Tentang donor ASI yang sekarang ini banyak digalakkan oleh komunitas ASI, ada 
baiknya untuk kita yang muslim tidak dilakukan karena dalam syariat islam ada 
yang namanya saudara sepersusuan. Hukum dengan saudara sepersusuan termasuk 
diantaranya larangan menikah antara saudara sepersusuan, Dikhawatirkan jika 
kita memberi donor ASI dan nantinya diberikan kepada orang2 yang tidak kita 
ketahui sehingga nanti bisa melanggar syariat. Jika ingin memberi ASI yang 
berlebih ada baiknya kepada orang yang kita kenal sehingga kita dapat 
memberitahukan kepada anak kita nanti bahwa dia memiliki saudara sepersusuan 
dengan seseorang. Dan untuk memutuskan saudara sepersusuan atau tidak ada 
aturan2 yang harus diketahui seperti berapa kali susuan dan tidak dimuntahkan. 
Hal ini dapat antum sekalian baca dalam aturan fikh tentang ini.

Wallahu'alam

Ummu Yusuf
-----------------------


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Agar ASI terus mengalir dan banyak syaratnya adalah,
- terus usahakan menyusui, semakin banyak dikeluarkan semakin banyak
produksi ASI
- dapatkan dukungan dari orang terdekat terutama suami (alhamdulillah
istri saya pada kelahiran anak pertama lima tahun lalu berhasil
menyusui meskipun hampir putus asa pada awalnya, kuncinya sebagai
suami yang pada hari-hari pertama mendampingi istri selalu memberikan
dukungan untuk terus mencoba memberikan ASI),
- hindari stress (menurut istri, ketika memerah jika suasana hati
stress tiba-tiba produksi berhenti, tapi dengan memberikan suasana
rileks, misal diajak bercanda atau memberikan cerita-cerita yang
menyenangkan, maka produksi ASI lancar kembali),
- makan makanan bergizi: daun katuk, susu, madu, habattus sauda;
- usahakan tidak memberi susu ASI perah kepada bayi menggunakan botol
dalam waktu lama, sebaiknya disendokin, karena nanti bayi akan
mengalami 'bingung' ketika akan menyusu ke ibunya.

demikian pengalaman pribadi kami.. semoga bermanfaat

Sekalian saya ingin menanyakan satu hal, bagaimanakah hukumnya "DONOR
ASI" ? baik bagi pendonor maupun penerima donor ? karena donor asi
berbeda dengan penyusuan, karena bayi penerima donor tidak menyusu
langsung dari pendonor, tetapi hanya menerima ASI hasil perah yang
berlebih dari pendonor ? karena tahun lalu alhamdulillah istri ana
produksi ASI-nya melimpah, sehingga simpanan ASI-perah sampai
terbuang-buang, sempat ada niatan untuk membantu teman yang produksi
ASI-nya agak kurang.

Jazzakumullah khairan,

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke