Bismillah...

berhubung calon isteri saya juga Insya Allah berprofesi sebagai dokter, saya 
menyarankan ke beliau untuk mengambil jurusan yang berhubungan dengan 
kewanitaan, contoh...
Obsgin, dan masih banyak juga yang membutuhkan seorang perempuan bekerja 
dibidangnya dengan aman. mungkin dokter bedah, anatesi... andai memang kepepet 
bingung, jadi dosen bisa jadi alternatif terakhir, selain lebih aman, pahala 
seorang pengajar sama juga dengan amal jariyah..asalkan niatnya beribadah

saya pernah baca dan dengar ada rumah sakit yang akan menuju ke arah sana, 
sesuai dengan syariat islam...sebenarnya saat ini bisa diterapkan di dalam 
klinik atau rumah sakit. mulai dari penerimaan calon dokter dan juga memberikan 
2 lowongan dokter di satu bidang (mis; dokter bedah wanita dan dokter bedah 
pria), sehingga pasien bisa memilih sendiri. bukannya itu lebih mudah dan lebih 
sesuai dengan syariat.

memang saat ini banyak belenggu atau dilema dalam posisi kedokteran termasuk 
saya pribadi, sampai saya telusuri maksud dari sumpah dokter itu. nah tambah 
bingung lagi sumpah dokter yang umum, berasal dari seorang hipokrates yang 
notabenenya dulu menyembah dewa. (apa betul kita bersumpah seperti itu) nah 
tambah bingung lagi saya khan, bersumpah bukan atas nama ALLAH SWT. nah kalau 
saya pribadi...jangan dilema itu dibuat-buat sehingga menimbulkan istilah 
kebebasan karena sebagai dokter punya keistimewaan khusus. padahal dalam agama 
keistemawaan khusus itu dilihat dari segi akhlaknya, bukan dari segi 
profesinya, betul khan...

Wassalam.



--- Eko <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Bismillah,
> Teman2 sekalian, saya ingin tanya:
> Bagaimana seorang akhwat lulusan fakultas kedokteran
> mengamalkan ilmunya?
> Mengingat:
> 1. seorang laki2 berobatnya harus ke laki2 dan
> sebaliknya,kecuali
> dalam kondisi darurat.
> 2. sepertinya belum ada rumah sakit di indonesia ini
> yg memiliki
> manajemen berdasarkan syari'at, sehingga jika
> bekerja di RS akan
> terikat aturan yg tidak sejalan dengan syari'at
> 3. jika semua akhwat dokter meninggalkan profesinya,
> maka kaum
> perempuan akan berobat kepada siapa?
>
> Mohon sharing pengalaman dari ikhwah sekalian.
> Barangkali ada ikhwan
> yang istrinya seorang dokter, yang telah memiliki
> upaya untuk
> menemukan titik temu antara kebutuhan dokter
> perempuan dengan tetap
> taat terhadap syari'at. Apakah mencukupkan diri
> dengan praktek sendiri
> atau bagaimana?
>
> Jazakumullahu khoiran



___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke