Mudah-mudahan artikel berikut ini dapat membantu antum yang sedang bingung..
Assalamu'alaikum warohmatulloh..
Abu Zaid
---------------------
Ternyata Hari Jum'at itu Istimewa
<http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/ternyata-hari-jumat-itu-istimewa.html>

Penyusun: Ummu Aufa
Muraja'ah: Ustadz Abu Salman

Saudariku, kabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita
mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal.
Hari itu adalah hari jum'at. Saudariku, hari jum'at memang istimewa
namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam
artian, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa
tertentu khusus hari Jum'at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan
dzikir, do'a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari
jum'at kecuali yang disyari'atkan.


Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan
serta amalan-amalan yang disyari'atkan pada hari jum'at. Semoga dengan
kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk
memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari'atkan pada
hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.

Keutamaan Hari Jum'at

1. Hari paling utama di dunia

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum'at ini, antara lain:

    * Allah menciptakan Nabi Adam 'alaihissallam dan mewafatkannya.
    * Hari Nabi Adam 'alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
    * Hari Nabi Adam 'alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
    * Hari akan terjadinya kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam berkata:

"Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari
jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam
dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu
juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu
dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan
kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya." (HR. Muslim)

2. Hari bagi kaum muslimin

Hari jum'at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad shallallahu 'alaihi
wa sallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat
dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum'at yang berisi wasiat
taqwa dan nasehat-nasehat, serta do'a.

Dari Kuzhaifah dan Rabi'i bin Harrasy radhiyallahu 'anhuma bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Allah menyesatkan
orang-orang sebelum kami pada hari jum'at, Yahudi pada hari sabtu, dan
Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi
petunjuk pada hari jum'at, mereka umat sebelum kami akan menjadi
pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni
dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum
umat yang lain." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu 'anhu berkata,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Hari jum'at adalah
penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari
jum'at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di
sisi Allah, pada hari jum'at terdapat lima peristiwa, diciptakannya
Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum'at juga Adam dimatikan,
di hari jum'at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada
Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di
hari jum'at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang
dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada
hari jum'at." (HR. Ahmad)

4. Waktu yang mustajab untuk berdo'a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam menyebut hari jum'at lalu beliau Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Di hari jum'at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim
melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta'ala,
niscaya permintaannya akan dikabulkan." Lalu beliau memberi isyarat
dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari
Muslim)

Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat.
Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:

a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum'at

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bahwa
'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata padanya, "Apakah
engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah
sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum'at?" Lalu Abu Burdah
mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Yaitu waktu antara
duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.'" (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam
As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika
shalat didirikan.

b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah 'ashar

Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda, "Hari jum'at itu dua belas jam. Tidak ada
seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu
tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah
erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah
'ashar." (HR. Abu Dawud)

Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah, beliau mengatakn bahwa, "Ini adalah pendapat yang
dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali
hadits-hadits mengenainya."

5. Dosa-dosanya diampuni antara jum'at tersebut dengan jum'at sebelumnya

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seseorang mandi pada hari jum'at dan bersuci semampunya,
berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya,
kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang
(yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang
sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama)
ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang
terjadi) antara jum'at tersebut dan jum'at berikutnya." (HR. Bukhari)

Amalan-Amalan yang Disyari'atkan pada Hari Jum'at

1. Memperbanyak shalawat

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam berkata, "Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari
jum'at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari
jum'at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia
akan paling dekat derajatnya denganku." (HR. Baihaqi dengan sanad
shahih)

2. Membaca surat Al Kahfi

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari
jum'at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum'at." (HR. Al
Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

3. Memperbanyak do'a (HR Abu Daud poin 4b.)

4. Amalan-amalan shalat jum'at (wajib bagi laki-laki)

    * Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
    * Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum'at.
    * Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
    * Memakai pakaian yang terbaik.
    * Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Saudariku, setelah membaca artikel tersebut semoga kita bisa mendapat
manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang
disyari'atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup
pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat
kelak. Wallahu a'lam.

Maraji':

   1. Do'a dan Wirid, Pustaka Imam Asy-Syafi'i
   2. Tafsir Ayat-Ayat Yaa Ayyuhal-ladziina Aamanuu, Pustaka Al-Kautsar
   3. Amalan dan Waktu yang Diberkahi, Pustaka Ibnu Katsir

***


2008/12/9 aliakb4r <[EMAIL PROTECTED]>:
> Assalamu Alaikum Warahamtullahi Wabarakatuh,
>
> Afwan Akhi, ana cuman mo nanya masalah yasinan yang biasa dilakukan
> setiap malam jum'at. Memang sebelumnya ana uda dapatin penjelasan
> mengenai yasinan dari muslim.or.id tapi hanya mengenai yasinan pada
> malam tahlilan. sedangkan yang ana tanyakan disini adalah yasinan yang
> dilakukan setiap malam jum'at ato seminggu sekali yang tujuannya agar
> lulus ujian. kebetulan ana uda kelas 3 sma n bnyak yang lakuin itu
> semua, ana masih bingung apakah hukumnya sama dengan yasinan pada saat
> tahlilan bahwa hal itu tidak boleh dilaksanakan? N gimana cara
> negejelasinnya ke teman-teman ana.
> Mohon bantuannya. syukron
> Jazakallahu khoiran katsiran
> wassalam
>
> Ali Akbar

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke