Afwan, sekedar meneruskan amanat.
FYI.

--- On Thu, 10/9/08, Ahmad Fathoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ahmad Fathoni <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: Balasan: FW: ESQ
To: "Dian Ambarawati" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, October 9, 2008, 8:37 PM

Assalaamu'alaikum, Ukht.

'afwan..ana Anggota milist Assunah Juga dan mengikuti berbagai diskusi yang 
masuk. Cuma ana pake Setting email di [EMAIL PROTECTED] dan auto forward ke 
email ana yang ana pake ini. Jadi ana nggak bisa langsung reply ke milist 
assunnah.

Ana lihat sedang diskusi ttg ESQ. Kebetulan di tempat kerja ana juga lagi 
marak, bahkan para alumninya sangat gencar berpromosi ke Muslimin di Tempat ana 
ini.
Ana pernah Tanya-tanya ttg keburukan ESQ kepada salah seorang alumninya, dan 
pertanyaan ana tersebut diforward ke Pengasuh ESQ training itu. Dan email 
berikut adalah pengakuan dari Pengasuh Training ESQ, tentang masih banyaknya 
syubhat di mereka.

'afwan maksud ana, kalo bersedia mungkin bisa forward ke Milst assunnah, untuk 
menunjukkan betapa di ESQ banyak sekali lSyubhat yang harus di jauhi oleh kaum 
muslimin, dan hendaknya kita menyadarkan saudara disekiling kita dari bahaya 
ini.

Jika tidak berkenan, laa ba'saa bih, 'afwan.

Jazaakillaaha khoiron

Wassalaamu'alaikum

fathoni



From: Sucipto
Sent: Monday, June 23, 2008 1:05 PM
To: Ahmad Fathoni
Subject: FW: Balasan: FW: ESQ

Pak Fat,
Afwan, hanya sebagian pertanyaan Pak Fat yang dijawab Team ESQ LC.

Wassalam,
Sucipto



From:
Sent: Monday, June 23, 2008 12:53 PM
To: Sucipto
Subject: Balasan: FW: ESQ

Assalamu'alaikum Warahmatullah. Wabarakatuh.

Pagii !!!

Mas Sucipto, terima kasih atas emailnya, kami sangat appreciate dengan hal tsb, 
karena memang hal-hal seperti ini yang kami tunggu sebagai bagian dari 
improvenment ESQ kedepan. Kami sudah menyampaikan hal-hal yang Mas Sucipto 
tanyakan kepada Team ESQ LC Pusat untuk dapat ditanggapi secara resmi. Ada 
beberapa hal yang sudah ada di web ESQ (di FAQ, yi ttg musik dan beberapa hal 
lainnya.)

Tanpa mengurangi rasa hormat kami pada tanggapan resmi dari ESQ LC nantinya 
maka beberapa hal yang dapat kami sampaikan, meskipun tidak menjawab semua 
pertanyaan, adalah sbb:

ESQ Training adalah suatu lembaga pengembangan pribadi dengan metode dan 
referensi dari sumber-sumber yang sangat terpercaya, yaitu Al Qur'an dan 
Hadits. ESQ bukanlah lembaga dakwah, sehingga kami mohon maaf sebesar-besarnya 
seandainya ada khilafiah dalam masalah syar'i maupun tafsir. Sejujurnya kita 
akui bahwa dasar metode ini adalah pengenalan diri kita pada sang Khaliq dan 
Junjungan Nabi Muhammad sebagai contoh yang uswatun hasanah. Sehingga dalam 
training ESQ konsep tersebut diimplementasi melalui rangkaian informasi berupa 
penciptaan alam semesta, ke-Esaan Allah, dan juga proses memulai pengembangan 
jati diri melalui zero mind process. Mungkin memang terdapat beberapa hal yang 
masih menjadi ganjalan dalam hal kesahihan hadits dan penerapan metode 
psikologis dalam training tsb, misalnya dengan musik (sejatinya untuk 
menimbulkan effect mozart, masuk ke alam beta dan alfa seseorang sehingga dapat 
menerima informasi dengan komprehensif), tangis yang dikeraskan (untuk effect 
imitasi, sehingga dapat menjadi stimulan seseorang untuk berefleksi), dan 
shalawat dalam lagu (effect melo). Kami mohon maaf sekiranya hal tsb secara 
khilafiah ada beberapa yang dianggap tidak sesuai bahkan bid'ah. Satu hal yang 
harus diakui yaitu di Training ESQ, kita dikenalkan dan diingatkan dengan Allah 
SWT dan Rasullullah Muhammad SAW dan beberapa Nabi lainnya, dan pula kita 
dibuktikan kebenaran Al Quran, dan menjadikannya tidak ada alasan untuk 
mengabaikan kebenaran Al Quran. Sekali lagi mohon maaf sekiranya hal tsb 
memiliki beberapa perbedaan sudut pandang.
Untuk masalah peserta, memang ESQ tidak membatasi hanya pada umat muslim, 
karena ESQ juga memberi kesempatan untuk semua orang untuk mengetahui Islam dan 
pola pengembangan kepribadian dengan referensi Al Quran dan Hadits (terutama 
kisah Nabi Muhammad SAW sebagai teladan), pun juga untuk umat Islam yang 
mungkin masih belum mengenakan pakaian muslim. Hal itu sebagaimana tertuang 
dalam Salam Perdamaian ESQ, yaitu bukan dunia untuk Islam, dan bukan Al Quran 
untuk Islam, tapi Islam dan Al Quran untuk Dunia, untuk semua umat manusia, 
karena Al Quran dan Islam adalah risalah yang dibawa Nabi Akhir Jaman, 
Rasullullah Muhammad SAW.
Memang. ESQ menyadari bahwa waktu sholat wajib ditaati, dan hal itu pula yang 
menjadikan ESQ berjuang sepenuh hati untuk dapat mentaatinya. Hal tsb sudah 
menjadi niat dan ikhtiar ESQ. Bagaimanapun kami sangat berterima kasih sudah 
diingatkan, dan berharap juga tak jemu untuk diingatkan sewaktu training. 
Jazzakallah Khairan.
Heterogenitas peserta menjadikan pelafad-an atau pengucapan beberapa kalimat 
thoyibah menjadi (mungkin) tidak sefasih yang sudah memiliki ilmunya, namun 
kami yakin hal tsb tidak mengurangi niat yang me-lafadz-kan untuk belajar lebih 
baik dimasa mendatang, terlebih lagi setelah training ESQ. Hal tsb yang kami 
dorong untuk disetiap perusahaan atau corporate yang memiliki alumni yang 
banyak untuk menjadi teladan bagi lingkungan dan juga membantu peningkatan 
keimanan saudara-saudara di lingkungannya. ESQ sangat sadar atas segala 
keterbatasannya.
Jikalau saat ini Alumni ESQ sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah ke 
atas maka selain untuk menunjang perluasan penyebaran ESQ (motto penyemangat 
ESQ adalah "SETIAP JENGKAL TANAH ADA 165) agar menjangkau seluruh pelosok dan 
juga luar negeri, maka kelompok tsb memiliki akses dan dapat lebih memiliki 
potensi untuk mempengaruhi lingkungannya karena mereka adalah orang-orang yang 
memiliki otoritas dan menjadi pembuat keputusan sehingga dapat lebih bermakna 
bagi lingkungan.
Untuk lebih kurangnya kami mohon untuk senantiasa diberi masukan dan saran 
untuk pengembangan kedepan.

Jazzakallah Khairan Katsiran

SALAM 165

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wa barakatuh



Sucipto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pagi  !!!!!,

Saya fowardkan email ini ke ESQ Team melalui Bapak agar Team ESQ mencermati dan 
mengambil Esensi dari pertanyaan dari Teman saya ini.

Email ini datang dari Teman Baik kami yang di tujukan ke beberapa Alumni ESQ di 
Panasonic.
…. Deleted…

Mudah mudahan Bapak bisa neruskan email ini ke Team ESQ dan kami menerima 
Klarifikasinya.

Wassalam

Sucipto



From:
Sent: Saturday, June 21, 2008 9:54 AM
To:
Subject: FW: ESQ

Bismillahirahmaanirrahim,

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu..

mohon maaf sebelumnya. Saya mendapat informasi beberapa hal tentang training 
ESQ yang bernilai negatif -seperti ditulis dari pengalaman orang yang 
mengikutinya (tidak perlu saya tulis namanya).

Maka dengan ini saya minta klarifikasi (tabayyun) tentang kebenaran dari info 
berikut ini, dari Bapak-Bapak sekalian yang pernah mengikutinya.

Terima kasih atas tanggapannya.

wassalaamu'alaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu..

(………..)



-------------------------------------------------
.... saya pernah mengikuti training ESQ yang
secara resmi diselenggarakan
oleh kantor tempat saya bekerja. Jujur, saya mendapat pencerahan dari sana ..
Tapi setelah saya belajar  Islam  yang
haq ini ternyata banyak penyimpangan terjadi selama proses training ESQ itu, 
....

- syarat mengikuti training ini tidak melihat agama yang dianut, jadi yang
beragama non-islam juga boleh ikut
- terjadinya ikhtilath (meskipun tidak sepanjang waktu) di beberapa sesi
trainingnya
- banyak di antara peserta akhwatnya tidak berhijab
- diperdengarkannya lagu dan musik (ketika saya ikut training dulu saya
belum tahu tentang hukum musik dan lagu, sehingga ketika diperdengarkan
nasyid ataupun lagu yang "islami" ya saya merasa itu adalah bagian dari
beribadah)
- kurang mengindahkan ketepatan waktu pelaksanaan shalat mengingat
"pentingnya" salah satu sesi dalam training ini
- dikumandangkannya shalawat yang tidak dicontohkan oleh Rasul SAW
- dzikir berjamaah, bahkan ada salah satu sesi yang kita dipersilakan dzikir
dengan lafadz apapun sehingga tidak heran jika ketika itu ada yang mengucap
"huwa, huwa, huwa"

[…………] ----------------------------------------------

Assalamualaikum warahmatullah

Saya sudah membaca semua material ESQ seperti bukunya, bahan-bahan kuliah, 
majalahnya dan beberapa artikel.

Saya sendiri pernah bertemu dengan Ary Ginanjar Agustian ketika dia datang di 
Putrajaya Malaysia . Saya sangat hairan kerana ketibaannya ke Malaysia disambut 
oleh ramai orang Indonesia (golongan elit) yang terbang dari seluruh pelosok 
Indonesia ke Putrajaya untuk meraikan dia.

saya sangat sedih kerana ia ditulis daripada seorang yang jahil tetapi diikuti 
oleh ramai orang. Terdapat banyak kesalahan dari segi Akidah dan bertentangan 
dengan manhaj ahli Sunnah.

ESQ sedang cuba memasuki Malaysia . Saya melihat iklannya pada akhbar nasional 
minggu lepas di sini.

Perkara yang saya kesani berkenaan ESQ yang dipertikaikan spt:

a.  Mendefiniskan Asma' al-Husna tanpa merujuk tafsiran muktabar. 
Mendefinisikan sendiri mengikut kacamata penulis dan memaksa semua peserta 
meniru sifat Allah.

b.  Mendakwa Allah ada pada diri setiap orang menerusi konsep GOD SPOT.

c.  Memasukkan banyak hadith dhaif dan palsu dalam karyanya.

d.  Memaksa semua peserta sujud secara tiba-tiba tanpa sebab dalam kuliahnya. 
Kononnya untuk menangisi dosa.  Ary Ginanjar Agustian kemudiannya akan 
meletakkan microfon kepada mana-mana peserta yang mengaku membuat dosa dan 
maksiat. Tangisan dan jeritan dalam microfon itu mengusik naluri perserta lain 
untuk turut menangis.

ada banyak lai perkara yang saya pertikaikan. Beberapa rakan karib saya telah 
ke Batam untuk menilai sejauh mana ESQ bertepatan dengan manhaj Ahli Sunnah.

deleted by [………] --------------------------

>
ESQ menggunakan musik dalam trainingnya; bahkan kita disuruh berdzikir
di tengah musik yang hingar bingar. Juga secara materi sangat
dipengaruhi pendangan-pandangan tashawuf yang menyimpang;
hadits-hadits palsu "menghiasi" bukunya seperti bahwa Allah ada di
dalam hati, dan semacamnya. Mereka memiliki konsep bahwa di manusia
ada God Spot (seakan ada unsur Allah di dalam manusia) dan kita
disuruh mengikuti sifat-sifat yang ada dalam Asmaa-ul Husna dengan
makna yang dipaksakan.

deleted […………]
Mereka juga sangat bangga dengan metode ini. Sampai-sampai seorang
rekan mengatakan bahwa di kegiatan yang diikutinya sampai keluar
ungkapan bahwa orang yang haji berkali-kali tidak berubah namun begitu
ikut training mereka langsung berubah. Allahul musta'aan. Ini
benar-benar jadi tipuan bagi banyak orang.

deleted   […………] -----------------------
Menanggapi tentang pertanyaan Training ESQ, kebetulan ana pernah mengikuti,
maka tepat sekali apa yang disampaikan Ichwan Abu Arifah, dalam
penyelenggaraan itu boleh dikatakan lebih banyak didominasi "NANGIS
BERJAMA'AH" hampir sepanjang penyelenggaraan full musik (lagu-lagu nasyid
dan solawat nabi)

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke