-----Original Message-----
From: Fariq Anuz
Subject: kirim artikel
APA SETELAH HAJI?
ماذا بعد الحج؟
(باللغة الإندونيسية)
Segala puji bagi Allah yang telah memilih jamaah haji sekalian sebagai
tamu-tamuNya. Ini merupakan karunia Allah yang sangat besar, dimana jutaan umat
Islam yang ingin datang ke tanah suci menunaikan ibadah haji tapi masih belum
dapat izin dari Allah, ada saja halangan yang datang. Adapun jamaah sekalian
telah mendapatkan kemudahan dari Allah sehingga dapat merampungkan seluruh
manasik haji dari mulai umrah sampai tawaf wada, semoga Allah mencatatnya
sebagai haji yang mabrur diampuni segala dosa kita dan agar jamaah haji diberi
perlindungan dan keselamatan dalam perjalanan pulang ke tanah air, amin!
Para ulama kita menyebutkan tanda-tanda haji yang mabrur, diantaranya Imam
Hasan Al Bashri rahimahullah berkata: (Haji yang mabrur adalah agar ia pulang
dari ibadah haji menjadi orang yang zuhud dalam kehidupan dunia dan cinta
akhirat). Allah berfirman yang artinya: "Dan carilah (pahala) negeri akhirat
dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa
bagianmu di dunia". (Surat Al-Qashash: 77)
Orang yang zuhud bukan berarti orang yang hanya beribadah di masjid dan tidak
mau bekerja mencari harta untuk nafkah anak dan isteri tapi orang yang zuhud
orang yang tidak diperbudak oleh hartanya, dunia boleh berada di tangannya
tidak di hatinya, aktifitasnya dalam kehidupan dunia tidak melalaikannya dari
ingat kepada Allah, melaksanakan shalat yang lima waktu tepat pada waktunya,
tidak memutuskan silaturahmi, tetap rajin menuntut ilmu islam lalu mengamalkan
dan menda’wahkannya, tidak melupakan tanggung jawab mendidik isteri dan
anak-anak. Orang yang zuhud adalah orang yang penghasilannya dari yang halal,
bukan dari hasil renten, riba, suap, korupsi, mencuri, judi, pungli, memeras,
menipu, memakan hak orang lain. Semoga Allah mengaruniakan kita semua rezeki
yang halal, baik dan berkah serta dijauhkan dari segala pendapatan yang haram,
amin!
Ada lagi yang mengatakan diantara tanda haji yang mabrur adalah setelah pulang
dari menunaikan ibadah haji, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Menjadi lebih baik dalam hal tauhid. Jika ada diantara jamaah haji yang sebelum
hajinya masih suka pergi ke dukun untuk minta kekayaan, anak, jodoh, cepat naik
pangkat dan lain-lain maka setelah kita haji dan bertaubat kepada Allah
hendaklah kita tinggalkan hal tersebut karena Rasulullah bersabda yang
artinya, "Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu membenarkan apa
yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada
Muhammad".
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam
Al-Irwa` no. 2006)
Barangsiapa yang sebelum ia haji, suka menyembelih sapi atau lainnya untuk
dijadikan sebagai tumbal atau sesajen maka sekarang harus meninggalkannya dan
menyembelih kurban hanya untuk Allah karena Allah berfirman yang artinya: "Maka
dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah'' (Surat Al- Kautsar 2)
"Katakanlah sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk
Allah Rabbul Alamin tidak ada sekutu baginya" (Surat Al-An'aam: 162)
Barangsiapa yang sebelum ia haji, masih mempercayai ramalan bintang maka
tinggalkanlah dan bertawakallah kepada Allah semata. Barangsiapa yang sebelum
hajinya masih mengkeramatkan keris dan jimat-jimat, maka sekarang musnahkanlah
segala jimat yang kita miliki. Barangsiapa yang sebelum hajinya masih suka
meruwat bumi untuk menghindarkan bencana, maka sekarang bertaubatlah dan
tinggalkan upacara syirik itu, bergantunglah kepada Allah karena yang dapat
menghindarkan bencana hanya Allah semata. Barangsiapa yang sebelum hajinya
masih mengkeramatkan sapi yang dikeluarkan setiap tanggal sepuluh Muharram
bahkan berebut untuk memperoleh kotorannya yang dianggap dapat memberikan
berkah, maka ketahuilah itu adalah perbuatan syirik. Barangsiapa yang sebelum
hajinya masih meyakini bahwa nasib sial akan menimpanya jika bepergian hari
Selasa atau Sabtu juga untuk menentukan waktu pernikahan harus dihitung secara
cermat karena kalau tidak pas harinya akan menimbulkan kesialan, maka itu semua
adalah syirik. Allah tidak mengampuni dosa syirik kecuali jika pelakunya
bertaubat, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat. Allah mengharamkan surga
bagi orang yang berbuat syirik. Adapun
orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan
kesyirikan maka mereka mendapatkan keamanan dan hidayah dari Allah Taala.
Hendaklah jamaah haji memperbaiki ibadahnya kepada Allah, shalat yang lima
waktu jangan sampai ditinggalkan, zakat maal harus dikeluarkan dan shaum di
bulan Ramadhan harus dijalankan. Segala ibadah kita laksanakan dengan penuh
rasa cinta kepada Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat yang tidak
terhingga. Kita siap korbankan harta, tenaga dan waktu kita demi menggapai
ridha Allah.
Hendaklah kita perbaiki muamalah kita dengan orang tua yang telah melahirkan
dan mendidik kita sejak kecil. Jangan sampai kita menyakiti hati mereka dan
hendaklah selalu berbakti dan memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.. Jika
orang tua kita telah meninggal dunia hendaklah kita selalu mendoakan untuk
mereka.
Bagi para suami hendaklah perbaiki muamalah dengan isterinya jangan mudah marah
dan membentak isterinya jika berbuat kesalahan. Lakukanlah hal-hal yang
menyenangkan isteri selama tidak bertentangan dengan syariat. Didiklah isteri
dengan nasehat, membawanya ke majelis ta’lim, membelikannya buku dan kaset
ceramah yang bermanfaat. Juga didiklah isteri dengan memberi keteladanan
Rasulullah
bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap keluarganya dan saya
adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku".
Bagi para isteri perbaikilah muamalah dengan suami jadilah isteri yang taat..
Rasulullah
bersabda: "Apabila wanita shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan,
taat kepada suaminya dan memelihara kemaluannya, maka ia masuk surga dari
pintu-pintu mana saja yang ia mau".
Ketaatan kepada suami dalam hal yang makruf saja adapun dalam hal maksiat tidak
ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah Al-Khaliq. Ketika
suami baru datang dari pekerjaan janganlah disambut dengan berbagai macam
problem dan hal-hal yang tidak menyenangkan tetapi sambutlah dengan senyum,
sediakanlah makan dan minum serta biarkanlah suami untuk istirahat dulu setelah
itu barulah sampaikan segala problem yang ada niscaya suami sudah lebih siap
untuk mendengarkannya.
Bagi para orang tua perbaikilah dalam pendidikan terhadap anak-anak, mereka
merupakan amanat yang kelak kita akan diminta pertanggungjawabannya di hari
akhir. Didiklah mereka dengan memberikan contoh yang baik, sekolahkanlah mereka
di tempat yang baik, awasilah pergaulan mereka. Selalulah berdoa kepada Allah
agar melindungi dan menjaga mereka dari segala kejahatan dan keburukan karena
doa orang tua untuk anaknya insya Allah mustajab.
Bagi kaum muslimah perbaikilah dalam hal berbusana, tutuplah aurat anda dan
jangan diperlihatkan kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Allah berfirman:
"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan
isteri-isteri orang mukmin, (Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka). Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang". (Surat Al-Ahzab: 59)
"Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,
atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung".
(Surat An-Nuur: 31)
Rasulullah bersabda: "Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah
saya lihat keduanya (sebelum ini), (pertama) suatu kaum yang memiliki cambuk
bagaikan ekor sapi yang digunakannya untuk memukul manusia dan (kedua) wanita
yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka
seperti punuk unta, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau surga
padahal bau surga itu tercium dari jarak yang sekian dan sekian jauhnya".
(Hadits Shahih, Riwayat Muslim)
Masih banyak diantara jamaah haji wanita yang berpakaian tapi telanjang, belum
sempurna menutup auratnya, masih ada yang terlihat lehernya, terlihat
lengannya, menutup aurat dengan pakaian yang ketat sehingga membentuk lekak
lekuk tubuhnya, berpakaian dengan bahan yang tipis dan transparan sehingga
terlihat kulitnya, pada hakekatnya mereka masih telanjang dan diancam tidak
masuk surga. Hendaklah jamaah haji wanita menjadi sadar setelah menangis dan
memohon ampun kepada Allah pada saat wuquf di Arafah, apakah kita ulangi
kembali dosa-dosa kita?
Hendaklah jamaah haji wanita menjadi teladan bagi kaum muslimah di tanah air
yang sedang dilanda dekadensi akhlak dan moral, didiklah puteri-puteri kita
agar berbusana muslimah, nasehatilah mereka agar tidak keluar rumah dengan
menggunakan celana pendek, celana panjang lebih-lebih celana yang sangat ketat
dan perutnya terlihat, innaalillahi wa innaa ilaihi rajiuun.
Hendaklah jamaah haji wanita berdandan dan bersolek mempercantik diri, tetapi
untuk siapa? Bukan untuk orang-orang diluar rumah tapi untuk suami di rumah,
kenyataan yang ada banyak dari kaum muslimah berdandan ketika keluar rumah
padahal dilarang oleh Allah yang kita cintai, Allah berfirman: "Dan hendaklah
kamu (isteri-isteri nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu". (Surat Al-Ahzab: 33)
Ayat ini berlaku juga untuk segenap kaum muslimah dan mukminah.
Rasulullah bersabda bahwa seorang wanita yang pergi keluar rumah dengan
menggunakan parfum sehingga tercium oleh laki-laki lain, maka sesungguhnya ia
itu pelacur. Setiap hari kita berdoa memohon hidayah kepada Allah, maka sudah
menjadi kewajiban bagi kita untuk mempelajari jalan-jalan hidayah berupa ilmu
yang bermanfaat karena masih banyak diantara jalan-jalan hidayah yang belum
kita ketahui dibandingkan yang sudah kita ketahui. Jangan kita menganggap ini
adalah hal yang baru kita dengar, kami sudah terbiasa dengan adat kami dan
dalih-dalih lainnya yang tidak bisa diterima oleh syariat. Allah berfirman:
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: lkutilah apa yang telah diturunkan Allah
mereka menjawab: Tidak, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati
dari (perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga),
walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak
mendapat petunjuk?" (Surat Al-Baqarah: 170)
Dan firmanNya: "Dan tidaklah boleh bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula)
bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata". (Surat Al-Ahzab: 36)
Hendaklah kita semua memperbaiki diri dalam hal tanggung jawab kita memperbaiki
masyarakat. Bentengi aqidah umat dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat,
dengan saling nasehat menasehati untuk menepati kebenaran dan nasehat
menasehati untuk menetapi kesabaran, dengan saling bekerjasama dalam hal
kebaikan dan taqwa. Tidak sedikit umat Islam di Indonesia murtad dari agamanya
disebabkan kelengahan dan kelalaian kita. Benar sebab mereka murtad adalah
karena lemah iman ditambah lagi dengan lemah ekonomi, tapi apakah boleh kita
diam dan berpangku tangan? Tidak, kita harus berbuat sesuai dengan kemampuan
kita. Apabila kita tidak bisa mendidik mereka karena keterbatasan ilmu kita,
ajaklah mereka untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, bagikan buletin dan
buku-buku Islam, pinjamkan kaset-kaset ceramah yang bermanfaat. Jika mereka
malas bekerja berilah motivasi, jika mereka nganggur carikanlah pekerjaan untuk
mereka, jika puteri-puteri kita sudah dewasa carikanlah untuk mereka suami yang
baik keislamannya jangan kita biarkan mereka menikah dengan laki-laki kafir.
Apabila anda sebagai pejabat janganlah anda menghalangi dan mempersulit
orang-orang yang ikhlas mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan tidak
berbuat syirik, untuk mengikuti sunnah Nabi dan tidak berbuat bid’ah. Bagi
orang tua yang mempunyai anak puteri memakai jilbab atau cadar dukunglah mereka
dan banggalah terhadap anak anda yang taat kepada Allah, semoga Allah menghiasi
puteri anda dengan akhlak yang baik pula.
Bagi jamaah haji yang memiliki kelebihan harta dapat beramal jariyah dengan
membelikan kitab-kitab yang bermanfaat untuk ustadz-ustadz yang ada di tanah
air. Dan masih banyak amal-amal lainnya yang dapat kita lakukan dalam upaya
kita memperbaiki diri dan masyarakat.
Fariq Gasim Anuz
------------------------------------
Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/