Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Saudara sekalian,
Ada sebuah buku kecil yang walaupun terbit 2 tahun yang lalu, namun
boleh jadi secara objektif bisa dikatakan sarat dengan faidah dan
pelajaran berharga untuk kita semua. Buku tersebut ditulis oleh
Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz -hafizhahullah- dengan judul "29 Pelajaran
Berharga dari Kisah Da?i Cilik". Semoga Allah membalasnya dengan
kebaikan berlipat ganda.

Sebagian dari kisah Da'i cilik itu sendiri pernah dimuat di Majalah
As-Sunnah tepatnya di Edisi 12/Tahun IX/1427H/2006M. Bisa dilihat juga
di http://www.almanhaj.or.id/content/2441/slash/0

Menyampaikan amanat dari penulis, berikut adalah salah satu resensi
buku tersebut yang mudah-mudahan cukup mewakili gambaran buku ini
secara objektif sehingga bisa membuat mereka yang belum membacanya
tidak ragu dan tidak menunda lagi untuk segera meraup faidah yang
terkandung di dalamnya. Wabillahi ta'ala at-taufiq.

Demikian disampaikan, semoga bisa bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Abu Ishaq

===========================

Resensi Buku

Penulis: Adri Yanti

Buku:
29 Pelajaran Berharga dari Kisah Da?i Cilik

Penulis:
Fariq Gasim Anuz

Penerbit:
Darus Sunnah Press, Jakarta, 2006, 200 + ix hlm.

Teladan Pendidikan untuk Kepedulian

Perjalanan mengenal buku ini dimulai ketika penulis berusaha menemukan sosok 
pribadi-pribadi muslim yang cemerlang. Yang tidak hanya shaleh secara individu 
tetapi juga shaleh secara sosial. Yang tidak hanya terfokus dalam usaha 
memperbaiki diri dan amalan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tetapi juga 
memiliki semangat untuk membangun masyarakat muslim yang lebih baik.

Kita sangat sedih melihat kenyataan sebagian besar kehidupan masyarakat Islam 
sangat miskin dan tertinggal. Banyak negara Islam tergantung kepada pertolongan 
negara-negara non Muslim dan terpaksa tunduk pada keinginan mereka. Sementara 
saudara-saudaranya di negara yang lebih makmur membiarkan hal ini terjadi. 
Sering muncul pertanyaan, mengapa sekarang umat Islam tidak lagi unggul dalam 
kaitan kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi ini? Kerap kali terperangah 
ketika dihadapkan dengan pertanyaan, mengapa banyak umat muslim yang tidak 
peduli dengan saudara-saudaranya sendiri. Seandainya kita mau jujur dan sudi 
merenung, mungkin ada hal yang tertinggal di dalam mengamalkan ajaran Islam. 
Yakni, kita belum terbiasa dengan kata prestasi dan keshalehan sosial. Banyak 
diantara kita yang sangat rajin menunaikan ibadah, wajib maupun sunnah, 
memiliki kedudukan dan harta yang melimpah, tapi membiarkan saudara-saudara 
yang ada di sekelilingnya terpuruk dalam kemiskinan dan kebodohan.

Kesalehan sosial, yang dalam agama Islam disebut itsaar (mengutamakan orang 
lain) adalah satu sikap yang disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seperti 
firman Allah dalam surat Al-Hasyr ayat 9, ? Mereka mengutamakan orang lain 
daripada dirinya sendiri sekalipun mereka dalam kesusahan.? Mengutamakan orang 
lain tidak selalu terkait dengan harta. Kita bisa memberikan perhatian kepada 
orang lain melalui harta, waktu, tenaga, keterampilan atau pemikiran yang kita 
miliki. ?Kesalehan sosial memiliki banyak manfaat, diantaranya meraih ridha 
Allah,? ujar sufi Muhammad Al-Syanawi. Sebagai teladan manusia, Nabi Shalallahu 
'alaihi wassallam selalu mengutamakan kepentingan orang lain di atas 
kepentingan peribadinya.

Menarik untuk membaca buku kecil nan lengkap ini. Buku yang menceritakan 
tentang pertemuan penulisnya dengan dengan seorang anak berumur 12 tahun di 
Jeddah.  Berselang-seling antara kisah kegiatan yang mereka lakukan bersama 
dengan hikmah yang bisa kita petik. Disini kita akan melihat kehidupan 
sehari-hari seorang bocah bernama Achmad yang sedang dipersiapkan oleh 
orangtuanya untuk menjadi Muslim yang utuh. Yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, 
juga mencintai saudaranya sesama muslim. Memenuhi panggilan untuk memanfaatkan 
keahlian yang dimilikinya untuk kepentingan dan kemajuan Islam. Di sela-sela 
kegiatan belajarnya yang padat, Ahmad mendaftar diri menjadi relawan di kantor 
dakwah Islamic Center.

Ahmad adalah bocah kecil dengan prestasi di sekolah dan memiliki prestasi dalam 
banyak bidang olahraga, serta mahir dalam bahasa Inggeris dan menggunakan 
komputer. Sedari kecil, orang tuanya telah membekali anaknya dengan pendidikan 
agama dan akhlak yang mulia. Mempersiapkan putranya untuk menjadi pribadi yang 
unggul, yang dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilannya untuk kemajuan Islam 
yang kelak akan memberinya manfaat di akhirat kelak. Bukankah Rasulullah 
Shalallahu 'alaihi wassallam bersabda :  ? Sesungguhnya yang akan sampai kepada 
orang yang beriman dari amal dan kebaikannya setelah dia meninggal dunia adalah 
ilmu yang dia ajarkan dan ia sebarluaskan atau ia tinggalkan anak yang shaleh 
atau mushaf yang ia wariskan atau masjid yang ia bangun atau rumah yang ia 
bangun untuk ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan) atau sungai (air) yang ia 
alirkan atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya saat ia sehat dan masih 
hidup, akan sampai (ganjaran) kepadanya setelah ia meninggal?

Bila kita hayati sunnah rasul ini, betapa dalam makna yang terkandung di 
dalamnya, bahwa sebagi seorang muslim kita diperintahkan untuk bisa 
memanfaatkan segala potensi yang kita miliki untuk kemajuan dan kesejahteraan 
umat manusia. Karena inilah sesungguhnya perwujudan Islam sebagai Rahmatan Lil 
Alamin. Kita harus bersyukur kepada Allah dan salah satu bentuk syukur itu 
adalah dengan berbuat bagi kepada orang lain.

Kesadaran bahwa pengalaman ajaran Islam tidak hanya sebatas ritual kepada Allah 
Subhanahu wa Ta'ala, tidak hanya terbatas kepada menunaikan shalat, zakat dan 
sedekah perlu di bangun sedini mungkin. Prestasi, kepekaan dan tanggungjawab 
sosial sebaiknya dibangun mulai dari dalam kehidupan keluarga. Menumbuhkan 
minat anak-anak untuk senantiasa bisa membantu orang lain sejak dari kecil. 
Orang tua Ahmad begitu gembira ketika anaknya diajak untuk menjadi relawan di 
kantor Islamic Center. Bergaul dengan orang-orang yang baik dan shaleh dan 
berdedikasi bagi kemajuan umat manusia. Orang tuanya berharap agar anaknya bisa 
terhindar dari pergaulan yang buruk dan kelak tumbuh menjadi muslim yang sukses 
di dunia dan sukses di akhirat.

Buku ini juga bisa dikategorikan sebagai buku How To. Karena tidak hanya 
memaparkan konsep dan hikmah semata, tetapi juga memaparkan contoh serta 
panduan untuk pelaksanaan. Seperti ide dan panduan untuk menjalankan kegiatan 
?Kotak Bantuan? sebagai salah satu upaya untuk menyediakan pekerjaan bagi para 
pengangguran. Ada juga panduan untuk menjalankan kegiatan Konsultasi dan Solusi 
Masalah Pribadi dan Rumah Tangga. Atau kegiatan tausiyah untuk menghibur dan 
menenangkan hati para pasien rawat inap di rumah sakit ? rumah sakit.  Buku ini 
mengajak kita mulai berfikir dan berbuat bagi saudara-saudara kita secara 
nyata.  Ironi memang ketika saudara-saudara kita yang berada dalam jerat 
kemiskinan, dibantu oleh kaum non-muslim, kita berteriak-teriak marah. Namun 
kita tak tergerak untuk membantu mereka, tak ada yang kita lakukan. Tidak harus 
hal-hal yang besar, hal-hal kecil seperti mendengarkan keluhan atau 
menggembirakan orang lain dan membuat orang lain merasa berharga dengan hal-hal 
kecil.

Mungkin saatnya kita mulai memperbaiki pola pendidikan anak dan juga perbaikan 
diri kita sendiri. Kalau kita memahami dan mengamalkan Islam dengan Ilmu, Iman 
dan amal sepenuh hati maka kita akan dapat mempersembahkan Islam yang cantik, 
indah, ramah tamah, berkasih sayang, toleransi, maju dan benar-benar Rahmatan 
Lil Alamin.


----------------------------------------------------------------
This message was sent using IMP, the Internet Messaging Program.

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke