan Kubro 6/5, Abu Bakar Asy-Syaibani dalam
Ahad wal Matsani 4/183, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/89 dari jalan
Rabi'ah bin Abi Abdirrohman dari Abdulloh bin Anbasah dari Abdulloh bin
Ghonam Al-Bayadhi.

Abdulloh bin Anbasah dikatakan oleh Adz-Dzahabi rahimahullahu :
hampir-hampir tidak dikenal)."

Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Takhrij Kalimu Thoyyib
hal. 73 dan Dho'if Jami' Shoghir: 5730.

[3]. Wirid Ketiga.
"Yaa rabbi laka alhamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wali'adhiimi
sulthoonika"

Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Umar Radhiyallahu'anhu yang
diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/1249, Thobroni dalam Mu'jam
Ausath 9/101 dan Mu'jam Kabir 12/343, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/94
dari jalan Shodaqoh bin Basyir dari Qudamah bin Ibrohim Al-Jumahi dari
Abdulloh bin Umar Radhiyallahu'anhu.

AI-Bushiri rahimahullahu berkata: "Sanad ini, terdapat kritikan padanya."
(Mishbahu Zujajah 4/130)

Shodaqoh bin Basyir dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Taqrib:
"Maqbul (yaitu diterima haditsnya jika ada penguatnya, kalau tidak ada
penguatnya maka haditsnya lemah)."

Qudamah bin Ibrohim dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Taqrib:
"Maqbul."

Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dho'if Sunan Ibnu Majah
hal. 308 dan Dho'if Jami' Shoghir: 1877.

[4]. Wirid Keempat
"Allahumma sholli 'alaa muhammadin 'abdika wanabiyyika warosuulika
an-nabiyyi al-ummii wa 'alaa aalihi washohbihi wasallim tatsliimaa 'adada ma
ahaatho bihi 'ilmuka wakhoththo bihi qolamuka wa ahshoohu kitaabuka…"

"Artinya : Ya Alloh limpahkanlah sholawat atas junjungan kami Muhammad
hamba-Mu, nabi-Mu, dan rosul-Mu, nabi yang ummi, dan atas keluarganya; dan
limpahkanlah salam sebanyak yang diliput oleh ilmu-Mu dan dituliskan oleh
pena-Mu, dan dirangkum oleh kitab-Mu "

Sholawat ini adalah sholawat yang bid'ah yang tidak ada asalnya, tidak ada
di dalam kitab-kitab hadits yang mu'tabar sepanjang penelitian kami.

Wirid-wirid di atas (1 s/d 4) adalah yang lemah atau tidak ada asalnya. Di
samping itu, di dalam kitab Al-Ma'tsurot ini banyak wirid-wirid lain yang
shohih lafazhnya tetapi bid'ah dari segi kaifiyyat (tatacara)nya karena
memberikan bilangan bacaan-bacaannya yang tidak pernah ada tuntunannya dari
Rosululloh Shollallahu 'alaihi wa sallam .

DO'A ROBITHOH" YANG BID'AH
Pada akhir kitab Al-Ma'tsurot ini tercantum Do'a Robithoh yang berbunyi:
"Allahumma innaka ta'lamu anna hadihi al-quluuba qodijtama'at 'alaa
mahabbatika waltaqot 'alaa thoo 'atika watawahhadat 'alaa da'watika wa
ta'aahadat 'alaa nushroti syarii'atika fawassiq allahumma roobithhaa wa adim
wuddahaa"

"Artinya : Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini
telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah (kecintaan) hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di (jalan)-Mu,
dan berjanji selia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan
pertaliannya Ya Alloh, abadikan kasih sayangnya…"

Syaikh Ihsan bin Ayisy Al-Utaibi rahimahullahu berkata: "Di akhir
Al-Ma'tsurot terdapat wirid robithoh, ini adalah bid'ah shufiyyah yang
diambil oleh Hasan Al-Banna dari tarikatnya, Hashshofiyyah." .(Kitab
TarbiyatuI Aulad fil Islam Ii Abdulloh Ulwan fi Mizani Naqd Ilmi hal. 126)

HUKUM WIRID-WIRID BID'AH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: "Tidak diragukan lagi
bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah yang paling afdhol
(utama), dan ibadah dilandaskan alas tauqif dan ittiba', bukan atas hawa
nafsu dan ibtida ', Maka do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu
'alaihi wa sallam adalah yang paling utarna untuk diamalkan oleh seorang
yang hendak berdzikir dan berdo'a. Orang yang mengamalkan do'a-do'a dan
dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang berada di
jalan yang aman dan selamat. Faedah dari hasil yang didapatkan dari
mengamalkan do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi wa sallam
begitu banyak sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Adapun
dzikir-dzikir dari selain Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam , kadang-kadang
diharomkan, kadang-kadang makruh, dan kadang-kadang di dalamnya terdapat
kesyirikan yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Tidak diperkenankan
bagi seorang pun membuat bagi manusia dzikir-dzikir dan do'a-do'a yang tidak
disunnahkan, serta menjadikan dzikir-dzikir tersebut sebagi ibadah rutin
seperti sholat lima waktu, bahkan ini termasuk agama bid'ah yang tidak
diizinkan oleh Allah. Adapun menjadikan wirid yang tidak syar'I maka ini
adalah hal yang terlarang, bersamaan dengan ini dzikir-dzikir dan
wirid-wirid yang syar'I sudah memenuhi puncak dan akhir dari tujuan yang
mulia, tidak ada seorang pun yang berpaling dari dzikir-dzikir dan
wirid-wirid yang syar'i menuju kepada dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang
bid'ah melainkan (dialah) seorang yang jahil atau sembrono atau melampaui
batas." (Majmu' Fatawa 22/510-511).

Beliau juga berkata: "Seseorang yang berpaling dari do'a yang syar'i kepada
yang lainnya -walaupun itu adalah hizb-hizb- (wirid-wirid) sebagian
masyayikh (para syaikh)- maka yang paling bagus baginya adalah hendaknya
tidak meluputkan bagi dirinya do'a yang lebih afdhol dan yang lebih
sempurna, yaitu do'a-do'a Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam, karena dia
yang lebih afdhol dan lebih sempurna dari do'a-do'a yang lainnya dengan
kesepakatan kaum muslimin, meskipun do'a-do'a yang lain tersebut diucapkan
oleh sebagian masyayikh, apalagi jika do'a-do'a tersebut di dalamnya
terdapat kesalahan atau dosa atau yang lainnya?

Di antara orang-orang yang paling tercela adalah orang yang menjadikan hizb
(wirid) yang tidak ma'tsur (dinukil) dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam
-walaupun itu adalah hizb-hizb sebagian masyayikh dan meninggalkan hizb-hizb
Nabawiyyah yang diucapkan oleh Penghulu Bani Adam, Imam para makhluk, dan
hujjah Alloh atas para hamba-Nya," (Majmu'Fatawa 22/525)

BADAL (PENGGANTI) KITAB INI
Setelah melihat banyaknya hal-hal yang bid'ah dalam kitab Al-Ma'tsurot ini,
kami memandang bahwa kitab ini tidak layak dijadikan pegangan di dalam
wirid-wirid keseharian seorang muslim. Kami menganjurkan agar
saudara-saudaraku kaum muslimin memilih kitab-kitab dzikir lainnya yang
mengacu kepada do'a dan dzikir yang shohih dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa
sallam, di antara kitab-kitab yang kami anjurkan untuk dipakai adalah:

[1]. AI-Adzkar oleh AI-Imam, An-Nawawi bersama penjelasan derajat haditsnya
dalam kitab Shohih wa Dho'if AI-Adzkar oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilali.
[2]. Al-Kalimu Thoyyib oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dengan takhrij
Syaikh Al-Albani.
[3]. Tuhfatul Akhyar oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
[4]. Shohih Kalimu Thoyyib oleh Syaikh Al-Albani.
[5]. Hishnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qohthoni, telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 06 Tahun VI/Robi'ul Awwal 1428H
[Februari 2007], Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma'had Al-Furqon, Alamat Maktabah
Ma'had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153]



2008/9/1 fadhillah fadhl <[EMAIL PROTECTED]>

>   wa'alaikumussalam warahmatullahi,
>
> al ma'tsurat bukan dzikir pagi dan petang dari Rasulullah walau di ambil
> dari kutipan Al-Qur'an. coba antum baca buku dzikir Ust. Yazid Abdul Qadir
> Jawas
>
> fadhillah Al Fadhl
>
> ----- Original Message ----
> From: Erik Yuwanto <[EMAIL PROTECTED] <eyunanto%40batamec.com>>
> To: [email protected] <assunnah%40yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, August 26, 2008 9:17:31 AM
> Subject: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna
>
> From: Firman.Anggur [mailto:[EMAIL PROTECTED] com]
> Sent: Tuesday, August 26, 2008 8:42 AM
> To: '[EMAIL PROTECTED] ps.com'
> Subject: tanya al ma'tsurat karya hasan al banna
>
> Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
>
> Ana mau nanya, apakah isi buku al ma'tsurat (dzikir pagi dan petang) karya
> imam hasan al banna adalah berisi dzikir2 yang diamalkan oleh rasulullah?
>
> Jazakallah atas jawabannya.
>
> Firman
>
> 
>

Kirim email ke