Menyambut Bulan Ramadhan




Ikhwah fillah yang budiman,



Adakah rasa bahagia yang melebihi saat surga dibukakan pintu-pintunya
untuk kita? Adakah rasa yang lebih menentramkan hati melebihi saat
neraka ditutup pintu-pintunya? Na'am…,kesempataan saat-saat
indah itu segera tiba.Insya Allah….



Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.



"Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga

[dalam riwayat Muslim : "Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan
ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan"

[Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079]



Ya…,kesempatan yang kita nantikan segera datang yaitu bulan
Ramadhan. Sebuah kesempatan dimana pintu-pintu surga,pintu-pintu rahmat
dibuka untuk kita semuanya karena  pada bulan itu amal-amal shaleh
banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik dan bacaan al-Quran
dikumandangkan berlimpah ruah.

Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan
diikatnya jin-jin jahat dengan salasil (rantai), belenggu dan ashfad.
Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan
yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah
syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur'an serta seluruh ibadah yang
mengatur dan mebersihkan jiwa.



Maka….hati siapakah yang tidak senang menunggu kedatangannya.Hati
siapakah yang tak rindu berjumpa dengan Ramadhan,bulan yang penuh
kemuliaan.



Pada riwayat yang lain Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:



"Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan
jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka tidak ada satu
pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga tidak ada satu
pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; "Wahai orang yang
ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah.

Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu
terjadi pada

setiap malam"

[Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi
Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini
Hasan]



Itulah sebabnya mengapa sebagian salaf,pendahulu ummat ini begitu
berharap hingga sejak enam bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan mereka
berdo'a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan, dan
apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo'a kepada Allah
agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti
dinukil Ibnu Rajab rahimahullah.





Ikhwah fiddien yang kucintai,



Sekarang kembali mari kita melihat diri kita sendiri.Benarkah hati kita
begitu berharap akan datangnya Ramadhan?

Atau malah sebagian dari kita sempat terucap,"Mengapa begitu cepat
bulan puasa datang, dan berarti sebentar lagi hari raya lagi?".

Hmmmm…..komentar yang menyedihkan bukan? Kaum salaf begitu mengharap
segera datang Ramadhan,sementara sebagian dari masyarakat kita tak
mengacuhkan dan bahkan menganggap bulan Ramadhan begitu menyusahkan dan
merepotkan.Begitulah kondisi kecenderungan kondisi masyarakat modern
kita dewasa ini.Semoga Allah Ta'ala mengampuni dan memberi petunjuk
kepada kita semua.



Allah Ta'ala berfirman,



"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya
mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah". (QS.al-An'am:116).



Dan tak lupa penulis sampaikan penyesalan adalah tiada berguna bila
dilakukan pada akhir sebuah pekerjaan.Penyesalan tak berguna bila
nantinya bulan Ramadhan berlalu begitu saja, sementara kita telah
menyia-nyiakannya.Semoga Allah Ta'ala menghindarkan kita dari
kesia-siaan tersebut.



Berikut kisah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam :



"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian
berkata, "Amin, amin,

amin".

Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya
Rasulullah?"

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat
Jibril dan ia berkata :

'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia
tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin',

kemudian Jibril berkata lagi, 'Celaka seseorang yang masuk bulan
Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh
Allah dan katakanlah amin!', maka aku berkata : 'Amin'.

Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi. 'Celaka
seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari
keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan
katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin".

[Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153
dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah,
diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 [Shahih
Al-Adabul Mufrad No.500 dari Jabir bin Abdillah]



Yang perlu digaris bawahi berkaitan dengan bulan Ramadhan adalah
do'a kecelakaan oleh malaikat Jibril dan telah diamin-kan oleh Nabi
Shallallahu `alaihi wa sallam bagi orang yang menjumpai bulan
Ramadhan namun dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah Ta'ala karena
pada bulan itu kesempatan emas bagi kita semua kaum muslimin untuk mohon
ampun dan membersihkan dosa-dosa kita.



"Ya Allah, ya Rabbi,pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah
kami pertolongan untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih
di bulan Ramadhan yang mulia dan di bulan-bulan lainnya.Ampunilah dan
bersihkanlah dosa-dosa kesalahan kami. Teguhkanlah kami pada ketaatan
pada agamaMu dan Sunnah Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam sampai
kami menemui-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha
Mengabulkan segala do'a". Amin ya Rabbal `alamin.







Note : mendaur ulang kembali dari beberapa tulisan para ikhwah sekalian




Kirim email ke