wa`alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuhu

Kunyah ialah setiap nama yang di mulai baik dalam sebutan panggilan atau
tulisan dengan Abu Fulan atau Abu fulanah bagi laki laki.Contoh nya seperti
:Abu Abdillah(dari nama abdullah),Abu Unaisah (*kun-yah nya penulis*).Dan
Ummu Fulan atau Ummu Fulanah bagi perempuan.Contoh seperti: Ummu Abdillah
atau Ummu Unaisah.

Kunyah merupakan Sunnah Nabi *shalallahu 'alaihi wa sallam.*
Tentang Sunnah nya ber kun-yah ini sangat luas sekali di antaranya :
**
**
**
*Pertama:*Bolehnya seorang itu ber-kun-yah meskipun dia belum menikah yang
dengan sendirinya belum mempunyai anak.Seperti Anas bin Malik dikun-yahkan
dengan Abu Hamzah atau Abu Hurairah yang namanya Abdurrahman di kun-yah kan
dengan Abu Hurairah padahal keduanya belum menikah .

**
**
*Kedua :* Atau seorang yg telah menikah akan tetapi belum mempunyai anak
atau tidak mempunyai anak sama sekali seperti Aisyah dikun-yahkan dengan
Ummu Abdillah.Padahal Aisyah tidak mempunyai anak dari Rasulullah shalallahu
'alaihi wa sallam.Dia dikun-yahkan dengan kemenakannya yaitu Abdullah bin
Zubair anak Asma' bin Abi Bakar Ash Shiddiq.

**
**
**
**
*Ketiga :* Bolehnya seorang berkun-yah dengan yang bukan dengan nama
anak-anaknya seperti Abu Bakar.Padahal dia tidak mempunyai anak yang bernama
Bakar.Dan Umar di kun-yah kan dengan Abu Hasf padahal dia tidak mempunyai
anak yang bernama Hasf.
**
**
**
**
*Keempat:*Boleh memberi Kun-yah kepada anak yang masih kecil berdasarkan
riwayat shahih di bawah ini :
" Dari Anas,dia berkata:Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam orang yang
paling baik akhlaknya.Dan aku mempunyai saudara laki-laki yg di
panggil(dikun-yahkan)dengan Abu Umair -dan dia sudah di sapih-.Dan beliau
apabila datang (yakni ke rumah Anas)berkata,"Ya Aba Umair,apa yang telah di
perbuat oleh Nughair?"
Berkata Anas,"Nughair yang di pakai bermain oleh Abu Umair"
(Dikeluarkan oleh Bukhari di kitab Shahih-nya dan di kitabnya Adabul
Mufrad,Muslim<6/177>,Abu Dawud.dan lain-lain)

Hadist yang mulia ini memberikan fawaa-id yang demikian banyak dengan
mengumpulkan seluruh jalannya dan lafazh-lafazh nya sampai enam puluh faedah
sebagaimana diterangkan Al Hafizh Ibnu Hajar di Al-Fath(no.6203) di
antaranya ialah bolehnya memberi kun-yah kepada anak-anak yang masih kecil
sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi kun-yah kepada
saudara Anas yang
masih kecil dengan Abu Umair.
**
**
**
**
*Kelima : *Bolehnya memberi kun-yah kepada seseorang dengan sesuatu yang ada
pada orang tersebut.Seperti Ali bin Abi Thalib dikun-yah kan oleh Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Abu Turab(yang artinya bapak
tanah).Kejadiannyaketika Ali sedang tidur di masjid,punggung nya ketutupan
tanah,lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkannya sambil
berkata,"Ya Abb Turab,bangunlah!".
**
**
**
**
*Keenam:*Bolehnya seseorang mempunyai lebih dari satu kun-yah seperti
Ali,selain dia dikun-yahkan dengan Abu Turab,dia pun dikun-yahkan dengan Abu
Hasan mengambil nama anaknya yang pertama yaitu Hasan
**
**
**
**
*Ketujuh:*Bolehnya berkun-yah dengan anak laki-laki atau anak perempuan
**
**
**
**
*Kedelapan:*Bolehnya berkun-yah bukan dengan nama anak tertua,akan tetapi
yang telah maklum berkun-yah dengan anak tertua mengambil perbuatan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau berkun-yah dengan anak
tertua beliau yaitu Abdul Qasim.Dan Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
kepada Hani',"maka(kun-yah)mu adalah Abu Syuraih." Mengambil anak tertua
Hani' yaitu Syuraih.
**
**
**
*Kesembilan:* Lantaran berkun-yah merupakan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam dan kemuliaan atau penghormatan kepada orang yang dikun-yahkan
,maka tidak ada kun-yah bagi orang kafir karena tidak ada kemuliaan dan
kehormatan bagi mereka kecuali mereka tidak dikenal melainkan dengan
kun-yahnya.
**
**
**
**
*Kesepuluh :* Telah berselisih para Ulama tentang hukum berkun-yah dengan
kun-yah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sesudah terjadi
kesepakatan(ijma')di antara mereka tentang sunnahnya memberi nama beliau
yaitu Muhammad atau Ahmad.Barangkali yang lebih mendekati kebenaran -Wallahu
A'lam- 'illat(sebab) larangan beliau terbatas di masa hidup beliau agar
tidak terjadi kesamaran di waktu berbicara atau memanggil.Ketika beliau
telah wafat maka dengan sendirinya 'illat tersebut pun hilang.Lebih lanjut
bacalah masalah ini di *Fat-hul Baari'*(no.6187 dan seterusnya) dan di
*Tuhfatul
Maudud* bab 8 fasal 7





Sumber : Menanti buah hati dan hadiah untuk yang dinanti
Abdul Hakim bin Amir Abdat




2008/10/5 pandjizaka <[EMAIL PROTECTED]>

>   ...assalamu'alaikum,
> ana mempunyai 2 orang putra dan seorang putri, bagaimana sebaiknya ana
> ber-kuniah, apakah dengan anak pertama, kedua, atau ketiga? atau apakah
> untuk ber-kuniah harus ditentukan oleh orang lain seperti orangtua
> memberikan nama untuk anaknya? atau adakah ketentuan dalam syari'at untuk
> masalah pemilihan ini?
> jazaakallahu khoir.
>  
>

Kirim email ke