Nabi Muhammad SAW. mengatakan: "Barang siapa menciptakan di dalam Islam
suatu
kebiasaan yang bagus [sunnah hasanah], kemudian diamalkan sesudahnya,
maka ia akan
mendapatkan seperti pahalanya orang-orang yang melakukannya tanpa
mengurangi
pahala-pahala mereka ini. Dan barang siapa menciptakan kebiasaan buruk
[sunnah sayiah],
kemudian diamalkan sesudahnya, maka ia akan mendapatkan seperti dosanya
orang-orang yang
mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka ini". HR. Imam Muslim.

ana sengaja mengutip hadis yang diatas untuk menanggapi,sebatas ilmu
yang ana tau...

bahwasanya kata "menciptakan kebiasaan yang bagus" maksudnya adalah
menghidupkan sunnah kembali..seperti perkataan para ulama salaf,,jika
kita menghidupkan 1 bid'ah,maka disisi lain akan menghilangkan 1
sunnah..
dan maksud kata "kebiasaan bagus" adalah sunnah yang dalam konteks
hadist tersebut adalah menghidupkan bersedekah,bukan membuat amalan baru
(hadist ini cukup mashyur digunakan hujjah oleh para ahli bidah)
dan bila memang yang dimaksud adalah syariat,maka tentunya akan
bertentangan dengan hadist "kulli mukhdatsatun bid'ah" dan Rasul
Alahimus Shalatu Wassalam tidak akan bertentangan antara perkataan 1
dengan lainnya..jadi kesimpulannya (Wallohu ta'ala a'lam)
hadist diatas menceritakan tentang hal menghidupkan sunnah (sesuatu yang
sudah disyariatkan "bersedekah) dan bukan menceritakan tentang perkara
baru dalam syariat..walaupun itu baik menurut kita..tapi bila Rasulullah
tidak mendapat perintah dari Allah untuk menyampaikannya apakah hal itu
beik??apakah kita merasa lebih baik dari Rasul..

Wassalamu'alaikum

Kirim email ke